Ketika masa sekolah SMA saya pernah mengikuti kejuaraan lomba lari cepat, waktu itu kebetulan lomba diselenggarakan di kampus saya sekarang ini. Pesertanya dari SMA atau SMK se-Kota Depok.

Seperti biasa sebelum mengikuti perlombaan tersebut. Sekolah saya mengadakan pemusatan pelatihan. Setiap sore dan pagi hari kita lari pagi keliling lapangan di dekat sekolah.

Setelah sering berlatih, kami satu per satu test kemampuan untuk melihat kemampuan masing-masing. Dari test awal sebelum pemusatan latihan ternyata sesusah pemusatan latihan hasilnya sangat beda sekali. Sesudah pemusatan latihan kami lebih cepat beberapa detik.

Hari sabtu depan adalah waktu perlombaan dimulai. Seperti biasa kita berkumpul, registrasi, dapat nomor urut untuk lari, dan menunggu dipanggil oleh juri. Pesertanya cukup banyak, sehingga perlu menunggu untuk mendapatkan giliran.

Tiba saatnya menjadi orang yang dipanggil oleh juri untuk berlomba. Ketika pluit ditiupkan, saya berlari kencang ke arah garis finish. Namun saat melihat kiri dan kanan saya ternyata mereka lebih cepat larinya dibandingkan saya. Alhasil saya berada di posisi ke-3. Terpaut hanya satu atau dua detik saja.

Hal ini menjadi mengingatkan saya tentang betapa pentingnya waktu yang kita miliki. Bayangkan hanya perbedaan satu atau dua detik saja. Sudah terlihat siapa yang menjadi pemenangnya dalam kompetisi. Hidup juga bukannya sebuah kompetisi? Kompetisi di mana yang lebih bertakwa ia adalah pemenangnya?

So, berapa banyak waktu yang telah dihabiskan dengan berleha-leha? Ingat, hidup itu adalah kompetisi. Pemenang awal dapat dilihat ketika masih di dunia, dan pemenang akhir dapat dilihat ketika di akhirat kelak.