Tips Aplikasi WhatsApp agar Tidak Memakan Banyak Memory Internal

Dahulu saya memasang beberapa aplikasi ngobrol (messanger) seperti WhatsApp, BBM, Line, Kakaotalk, Skype, dan lain-lain. Sekarang tersisa tinggal aplikasi chatting, yaitu WhatsApp dan telegram.

Sebelumnya BBM dan Line sudah saya copot dari smartphone. Kendala terbesar aplikasi-aplikasi chatting memakan terlalu banyak space (ruangan) di memory internal, tidak terkecuali WhatsApp.

Saya kebetulan setting autodownload untuk video, gambar, dan suara apabila menggunakan jaringan Wi-Fi. Mau tidak mau ya setiap hari harus rajin memindahkan file-file tersebut ke memory eksternal, jika tidak ingin memory internal cepat penuh.

Tips tersebut pernah saya bahas pada artikel yang berjudul: “Pindahkan Media WhatsApp ke SDCard“. Sekarang saya ingin memberikan tips aplikasi whatsapp lainnya agar tidak memakan banyak ruangan di memory internal smartphone.

Tips ini sangat sederhana kok, saya ingin bertanya kepada Anda. Seberapa sering Anda menghapus obrolan chat yang sudah lama dan sudah tidak ada komunikasi lagi. Chat bisa personal dengan teman Anda, keluarga, saudara, rekan kerja, dan seterusnya.

Maupun obrolan chat whatsApp di grup-grup yang Anda terdaftar sebagai anggota di sana. Sepertinya jarang ya ada yang menghapus secara teratur obrolan-obrolan chat tadi. Nah ini yang menjadi masalah, yang bikin aplikasi whatsapp jadi membengkak.

Di aplikasi WhatsApp Anda ada berapa grup? Apakah mungkin hanya satu sampai dua grup saja? Saya sendiri lebih dari lima belas grup, grup yang paling aktif sehari bisa +1000 obrolan. Apalagi kalau ada isu-isu hangat yang menyangkut topik tertentu, bisa lebih dari angka yang tadi saya sebutkan, obrolan dalam satu hari.

Saran saya, jika ada obrolan yang penting. Anda bisa simpan obrolan penting tersebut pada Google Keep, jangan dibiarkan menumpuk. Sehingga menjadi “sampah” dan membuat aplikasi WhatsApp menjadi bengkak.

Tips agar WhatsApp tidak memakan banyak memory internal pada tutorial kali ini sangat sederhana sekali. Anda tinggal menghapus obrolan-obrolan lama, baik yang bersifat personal maupun grup.

Sebelumnya backup terlebih dahulu apabila ada chat penting, seperti informasi berkaitan jadwal kuliah mungkin, testimoni pelanggan, konfirmasi pembayaran dari pelanggan, dan lain-lain.

Anda sendiri yang dapat menentukan apakah obrolan pesan yang diarsipkan termasuk penting atau tidak untuk Anda. Setelah Anda mem-backup obrolan atau pesan penting dari WhatsApp.

Tugas Anda menghapus obrolan-obrolan sampah dengan cara. Klik menu Settings, lalu pilih Chats, pilih lagi Chat histroy, kemudian pilih Clear all chats, sesudah itu pilih Delete all chats. Prosesnya tidak sebentar, jika ada banyak obrolan di grup dan personal.

Sambil dicas saja smartphone Anda, terkadang juga hang. Kalau hang aplikasi WhatsApp-nya, Anda restart saja smartphone Anda. Lalu lakukan proses Delete all chats kembali, hingga benar-benar proses selesai. Jika sudah, cek memory internal Anda.

Awalnya informasi aplikasi WhatsApp di memory internal saya itu sekitar seratusan MB. Sekarang tinggal 53.4MB saja, lumayan space di memory internal bisa bertambah karena aplikasi WhatsApp yang menyusut.

Apakah Anda memiliki pertanyaan terkait tutorial kali ini? Kirimkan pertanyaan Anda melalui kotak komentar yang berada di bawah tulisan ini. Dan kami akan berusaha menjawab pertanyaan yang Anda kirimkan.

Beberapa artikel tentang Tips Aplikasi WhatsApp yang mungkin Anda suka:

  1. Melindungi Gambar di WhatsApp dari Para Pengintip
  2. Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Ketahuan
  3. Pindahkan Media WhatsApp Ke SDCard
  4. Cara Hemat Internal Storage Android
  5. 7 Penyebab Kuota Internet di Android Cepat Habis

Semoga tips aplikasi whatsapp ini bisa bermanfaat untuk Anda. Oh ya, jangan lupa bagikan tulisan ini di sosial media seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path jika Anda mendapatkan manfaat dari tulisan ini. Semoga bisa menjadi solusi juga untuk teman-teman Anda di jejaring sosial.

Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari Situstarget.com (The Target Community), Anda bisa berlangganan artikel dari tim kami dengan cara mendaftarkan alamat email dan nama lengkap Anda. Setiap minggunya tim kami akan memberitahukan informasi terbaru terkait artikel yang telah dipublikasikan oleh tim kami melalui alamat email yang telah Anda daftarkan.