Panduan Sederhana Belajar Mengaji untuk Pemula

Islam merupakan salah satu agama yang memiliki jumlah penganut paling banyak di dunia. Seperti yang anda ketahui bahwa Islam memiliki tujuan utama sebagai sebuah agama yakni untuk menciptakan perdamaian di dunia.

Tidak hanya hidup damai di sesama pemeluk agama Islam saja melainkan juga berdamai dengan pemeluk agama lainnya di dunia. Dengan kata lain Islam merupakan agama yang sebenarnya sangat mentoleransi adanya perbedaan.

Di dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa selama perkembangan agama Islam, Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa telah menurunkan beberapa kitab terdahulu sebelum turunnya Al-Qur’an.

Sehingga turunnya kitab terakhir yakni Al-Qur’an merupakan pelengkap kita-kitab sebelumnya dan diturunkan dengan bahasa yang lebih dimengerti oleh umat manusia. Oleh karena itu belajar mengaji merupakan salah satu hal penting yang harus kita lakukan di dalam hidup. Sebab mengaji merupakan salah satu bekal kita saat berada di alam yang kekal nanti.

Berikut beberapa kitab yang pernah diturunkan oleh Allah SWT sebelum adanya Al-Qur’an, diantaranya :

  1. Kitab Taurat. Merupakan kitab suci agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Musa As. Kitab ini pada zamannya digunakan sebagai pedoman hidup untuk kaum Bani Israil sehingga mempergunakan bahasa Ibrani. Pada dasarnya hal-hal yang terkandung di dalam kitab ini terdiri dari empat pokok bahasan yaitu mengenai ajaran Tauhid atau mengesakan Allah SWT, nasehat-nasehat kebaikan, hukum-hukum syariah Islam, dan kisah atau sejarah nabi-nabi terdahulu.
  2. Kitab Zabur. Merupakan kitab suci agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Daud As. Kitab ini juga diperuntukkan sebagai pedoman hidup kaum Bani Israil. Tetapi pada kitab ini bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Qibti. Selain dikenal dengan kitab Zabur, kitab ini juga memiliki nama lain yakni Mazmur.
  3. Kitab Injil. Merupakan kitab suci agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Isa As. Kitab ini juga ditujukan sebagai pedoman hidup yang mengingatkan kaum Bani Israil untuk kembali ke zaman yang benar dan menjauhi segala tindakan zuhud atau kerakusan dan ketamakan duniawi.

Setelah mengetahui kitab-kitab terdahulu sebelum Al-Qur’an beserta isi kandungannya, maka selanjutnya ada baiknya jika anda mengetahui sejarah diturunkannya Al-Qur’an sehingga bisa mengetahui pentingnya belajar mengaji saat ini.

Sejarah diturunkannya Al-Quran

Nabi Muhammad SAW merupakan seorang anak yatim piatu yang merupakan putra dari Abdullah dan Aminah. Seperti yang anda ketahui bahwa semenjak Nabi kecil, baginda Nabi diasuh dan dibesarkan oleh pamannya yang bermana Abu Thalib.

Bersama pamannya, baginda Nabi sudah diajarkan untuk berniaga semenjak kecil karena sang paman selalu mengajak Nabi Muhammad SAW di kota Mekkah yang merupakan kota perdagangan terbesar di Arab Saudi pada kala itu.

Setelah pamannya meninggal, baginda Nabi masih tetap menggeluti dunia niaga hingga bertemu dengan seorang saudagar kaya raya yang bernama Khadijah.

Seiring berjalannya waktu, Khadijah sangat menyukai baginda Nabi karena ketulusan dan kebaikan hatinya di dalam berdangang. Sehingga tepat di usia baginda yang ke 25 tahun, Nabi menikah dengan Khadijah yang saat itu berusia 40 tahun.

Melihat kehidupan penduduk Mekkah yang sangat tidak manusiawi pada saat itu, membuat Nabi Muhammad yang semakin beranjak dewasa sering mengasingkan diri merenung ke Gua Hira.

Selama merenung, Nabi selalu memikirkan tentang penciptaan alam beserta segala macam penghuni alam, bagaimana baginda bisa merubah kehidupan penduduk di kala itu.

Saat itu banyak sekali terjadi kebiadaban di wilayah Mekkah seperti berzina, menguburkan anak perempuan dan wanita secara hidup-hidup, menyembah berhala, tamak terhadap harta duniawi, dan lain-lain.

Sehingga tak heran di kala itu manusia disebut hidup di dalam masa Jahiliyah atau masa yang penuh dengan kebodohan manusia. Pada satu malam di Gua Hira, beliau didatangi oleh Malaikat Jibril yang diriwayatkan memiliki sayap yang membentang dari ufuk Barat hingga ufuk Timur.

Terkejut dengan keajaiban tersebut, Nabi buru-buru pulang menemuni Khadijah dalam keadaan ketakutan dan menggigil hebat. Nabi menceritakan bahwa ketika Malaikat Jibril datang, Malaikat mengucapkan kalimat yaitu Iqra’ yang artinya Bacalah!

