Tips Mengamankan Akun Internet Banking

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dan terbilang Indonesia merupakan pasar yang sangat amat besar. Ada sekitar 82 juta pengguna internet. Wow!  😮

Sayangnya pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan software asli. Ya mulai dari sistem operasi yang digunakan hingga aplikasi-aplikasi lain yang tertanam di dalamnya.

Pada saat membeli sebuah laptop atau komputer usahakan untuk menggunakan sistem operasi yang asli. Kalau harga yang ditawarkan masih belum terjangkau. Anda bisa menggunakan sistem operasi seperti linux.

Software bajakan sangat rentan sekali disusupi oleh program-program jahat. Kalau sudah seperti ini, akun internet banking Anda bisa dalam kondisi yang membahayakan. Penyerang bisa saja “mengintip” aktivitas sensitif ini.

Ada banyak website, forum, atau milist yang menyediakan jasa software crackkeygenpatch, dan seterusnya untuk sebuah sistem operasi maupun software premium lainnya. Seseorang bebas men-download dari situs-situs tersebut.

Baca juga: Simpan Banyak Password Pakai LastPass Aja

Sayangnya kita tidak pernah tahu apa motivasi seseorang membagikan hal-hal di atas. Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa “di dunia ini tidak ada sesuatu yang benar-benar gratis, hingga Anda menyadarinya“.

Kasus yang marak terjadi di Indonesia waktu itu adalah seseorang memasang aplikasi antivirus palsu yang ia dapat dari situs-situs gelap, setelah di-install ternyata bukan komputer tambah aman, malah sebaliknya.

Ia memasang program jahat yang tugasnya yaitu merubah alamat website internet banking dari bank-bank kenamaan di Indonesia ke halaman login palsu yang tampilannya sangat mirip sekali dengan yang asli.

Jadi setiap membuka halaman website internet banking, si virus aktif dan bekerja lalu merubah alamat website-nya ke sebuah halaman login palsu. Si pengguna lalu login dengan id dan password di halaman login palsu tersebut.

Sehingga terekamlah password dan id dari akun internet banking yang ia pergunakan. Proses selanjutnya yaitu memunculkan sebuah popup website yang menampilkan sinkronasi token.

Kalau pengguna main percaya saja bahwa itu adalah website yang asli. Lalu ia benar-benar memasukan sinkronasi token-nya. Kemungkinan besar dana dari akun internet banking bisa pindah ke tangan orang lain.

Kasus Pencurian Internet Banking Memanfaatkan Celah Administratif di Kelurahan dan CS Operator

Di Indonesia pernah terjadi pencurian internet banking yang terbilang sudah cukup aman sistem yang disediakan oleh bank tersebut dengan memanfaatkan nomor ponsel untuk proses otentikasi.

Anda pasti pernah mendengar OTP (one time password) kan ya? Jadi setiap kali ingin login di halaman internet banking maka pengguna harus memasukan kode password yang dikirimkan oleh pihak bank melalui sms.

Kasus yang terjadi waktu itu adalah si pelaku berusaha “menggangu” sang pemilik nomor. Singkat cerita sang pemilik nomor ini pun memutuskan untuk menonaktifkan nomor tersebut (nomor ini terhubung dengan akun internet banking).

Kasus ini cukup menarik karena si pelaku berhasil mengkloning nomor tersebut dengan memanfaatkan celah pada oknum yang bekerja di kantor kelurahan nakal yang memalsukan blangko KTP dan CS Operator.

Baca juga: Tips Mengamankan Akun Facebook dari Orang-orang yang Tidak Bertanggung Jawab

Sang customer service operator ternyata tidak melakukan validasi terkait kepemilikan KTP. Si pelaku hanya menggunakan KTP aspal (asli tapi palsu) untuk proses kloning nomor ponsel tersebut.

Akhirnya nomor yang terhubung dengan akun internet banking ini pun berpindah kepemilikan dengan mudahnya karena adanya celah pada beberapa pihak, yaitu oknum kelurahan dan CS Operator.

