Apa itu Malware? Malware adalah singkatan dari malicious software, perangkat lunak berbahaya, yang diciptakan dan dirancang khusus untuk aktivitas kejahatan cyber seperti : mencuri, mengenkripsi, menghapus dan merusak data, mengubah dan membajak komputer, sistem komputer, tablet, perangkat seluler, dan jaringan.

Seringkali malware digunakan untuk mengambil alih kontrol secara parsial pengoperasian perangkat tertentu, seperti memata-matai aktivitas komputer tertentu tanpa sepengetahuan dan izin dari pemiliknya. Malware juga digunakan untuk peretasan pada suatu sistem dengan tujuan untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif.

Dengan kata lain, malware bisa juga disebut sebagai perangkat lunak yang diidentifikasi berdasarkan tujuan penggunaan, bukan terkait teknik atau teknologi tertentu yang digunakan untuk membuatnya. Sekarang bedanya apa dengan virus komputer?

Virus komputer bisa disebut software jahat yang digolongkan termasuk keluarga malware, namun malware belum tentu hanya sebatas virus komputer. Guna mengetahui apa saja software yang disebut sebagai malware, berikut jenis malware:

Jenis Malware Berdasarkan Ciri Khas dan Karakteristiknya

Berikut adalah beberapa jenis malware yang banyak ditemukan di Indonesia maupun di dunia. Namun tidak semua jenis malware beserta karakteristiknya ada di list berikut ini:

1. Virus Komputer

adalah malware yang mampu merusak fungsionalitas sistem, menghapus semua data yang ada di harddisk, dan merusak file. Jenis malware ini dapat menyebar dengan cepat dan luas, dengan cara menginfeksi program yang ada di komputer, menyalin dirinya sendiri melalui komputer dan jaringan.

Biasanya virus komputer menyamar sebagai file gambar, dokumen, musik, dan video namun dengan ekstensi akhir sebagai file .exe, lalu aktif saat pengguna membuka program tersebut.

2. Worm

adalah jenis malware yang memiliki karakter seperti cacing, yaitu malware ini dapat mereplikasi diri tanpa perlu program host dan menyebar dengan cepat tanpa ada interaksi atau arahan dari si pembuat malware.

Saat perangkat terinfeksi worm, malware ini akan berusaha untuk melanjutkan penyebaran infeksi. Worm akan mencoba untuk menyebarkan diri menggunaakan kartu jaringan yang terhubung, baik di jaringan lokal maupun internet.

3. Trojan

Berbeda dengan virus dan worm, trojan menyamarkan diri seperti software yang sah. Namun malware ini akan bekerja secara diam-diam untuk mendapatkan akses ke suatu sistem, serta membuat backdoor untuk memasukkan malware jenis lain masuk ke sistem yang berhasil diretas.

Torjan sendiri berasal dari mitologi Yunani, yaitu sebuah patung kuda raksasa yang berisi pasukan perang Yunani, saat perang melawan suku Troya. Patung kuda tersebut dihadiahkan untuk suku Troya, yang tidak lain hanya sebuah jebakan.

Saat hadiah diterima dan dibawa masuk ke wilayah kota Troya. Saat malam hari, pasukkan Yunani membuka gerbang kota Troya dan pasukan perang Yunani akhirnya berhasil menaklukan kota Troya berkat patung kuda raksasa tersebut.

4. Spyware

Malware yang dirancang khusus untuk memata-matai korban dengan cara bersembunyi di latar belakang dan mengumpulkan informasi tanpa sepengetahuan dan izin dari pengguna, seperti detail kartu kredit, kata sandi, kebiasaan browsing, dan informasi sensitif lainnya, lalu keseluruhan informasi tersebut dikirim ke si penyerang.

5. Ransomware

Saat virus, worm, trojan, dan spyware bekerja secara sembunyi-sembunyi di balik layar. Ransomware justru malah menampilkan dirinya secara terang-terangan ke si korban.

Ransomware bekerja dengan cara mengunci komputer, mengenkripsi file, dan mengancam akan menghapus seluruh data kecuali korban membayar uang tebusan.

Korban dari keganasan malware ini sudah banyak, termasuk organisasi besar seperti rumah sakit, perbankan, kepemerintahan, dan sebagainya.

Perlu diketahui saat korban membayar uang tebusan sekalipun, belum tentu data yang dikunci bisa kembali. Sedihkan kalau sampai terinfeksi malware seperti ini.