Nabi yang merupakan seorang ummi atau tidak bisa membaca dan menulis selalu membalas perkataan Malaikat Jibril dengan kalimat “ saya tidak bisa membaca”. Malaikat Jibril kemudian mendekap Nabi Muhammad sehingga baginda merasa sesak. Setelah itu Malaikat Jibril membacakan surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Semenjak kejadian tersebut, baginda telah resmi menjadi Nabi Muhammad SAW yang bertugas untuk menyebarkan ajaran agama Islam dan membawa manusia kembali hidup menuju ke jalan yang benar.

Setelah peristiwa tersebut Nabi Muhammad terus menerima firman-firman Al-Qur’an selama 22 tahun 2 bulan 22 hari sebagai wahyu Allah SWT. Firman-firman yang terkandung di dalam Al-Qur’an turun di dua kota yakni Madinah sehingga surahnya disebut sebagai Madaniyah dan kota Mekkah sehingga disebut sebagai surat Makkiyah. Surat Al-Qur’an yang pertama sendiri diturunkan pada 17 Ramadhan yang dipercayai sebagai Malam Nuzulul Qur’an.

Fungsi-fungsi Al-Qur’an di dalam kehidupan

Setelah mengetahui peristiwa bersejarah diturunkannya kitab pelengkap ajaran agama Islam ini, maka hal yang  selanjutnya wajib anda ketahui adalah mengenai fungsi kehadiran Al-Qur’an di dalam kehidupan manusia.

Sehingga saat belajar mengaji nanti anda benar-benar mendalami setiap pengetahuan yang anda dapatkan. Beriktu beberapa fungsi Al-Qur’an yang bisa anda dapatkan jika mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :

  1. Memiliki fungsi dalam hal petunjuk dan nilai-nilai dasar kehidupan. Tak heran jika saat ini Al-Qur’an merupakan salah satu kitab suci yang memiliki isi kandungan paling lengkap. Sebab di dalam kitab suci ini terdiri dari 30 juz 114 surat 6666 ayat. Kitab suci Al-Qur’an merupakan kitab yang mengandung pedoman lengkap untuk manusia dalam bertindak di dunia untuk menuju ke jalan kebenaran dan keselamatan. Selain itu ketika menghadapi suatu masalah maka anda dapat mencari solusi di Al-Qur’an.
  2. Memiliki fungsi mengenai kehidupan lainnya yang kekal. Seperti yang kita ketahui bahwa di dalam ajaran agama Islam dijelaskan bahwa setelah kematian akan ada saatnya seluruh manusia hidup di alam yang kekal yaitu akhirat. Di akhirat nanti akan ada dua alam abadi yaitu Surga dan Neraka. Al-Qur’an tentunya memiliki semua pengetahuan yang anda butuhkan untuk bisa menjadi penghuni Surga yang kekal dan terjauhkan dari Neraka. Selain itu kitab suci ini juga memberikan pengetahuan kepada manusia mengenai makhluk gaib lainnya seperti jin, malaikat, dan setan. Dimana utama manusia adalah untuk mengimani atau mempercayai semua ciptaan Allah SWT meskipun yang bersifat ghaib atau tak kasat mata.
  3. Memiliki fungsi untuk menyediakan sejarah atau kisah manusia terdahulu. Selain berfungsi sebagai kitab pedoman hidup yang utama, Al-Qur’an juga memiliki fungsi lainnya yang tak kalah penting. Kitab suci ini memiliki kisah lengkap kehidupan para Nabi Allah SWT terdahulu beserta kehidupan manusia terhadulu. Tujuan utama dari isi kandungan ini adalah sebagai bahan pelajaran yang dapat dipetik oleh manusia saat ini. Sehingga tidak akan melakukan kesalahan hal yang sama.
  4. Sebagai sumber pengetahuan ilmiah manusia. Seiring berkembangnya zaman banyak sekali para ilmuwan yang mempublikasikan berbagai macam teori tentang penciptaan alam dan isinya. Namun perlu anda ketahui bahwasanya seluruh pengetahuan tersebut sudah dijelaskan dengan sangat rinci di Al-Qur’an. Selain mengenai penciptaan alam semesta, Allah SWT juga memberikan pengetahuan detail kepada manusia bagaimana penciptaan manusia di awal masa kehidupan. Selanjutnya Allah SWT juga memberikan pengetahuan bagaimana bisa seorang manusia terbentuk di dalam rahim seorang ibu selama 9 bulan.
  5. Sebagai peringatan untuk manusia. Selain memberikan pedoman hidup dan pengetahuan untuk manusia, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai kitab suci yang memperingatkan manusia. Peringatan ini berfungsi untuk selalu mengingatkan manusia agar menjauhi segala larangan Allah SWT dan menjalankan semua perintah-Nya.