Pencurian kode OTP ternyata tidak selalu membutuhkan proses kloning nomor. Artinya tidak perlu mengkloning simcard secara fisik saja. Pencurian bisa juga dengan memanfaatkan aplikasi jahat yang tertanam di smartphone.

Aplikasi tersebut yang akan mengkloning isi sms dan memberikannya ke si pelaku kejahatan tanpa perlu melakukan kloning nomor seperti kasus di atas. Lalu bagaimana cara memproteksi akun internet banking kita?

Tips Menghindari agar Internet Banking Tidak di Hack

  1. Selalu menggunakan sistem operasi yang asli dengan tambahan antivirus. Pastikan browser yang digunakan juga dalam keadaan up-to-date.
  2. Jangan melakukan rooting pada smartphone Anda kecuali benar-benar mengetahui konsekuensinya. Gunakan antivirus tambahan dan pastikan untuk melakukan update semua software yang terpasang.
  3. Antivirus dan firewal itu sesuatu hal yang penting sekali bagi pengguna MacOS dan Windows. Lakukan proses scanning setiap satu minggu sekali itu paling minimal sekali.
  4. Tidak menggunakan software bajakan/aspal pada komputer, laptop, maupun smartphone. Lebih baik menggunakan yang berbayar sekalian jika Anda benar-benar membutuhkannya.
  5. Gunakan username dan password yang unik dan jangan memberitahukan kepada siapapun mengenai nomor ponsel yang terhubung dengan akun internet banking Anda.
  6. Lebih baik menggunakan jaringan hotspot dari smartphone dibandingkan Wi-Fi publik seperti yang disediakan di rumah makan, hotel, taman, maupun tempat-tempat publik lainnya.
  7. Aktifkan juga fitur notifikasi pada email setiap kali ada transaksi dari akun internet banking Anda. Beberapa bank ada yang menyediakan fasilitas ini. Mohon cek ke pihak bank Anda mengenai layanan notifikasi ini.
  8. Notifikasi bisa melalui email atau melalui SMS. Contoh apabila ada penarikan atau pemasukan saldo di atas Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) harus memberikan notifikasi ke email atau SMS.
  9. Setiap transaksi yang mencurigakan harap laporkan ke pihak bank melalui nomor resmi perusahaan mereka. Jangan lupa untuk mengecek mutasi rekening Anda secara berkala.
  10. Setelah proses pengecekan mutasi, sangat disarankan untuk Anda melakukan printout buku tabungan minimal satu bulan sekali untuk mengetahui transaksi-transaksi di satu bulan kebelakang.

Kesimpulan

Salah satu cara menimalisir pembobolan akun internet banking adalah dengan belajar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keamanan IT (IT security).

Di satu sisi sitem dapat diperbaiki dengan melakukan update atau patch. Manusianya juga harus diperbaharui isi kepalanya dengan terus belajar dan belajar, hingga terbentuklah smart system dan smart people.

InsyaAllah kalau sudah demikian akan terbentuk ekosistem yang aman dan nyaman. Tidak mudah diganggu atau dirusak oleh para penjahat cyber.

Salah satu cara untuk menjadi smart people-nya yaitu dengan berlangganan artikel di Situstarget.com ini. Ada ratusan artikel yang insyaAllah bermanfaat dan siap diantarkan ke alamat email Anda setiap harinya.

Baca juga: Waspadai Hacking Email Melalui SMS Phising

Berlangganan artikel di situstarget.com cukup mudah yaitu dengan cara memasukan nama lengkap dan alamat email aktif Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan atau apabila Anda memiliki masukan terkait pembahasan kita kali ini. Mohon kirimkan komentar Anda di bawah artikel ini dan bagikan juga tulisan ini jika Anda rasa bermanfaat untuk ke teman-teman Anda yang lain di sosial media maupun aplikasi chatting.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita semua dari setiap kejahatan dari para mahluk-Nya yang ingin mencelakai atau bertindak jahat terhadap kita dan keluarga. Aamiin Aamiin ya Rabbal’alamin. 🙂