Saya sendiri pernah mengalami masa-masa kebangkrutan bisnis ketika masih berstatus mahasiswa pada semester 3 dan 4. Ketika bisnis bangkrut alhamdulillah punya utang di sana-sini dan pusingnya minta ampun. Bahkan pada saat itu saya tidak berani pulang ke rumah.
Selama beberapa bulan setiap malam selalu dihantui ketakutan dan kecemasan. Pada artikel kali ini saya akan berbagi pengalaman saya tentang cara evaluasi diri ketika bisnis bangkrut. Memang penyebab dari bangkrutnya suatu bisnis bisa berdasarkan dua faktor, yaitu faktor internal maupun eksternal.
Namun kali ini saya akan membahas faktor internal dari diri si pelaku bisnis itu sendiri. Karena tidak sedikit para pebisnis muda yang ketika bisnisnya sudah mulai tumbuh dan berkembang. Muncul di dalam hatinya rasa ingin pamer atas keberhasilan bisnis yang ia lakukan. Sebutan atas penyakit ini adalah Penyakit OKB (Orang Kaya Baru). Padahal dalam skup bisnis yang lebih besar skalanya. Bisnisnya belum ada apa-apanya.
Evaluasi yang bisa Anda lakukan ketika bisnis Anda bangkrut, yaitu:

1. Berusahalah untuk Menerima Keadaan

Berusahalah untuk menerima kegagalan Anda

Berusahalah untuk menerima kegagalan Anda untuk sebuah pelajaran Photo Credit: Simon Lieschke via Compfight cc


Sebelum Anda memulai untuk mengevaluasi diri Anda. Hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu belajarlah untuk menerima keadaan yang saat ini Anda sedang hadapi. Tenangkan pikiran Anda dan berhentilah untuk menyalahkan siapapun. Jika Anda sudah berhasil untuk menjalankan poin pertama maka poin berikutnya bisa Anda kerjakan.
Namun apabila Anda belum bisa menerima keadaan. Stop, jangan lanjutkan untuk membaca artikel ini. Temukan terlebih dahulu cara untuk menerima keadaan yang saat ini sedang Anda alami. Berusahlah untuk berlapang dada. Right? Gimana, apa yang Anda rasakan jika Anda bisa menerima keadaan tersebut dengan lapang dada? Masalahnya terasa lebih ringan bukan? Good!

2. Evaluasi Kegiatan Anda Tiga Bulan Kebelakang

Apa yang Anda lakukan selama tiga bulan kebelakang?

Apa yang Anda lakukan selama tiga bulan kebelakang? Photo Credit: vissago via Compfight cc


Sebelum bisnis Anda benar-benar dinyatakan bangkrut. Izinkan saya bertanya kepada Anda. Pada tiga bulan terakhir sebelum bisnis Anda dinyatakan bangkrut, hal apa yang Anda lakukan? Bersantai-santai ria ketika banyak masalah aka lari dari masalah atau berusaha menghadapinya? Menghambur-hamburkan uang atau berhemat? Berkonsultasi dengan yang ahli atau malah trial-error dalam mengambil keputusan/kebijakan strategis perusahaan? Bagaimana performa kegiatan produktivitas Anda selama tiga bulan terakhir, fokus hanya pada masalah atau solusi dari masalah? Anda sendiri ya yang bisa menjawabnya.

3. Tiga Bulan Terakhir Buku Apa yang Anda Baca?

Tiga bulan terakhir Anda baca buku apa?

Tiga bulan terakhir Anda baca buku apa? Photo Credit: BrownGuacamole via Compfight cc


Pada poin ketiga ini saya ingin bertanya kepada Anda. Pada tiga bulan terakhir ini, apakah Anda membaca sebuah buku atau tidak sempat sama sekali? Dulu zaman kita SD, guru kita pernah bilang bahwa buku adalah jendela dunia. Apapun permasalahan yang sedang Anda hadapi. Misalnya masalah marketing, aftersales, dan team work yang berantakan dan seterusnya.
Saya menyakini sudah banyak buku-buku yang dapat menjawab permasalahan dalam bisnis yang sedang Anda hadapi. Sekali lagi, fokuslah dalam solusi menyelesaikan masalah. Secepat mungkin, identifikasikan permasalahan bisnis Anda, lalu cari solusinya. Salah satu cara mendapatkan solusi tersebut bisa dari buku-buku. Sempatkan juga membaca manual book yang Allah kasih ke kita, yaitu Al-Quran. InsyaAllah, itu juga bisa meredakan atau bahkan menghilangkan kehawatiran dalam hati.

4. Tiga Bulan Terakhir Siapakah Orang Penting yang Anda Temui?

Siapakah orang penting yang Anda temui pada tiga bulan terakhir?

Siapakah orang penting yang Anda temui pada tiga bulan terakhir? Photo Credit: IAEA Imagebank via Compfight cc


Pertanyaan berikutnya adalah siapakah orang penting yang Anda temui pada tiga bulan terakhir sebelum bisnis Anda benar-benar dinyatakan bangkrut? Apakah seorang konsultan, trainer, motivator, CEO perusahaan yang lebih besar dari perusahaan Anda saat ini, atau bahkan seorang ustad? Mereka semua memiliki peranan yang dapat menggali potensi terpendam dari diri Anda. Mengapa saya bilang terpendam?
Ya karena bisa jadi potensi itu tertutupi emosi negatif seperti stress, karena memikirkan masalah yang ada di bisnis Anda. Misalnya seorang CEO perusahaan yang lebih besar, bisa memberikan solusi aplikatif yang bisa Anda dan tim kerjakan. Bisa juga misalnya seorang ustad memberikan nasihat keagamaan sehingga meningkatkan kecerdasan spiritual Anda. Sehingga Anda menjadi pribadi yang tangguh dan kuat secara mental, dan setersunya.
Atau bisa malah sebaliknya, Anda malah lebih sering bertemu dengan seorang cashier di mall kenamaan di Jakarta. Karena tiga bulan terakhir Anda malah stress eating dan tidak melakukan hal-hal penting terkait bisnis misalnya atau Anda malah sibuk berbelanja ini itu dikala bisnis sedang banyak masalah, yang harus cepat ditangani dan diselesaikan. Itu semua lagi-lagi hanya Anda sendiri yang dapat menjawabnya. Semoga tips ini bisa bermanfaat. Mohon bantu sebarkan di sosial media (Facebook dan Twitter) yang Anda miliki ya jika Anda rasa artikel ini bermanfaat 🙂