Pentingnya belajar mengaji Al-Qur’an dengan benar

Meskipun zaman sudah semakin modern tetapi saat ini masih saja banyak ditemui umat muslim yang kesulitan untuk membaca Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci agama Islam yang berfungsi sebagai pedoman hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Sehingga tentunya akan sangat rugi sekali apabila sebagai umat Islam tidak bisa mengaji dengan benar. Berikut akan dijabarkan beberapa keutamaan membaca Al-Qur’an agar anda semangat untuk belajar mengaji, diantaranya :

  1. Mampu mendatangkan syafaat. Seperti yang anda ketahui bahwa syafaat atau penolong merupakan satu-satunya hal yang dibutuhkan oleh manusia di hari akhir nanti. Terutama saat Yaumul Hisab atau masa penghitungan dimana seluruh aman manusia semasa hidup baik perbuatan baik maupun tidak baik akan diperhitungkan sebagai penentu apakah manusia tersebut akan menghuni Surga atau Neraka. Hanya syafaatlah yang akan memberikan kecerahan pada manusia di hari akhir, yang bisa anda dapatkan dengan rajin membaca Al-Qur’an.
  2. Mampu menyembuhkan penyakit hati. Tanpa anda sadari lika-liku kehidupan duniawi mampu untuk membuat seorang manusia memiliki penyakit hati yang begitu banyak. Penyakit hati yang dimaksud merupakan rasa iri, dengki,sombong, dendam, suka pamer, dan lain-lain. Dimana Nabi Muhammad SAW bernah bersadbda bahwa hanya dengan membaca Al-Qur’an seseorang dapat terbebas dari hati yang berkarat atau memiliki penyakit hati.
  3. Bisa mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi diriwayatkan bahwa setiap manusia yang membaca satu huruf Al-Qur’an maka akan diganjar dengan satu kebaikan.

Dimana satu kebaikan tersebut bernilai dengan 10 pahala, maka apabila anda membaca Alif Lam Mim, maka anda sudah mendapatkan 30 pahala. Bayangkan saja jika dalam satu hari anda membaca 100 ayat saja, maka pahala yang anda dapatkan sudah sangat banyak. Oleh karena itu jangan pernah malas untuk belajar mengaji demi kehidupan yang lebih baik.

Tips belajar mengaji untuk anak-anak

Mengajarkan cara membaca Al-Qur’an sebenarnya sudah bisa anda lakukan sejak dini bahkan ketika anak anda mulai belajar untuk berbicara. Sebab dengan begitu anda akan menanamkan kebiasaan untuk mengaji kepada anak anda. Berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan agar anak belajar mengaji sedini mungkin, diantaranya :

  1. Menyediakan media belajar mengaji. Seiring berkembangnya zaman maka saat ini pun sudah tersedia beragam media yang khusus dirancang untuk anak agar tertarik belajar membaca Al-Qur’an. Sehingga anda dapat menyediakan buku-buku yang berisikan dengan huruf-huruf hijaiyah. Biasanya ragam buku tersebut memiliki warna dan tampilan yang variatif sehingga sangat menarik untuk anak-anak belajar mengaji.
  2. Ikut serta dalam TPA. Saat anak mulai beranjak dewasa memasuki usia 2 atau 3 tahun, maka anda dapat mendaftarkan anak anda ke dalam kelas TPA di masjid terdekat. Biasanya anak anda akan lebih senang belajar mengaji dengan cara ini karena sekaligus bisa bermain dengan teman sebayanya. Selain itu metode belajar kelompok pada anak-anak juga terbukti mampu untuk meningkatkan motivasi anak.
  3. Memberikan hadiah. Saat anak mulai memasuki usia 5 tahun maka anda sudah dapat memberikan target kepada anak. Misalnya saja anda sudah bisa meminta anak anda untuk paling tidak menghafalkan satu ayat perharinya. Dimana ketika target terpenuhi maka anda dapat memberikan hadiah untuk menjaga motivasi si kecil dalam belajar mengaji.

Tips belajar mengaji untuk orang dewasa

Belajar mengaji untuk orang dewasa memang lebih mudah dilakukan karena tidak perlu lagi trik-trik khusus seperti yang diterapkan pada anak-anak hanya untuk memancing munculnya motivasi belajarnya. Berikut beberapa cara yang bisa anda terapkan untuk bisa cepat membaca Al-Qur’an dengan lancar pada orang dewasa, diantaranya :

  1. Mulai dengan mengenali ragam huruf hijaiyah dan tanda baca. Bagi anda yang pernah mengikuti kelas TPA dan mulai belajar mengaji dari tahapan membaca Iqra’. Maka hal ini tentunya tidak sulit untuk dilakukan. Tetapi akan ada beragam tanda baca lainnya yang lebih rumit untuk anda pelajari agar tidak salah dalam membaca Al-Qur’an.
  2. Lanjutkan dengan pemahaman mengenai tajwid. Tajwid merupakan salah satu komponen penting yang harus dipelajari saat belajar mengaji. Sebab tajwid mengajarkan anda untuk bisa membaca setiap ayat Al-Qur’an dengan pengucapan dan bunyi yang tepat.
  3. Selalu didampingi ahli. Saat dewasa fokus utama anda dalam belajar mengaji adalah agar bisa membaca, memahami, dan mempraktikkan setiap ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Sehingga bacaan anda harus tetap dipantau oleh ahli saat belajar mengaji agar tidak terdapat kesalahan dalam membaca yang bisa merubah arti dari ayat Al-Qur’an tersebut.

Demikian artikel ini, semoga dapat  memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda.