Mempersiapkan keuangan untuk masa depan dengan cara berhemat dan menabung di bank tampaknya tidak lagi relevan dengan kondisi perekonomian saat ini.
Pada umumnya bank hanya memberikan bunga tabungan sebesar 2% atau kurang, sementara tingkat inflasi saat ini (Juli 2016) mencapai 3,21%.
Jadi, menabung di bank tidak menambah kekayaan Anda, namun malah membuat nilai uang Anda akan semakin menurun akibat tergerus inflasi.
Solusinya, Anda harus mengalokasikan uang Anda untuk berinvestasi. Berinvestasi tidak sesulit yang Anda kira, ini 4 tips investasi untuk pemula.

1. Tetapkan tujuan investasi

Sebelum mulai berinvestasi, tetapkan dulu tujuan investasi Anda. Tujuan yang Anda tetapkan ini berkaitan dengan jangka waktu investasi. Investasi untuk hari tua pasti memiliki jangka waktu yang lebih panjang daripada investasi untuk pendidikan anak.
Baca juga: Menghindari Kejahatan Uang Palsu yang Mengintai
Tujuan yang berbeda juga berpengaruh pada jumlah dana yang diinvestasikan. Jumlah dana yang dialokasikan untuk investasi hari tua tentu menyesuaikan dengan kebutuhan hidup masing-masing individu dan memperhitungkan tingkat inflasi.

2. Pelajari risikonya

Untuk berhasil dalam melakukan sesuatu, sudah sepatutnya Anda mempelajari risikonya dengan cermat agar risiko tersebut dapat diminimalkan.
Jenis investasi ada berbagai macam dan memiliki tingkat risiko yang beragam pula. Namun ingat, investasi berisiko kecil bukan berarti yang terbaik, karena prinsip berinvestasi adalah high risk, high return.  Semakin kecil risiko investasi, semakin kecil pula tingkat pengembaliannya, begitu pun sebaliknya.
Berikut ini adalah pilihan investasi dari yang memiliki risiko terendah hingga tertinggi:

A. Deposito

Masyarakat yang enggan menanggung risiko biasanya lebih memilih deposito untuk berinvestasi. Deposito merupakan investasi bebas risiko, karena memiliki sifat seperti tabungan.
Bedanya, Anda tidak bisa bebas menarik uang sewaktu-waktu, karena ada jangka waktu yang ditetapkan oleh bank.
Baca juga: 7 Tanda Anda Telah Benar Belanja Sesuai Kebutuhan
Bunga deposito lebih tinggi daripada bunga tabungan, namun biasanya hanya memiliki selisih sedikit dengan tingkat inflasi.
Selain deposito, Anda bisa berinvestasi pada logam mulia atau properti yang juga memiliki risiko rendah. Namun, diperlukan modal yang cukup besar untuk berinvestasi pada kedua hal tersebut.

B. Obligasi

Membeli obligasi berarti Anda meminjamkan uang kepada perusahaan atau negara penerbit obligasi. Risiko obligasi terdiri dari risiko gagal bayar dan risiko penurunan harga obligasi.
Obligasi yang paling aman adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI), yang diterbitkan oleh pemerintah. Disebut paling aman karena obligasi ini telah dijamin oleh Undang-Undang No.24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, sehingga risiko gagal bayarnya rendah.
Sesuai dengan prinsip high risk hig return, ORI tidak menawarkan keuntungan yang kompetitif karena selisihnya tidak jauh dari tingkat bunga deposito.
Jika Anda ingin memiliki obligasi dengan keuntungan yang lebih tinggi, silakan membeli obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Namun, Anda harus waspada karena risiko gagal bayarnya lebih tinggi.
Oleh karena itu, cermati terlebih dahulu tujuan perusahaan dalam menerbitkan obligasi atau berutang. Jika tujuannya untuk mengembangkan usaha, Anda bisa membelinya.
Namun, Anda patut mempertimbangkan baik-baik apabila penerbitan obligasi justru digunakan untuk menutupi utang sebelumnya yang telah menumpuk.

C. Reksa dana

Jika Anda tidak memiliki waktu untuk mengelola investasi sendiri, Anda bisa berinvestasi di reksa dana. Di reksa dana, manajer investasi akan memilih instrumen keuangan dan mengelolanya.
Anda hanya perlu menerima hasilnya dan melakukan evaluasi. Ada berbagai jenis reksa dana yang dapat Anda pilih. Masing-masing jenis memiliki tingkat risiko yang beragam, tergantung dari instrumen keuangan di dalamnya.
Jenis reksa dana dari risiko yang terendah adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

D. Saham

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan waktu yang cukup serta sering berlatih, silakan berinvestasi pada saham. Tingkat pengembalian yang dihasilkan dari saham sebanding dengan tingkat risikonya yang besar.
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang matang dan emosi yang terkontrol untuk berinvestasi pada saham. Jika Anda hanya melakukannya dengan asal-asalan, berinvestasi saham tidak ada bedanya dengan berjudi.
Untuk meminimalkan risikonya yang tinggi, Anda harus melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan yang menerbitkan saham.
Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Berinvestasi Koin Perak Dirham
Analisis ini dilakukan dengan membandingkan nilai saham yang sebenarnya (nilai wajar) dengan harga saham di pasar modal.
Belilah saham yang saat itu memiliki harga jual lebih rendah daripada nilai wajarnya, karena lambat laun harga saham akan meningkat mengikuti nilai wajar.
Selain itu, perhatikan kondisi perusahaan dan kinerja laporan keuangannya.

3. Perhatikan penggunaan modal

Jangan gunakan dana darurat, dana untuk keperluan rumah tangga, atau dana pinjaman untuk berinvestasi, karena hal tersebut akan mempengaruhi psikologi Anda.
Anda akan menjadi lebih serakah dan takut berlebihan saat menggunakan dana untuk keperluan sehari-hari atau dana pinjaman.
Oleh karena itu, lebih baik Anda menabung terlebih dahulu untuk mengumpulkan dana investasi. Semakin besar modal yang Anda miliki, Anda bisa melakukan diversifikasi saham. Diversifikasi berarti berinvestasi pada saham yang diterbitkan oleh sektor industri yang berbeda.
Baca juga: Tips Memilih Safe Deposit Box di Bank yang Aman dan Nyaman
Dengan melakukan diversifikasi, risiko berinvestasi saham akan semakin ditekan. Saat melakukan diversifikasi, pilih saham yang memiliki sifat berlawanan. Misalnya, saham industri properti dan obat-obatan.
Saat perekonomian sedang bagus, harga saham properti akan meningkat. Sebaliknya, jika perekonomian sedang menurun, harga saham industri obat-obatan justru meningkat. Dengan demikian, di situasi perekonomian apa pun Anda tetap memperoleh keuntungan.

4. Banyak berlatih

Berlatih, berlatih, dan berlatih. Itulah kunci sukses dalam berinvestasi. Mulailah berlatih dengan menggunakan simulator berupa perangkat lunak.
Dengan menggunakan simulator, Anda akan melatih strategi berinvestasi tanpa khawatir mengalami kerugian. Berikutnya, Anda bisa mulai membuka rekening untuk berinvestasi dengan menggunakan modal yang kecil.
Baca juga: 10 Negara Ini Penghasil Emas Paling Banyak di Dunia
Latihan ini berguna untuk mematangkan strategi Anda dan melatih emosi.
Demikian 4 tips investasi bagi pemula. Tidak ada yang sulit sebelum Anda belajar dan mencoba. Terus ikuti tips di atas dengan konsisten dan jangan menyerah. Anda pasti bisa!

Iklan