Baik, untuk artikel kali ini saya akan membahas bagaimana kesalahan-kesalahan seseorang ketika ia mau mulai suatu pembicaraan dengan orang lain yang ia sudah kenal sebelumnya atau dengan orang yang baru ia kenal di suatu pertemuan formal maupun non formal.

Judulnya dari artikel yang saya buat hari ini, klo disingkat bisa menjadi Awas BJB di dalam percakapan Anda ๐Ÿ˜€ , dan soal Awas BJB dalam artikel di sini akan banyak membahas tentang bagaimana cara Anda mengawali suatu pembicaraan. Mengapa hal tersebut penting? Karena ada kalanya beberapa di antara Anda kesulitan dalam mengawali suatu pembicaraan. Bukan?

Bisa Anda coba banyangkan misalnya Anda sedang berada di suatu acara penting, dan berkumpul dengan orang-orang penting dari berbagai penjuru kota dari Indonesia, tetapi Anda belum bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk berkenalan dengan mereka, membangun relasi atau network karena permasalahan sederhana yaitu karena Anda tidak tahu harus bagaimana mengawali pembicaraan dengan mereka, betul?

Jika Anda membenarkan dari permasalahan di atas, mari kita hancurkan masalah tersebut dengan cara Anda terus membaca artikel ini hingga selesai. Dahulu saya juga punya pengalaman yang sama soal bingung mau berbicara dari mana ketika saya bertemu dengan orang baru di suatu acara penting, atau ketika saya baru bertemu dengan sabahat yang telah kenal sejak lama, namun lama tidak berjumpa dan kebetulan bertemu di suatu acara pertemuan.

Bingung memulai percakapan

Bingung memulai percakapan

Pasti ada perasaan kikuk, bingung, sungkan, malu, takut, dan hal-hal ‘aneh’ lainnya di dalam hati kan? Bener apa bener hayo? Hehe. ๐Ÿ˜€ jika hal tersebut memang yang Anda rasakan, perasaan tersebut wajar kok terjadi, namun perlu kita sadari juga bahwa momentum untuk berkenal atau menjalin tali silaturahmi dengan orang-orang penting itu tidak datang untuk dua kali. Jadi alangkah lebih baiknya daripada momentum tersebut hilang sia-sia begitu saja lebih baik kita mempersiapkan diri guna kedepan barangkali kita memiliki kesempatan untuk datang dan berjumpa dengan mereka di suatu acara tertentu.

Baik ada hal-hal yang perlu diperhatikan di sini di dalam mengawali suatu pembicaraan, apa saja itu? Mari kita bahas sama-sama. Oh ya jika manteman punya pengalaman yang sama bisa sharing dan cerita pengalamannya di artikel ini dengan cara kirim komentar di bawah artikel ini, sehingga teman-teman yang lain bisa belajar dari pengalaman yang Anda sampaikan. ๐Ÿ˜€

1. BJB nanya kabar dia tetapi kamu tidak tanggapi?!

Ada kalanya karena bingung dengan topik yang ingin dibahas sebelum berkenalan, Anda membuka topik perbincangan dengan menanyakan soal kabar dari orang tersebut, namun sayangnya ketika ia menjawab kabar tentang dirinya, Anda malah mengganti topik pembicaraan, dan tidak merespon apa yang ia bicarakan tentang kabar dirinya. Sebagai contoh lihat percakapan di bawah ini:

A: Hai, bro apa kabar?

B: Kabar saya akhir-akhir ini sedang terkena serangan jantung

A: Oh gitu, ngomong-ngomong lo dari perusahaan mana?

B: (Dalem hati: Mending lo ga usah nanya kabar gw.. ) #hehe

Contoh topik pembicaraan di atas itu saya sumpah ngarang bebas. hehe tapi sebagian ada loh yang menanyakan kabar dari lawan bicara, tetapi ketika lawan bicaranya sudah menjawab apa yang disampaikan ia malah mengganti topik pembicaraan yang lain. Ingat seni dalam komunikasi adalah “Jika seseorang ingin tertarik kepada suatu pembicaraan yang Anda bawakan, maka pastikan terlebih dahulu Anda tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.”

2. BJB nanya hal-hal yang terlalu pribadi

Jika memang Anda sudah lama tidak bertemu dengan teman Anda tersebut, walaupun Anda sudah kenal dengannya, maka ada baiknya untuk Anda tidak menanyakan hal-hal yang terlalu pribadi dari mereka. Ada kalanya mungkin Anda ketika bertemu dengan mereka seperti ada rasa canggung untuk duluan untuk menyapa atau menegur.

Mungkin karena Anda lupa dengan namanya atau Anda hanya mengenal dirinya melalui nama ejekan ketika zaman sekolah dahulu, sayangnya ia telah berkontak mata dengan diri Anda. Apa yang harus dilakukan? Rumusnya adalah apabila ada seseorang yang berkontak mata dengan Anda lebih dari 3-5 detik, maka tidak ada salahnya jika Anda memberikan senyuman yang tulus kepadanya. Ingat senyumlah yang seimbang antara bibir kanan dan kiri Anda. Mengapa? Karena senyuman yang tidak simentris menunjukan atau menerjemahkan senyuman sinis. Senyuman juga mampu melunar kepada orang yang disenyumi loh.

Dekati, dan cobalah melangkah pasti ke arahnya, berikan senyuman yang hangat. Sebelum awal pembicaraan dimulai ada baiknya Anda menyapanya dan berjabat tangan. Dalam berjabat tangan pastikan Anda menggengam tangannya tidak terlalu kuat, dan tidak juga terlalu lembek. Durasi waktu berjabat tangan juga tidak terlalu lama, dan juga tidak terlalu cepat. Seseorang bisa saja membaca karakter Anda melalui jabatan tangan. Maka lakukan dengan pasti, dan dengan cara yang benar seperti gambar di bawah berikut ini

Cara Berjabat Tangan

Cara Berjabat Tangan

Setelah memberikan senyum yang hangat ketika sudah kontak mata, berjalan dengan tegas kearahnya, lalu Anda menyapanya. Ingat jangan tanyakan hal-hal yang terlalu masuk ke pribadinya, tetapi Anda bisa berbincang dimulai dari acara yang sedang kalian hadiri saat itu, mulai dari konsep acara, artis atau pembicara yang hadir, dll. Topik pembicaraanpun bisa menyingung soal cuaca atau bencana yang terjadi saat ini atau beberapa hari kebelakang, hindari pembahasan topik politik, meskipun asik untuk diperbincangkan. Mengapa hal tersebut dilarang membahas topik politik? Mungkin Anda punya jawaban tersendiri, dan saya mohon ketersediaan Anda untuk mengirimkan alasan mengenai hal tersebut di kotak komentar di bawah ini. ๐Ÿ˜€

3. Apa pengalaman Anda soal BJB dalam mengawali suatu pembicaraan?

Bagaimana pengalaman Anda para pembaca setia website Dedeobi.com soal BJB ketika mengawali suatu pembicaraan? Pernahkah Anda melakukan kesalahan-kesalahan seperti yang ada di atas? Sharing pengalaman Anda di sini agar kita bisa saling belajar dari pengalaman hidup Anda.