6. Adware

Malware ini memaksa browser untuk membuka halaman iklan berkali-kali, bahkan pada iklan tertentu browser akan otomatis mengunduh malware yang lebih berbahaya lagi.

Halaman iklanpun tidak bisa langsung ditutup oleh browser, kamu harus terlebih dahulu mengklik iklan, baru halaman iklan bisa ditutup. Klik iklan seperti itu memang yang diharapkan oleh si pembuat adware.

Karena semakin banyak orang yang mengklik iklan, otomatis pendapatan dari si pembuat adware akan bertambah. Iklan yang muncul juga sangat menjengkelkan.

Umumnya bersifat popup atau menyembul secara otomatis saat browser mengakses halaman iklan tersebut. Di perangkat seluler, iklan semacam ini yang bikin baterai cepat habis.

Dalam banyak kasus, adware juga dipergunakan oleh pengiklan agar dapat menggunakan cookie untuk melacak halaman web yang dikunjungi oleh pengguna, untuk menargetkan iklan yang lebih tepat sasaran.

7. Botnet

Botnet merupakan kepanjangan dari robot network, adalah jaringan komputer yang terinfeksi, yang sengaja diciptakan dengan tujuan pengendalian tunggal oleh si penyerang.

Botnet sering digunakan sebagai pasukan di balik penyerangan DDoS (distributed denial-of-service attack).

8. Keylogger

Malware yang digunakan untuk memonitoring sistem dengan tujuan merekam segala aktivitas pengguna saat mereka menggunakan komputer, seperti saat membuka email, menjalankan program, dan penekanan setiap tombol pada keyboard.

Apa yang dicari? Tentu saja informasi dan data yang bersifat rahasia, seperti username dan password internet banking, detail kartu kredit, percakapan email, dan masih banyak hal lainnya lagi.

Bagaimana Malware Menyebar?

Setiap jenis malware memiliki cara tersendiri yang unik untuk menyebar dan menginfeksi sistem. Beberapa malware ada yang didistribusikan melalui file lampiran pada email, ada juga yang disebarkan melalui pesan whatsapp atau media sosial.

Software bajakan, website yang berhasil diretas dan disusupi malware, halaman iklan yang menawarkan aplikasi gratis untuk pengguna Android, macOS, Windows, dan iOS, dan masih banyak cara lain.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Serangan Malware?

Sebelum perangkat kamu terinfeksi malware, ada baiknya baca tips berikut ini untuk meminimalisir peluang perangkat kamu terserang malware. Karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

1. Jangan Percaya dengan Orang Asing

Saat ada orang asing yang menawarkan sebuah aplikasi tertentu yang kamu sendiri ragu itu mengadung malware atau tidak. Sebaiknya langsung ditolak dan jangan diklik untuk dijalankan.

Kamu bisa melakukan pengecekan sebuah file apakah bervirus atau tidak dengan memanfaatkan layanan virustotal. Caranya tinggal unggah file yang dicurigai atau copy paste link-nya saja ke halaman web virustotal.

Biarkan layanan itu bekerja sendiri, lalu hasilnya akan terlihat. Apakah file tersebut aman untuk dibuka atau tidak.

2. Hindari Akses ke Web Crack

Penyebaran malware terbanyak adalah di situs-situs download film dan software bajakan. Tidak hanya ada adware tetapi juga banyak sekali malware berbahaya didistribusikan melalui situs download semacam ini.

Jika kamu membutuhkan software premium, selalu berusahalah untuk membeli software original, bukan yang hasil crack atau bajakan. Tidak akan pernah bisa kamu terlindungi dari malware jika masih menggunakan aplikasi bajakan.

3. Instal Aplikasi Antivirus Terkemuka

Proteksi berikutnya yaitu kamu perlu menginstal aplikasi antivirus di perangkat yang kamu miliki. Adapun antivirus terkemuka yang sudah terpercaya yaitu Kaspersky dan Bitdefender.

Semua perangkat seperti laptop, komputer, smartphone, maupun perangkat lainnya yang memiliki sistem operasi Linux, MacOS, Windows, iOS dan Android perlu dipasangi antivirus untuk proteksi yang nyata dari serangan malware.

Sekarang kamu sudah mengetahui apa itu malware dan cara melindungi diri dari serangan malware.

Sebenarnya tips dan cara terhindar dari infeksi malware tidak hanya tiga poin di atas saja.

Kalau kamu punya pengalaman yang lain, silahkan di share pada kotak komentar di bawah artikel ini ya.

Berlanggan Artikel

Daftarkan email kamu melalui kotak subscribe di bawah ini.