Modus penipuan saat ini sudah semakin beraneka ragam. Dari mama minta pulsa, investasi emas bodong, penipuan arisan emas, dan masih banyak lagi. Sasaran dari target penipuanpun tidak hanya mengincar masyarakat kota saja, tetapi masyarakat desa juga.
Artikel ini melanjutkan tulisan sebelumnya yang berjudul Mengenal Lebih Dekat Arisan Emas. Adapun korban dari investasi emas bodong yang paling banyak bisa kita kategorikan menjadi empat tipe korban, yaitu: Pertama, masyarakat yang tidak mengetahui izin perusahaan investasi.
Kedua, masyarakat yang mengetahui izin sebuah perusahaan investasi, tetapi menginginkan keuntungan atau imbalan yang besar secara cepat. Ketiga, masyarakat dengan ekonomi yang tergolong kaya tetapi tidak mau ambil pusing dengan proses investasi. Keempat, masyarakat dengan ekonomi yang tergolong kaya tetapi tidak memiliki akses informasi yang akurat dan tepat tentang perusahaan investasi bodong.
Adapun biasanya yang terjadi dalam penipuan arisan emas, uang atau emas yang dijadikan hadiah untuk pemenang arisan dibawa kabur oleh panitia atau penyelenggara arisan. Anda pasti sudah pernah mendengar kasus seperti itu kan? Agar terhindar dari penipuan arisan emas, setidaknya Anda dapat melakukan hal berikut ini ( 5 Cara Menghindari Penipuan Arisan Emas ):

1. Tentukan Siapa Bendahara Arisan yang Amanah, Jujur, Profesional, dan Pintar Keuangan

Pilih Bendahara Arisan yang Amanah, Jujur, Profesional dan Pintar Keuangan via Merdeka.com

Pilih Bendahara Arisan yang Amanah, Jujur, Profesional dan Pintar Keuangan via Merdeka.com


Pada tahap awal ketika ingin memulai arisan, ada baiknya Anda beserta peserta arisan memilih bendahara arisan yang amanah, jujur, profesional, dan pintar dalam hal keuangan. Maksudnya pintar keuangan di sini bukan hal yang kompleks kok, yang penting ia bisa membuat catatan transaksi yang disetorkan oleh setiap peserta arisan.
Penunjukan bendahara biasanya berasal dari peserta arisan itu sendiri. Boleh ga klo bendahara yang ditunjuk dari pihak luar yang bukan peserta arisan? Boleh saja, jika Anda dan peserta yang lain menyepakatinya. Saran terbaik saya, jika ia berasal dari pihak luar yang bukan peserta arisan. Orang tersebut adalah orang yang dikenal dekat oleh seluruh peserta arisan.

2. Waspadai Iming-iming Besar Arisan Emas yang Tidak Logis

Waspada Iming-iming Hasil yang Besar Melalui Arisan via Merdeka.com

Waspada Iming-iming Hasil yang Besar Melalui Arisan via Merdeka.com


Jika Anda ditawari untuk arisan emas, tetapi tidak mengetahui anggota-anggota yang tergabung di dalamnya. Lebih baik waspada. Apa lagi orang tersebut ketika menawarkan arisan emas mengiming-imingi hasil yang besar dan hanya menunjukan selembar kertas yang berisi daftar nama anggota peserta arisan emas. Lebih aman untuk Anda mengikuti arisan emas, yang anggota atau peserta arisannya sudah Anda kenal.
Ketika orang tersebut mengajak arisan, ada baiknya semua anggota atau peserta arisan berkumpul terlebih dahulu sebelum memulai arisan. Momen ketika berkumpul bersama itu bisa Anda jadikan ajang selfie istilah anak gaul sekarang alias foto-foto bersama. Dari foto tadi bisa Anda jadikan bukti kepesertaan arisan yang ikut dan terdaftar. Sehingga apabila di lain waktu terdapat indikasi penipuan. Foto tersebut bisa dijadikan barang bukti untuk mencari pelaku penipuan.

3. Waspadai Perusahaan Investasi Fiktif yang Menawarkan Arisan Emas

Waspadai Perusahaan Investasi Fiktif via fastcompany.net

Waspadai Perusahaan Investasi Fiktif via fastcompany.net


Jika ada orang yang menawari Anda arisan emas, yang ia bilang uang atau emasnya akan dikelola oleh perusahaan. Maka hukumnya wajib bagi Anda untuk mengecek legalitas perusahaan dan legalitas produk investasi. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan teman saja, tetapi Anda perlu bertanya kepada orang yang lebih paham tentang dunia investasi.

4. Ikut Arisan itu Sekedar Keinginan atau Kebutuhan Anda?

Kenali kebutuhan dan keinginan Anda sebelum berinvestasi via moneysmartlatina.com

Kenali kebutuhan dan keinginan Anda sebelum berinvestasi via moneysmartlatina.com


Sebelum Anda memulai arisan emas, hal sederhana yang dapat Anda lakukan yaitu adalah mengecek kembali kebutuhan dan keinginan Anda. Apakah arisan emas ini termasuk kebutuhan Anda atau sekedar keinginan Anda saja? Sebenarnya arisan itu sama halnya dengan menabung biasa. Cuma ada sedikit perbedaan manakala Anda mendapatkan kocokan atau hadiah di awal permainan arisan. Maka Anda akan mendapatkan emasnya. Selanjutnya Anda harus “membayar cicilan” emas yang sudah Anda dapatkan. Seperti Anda mendapatkan pinjaman dana saja, akan tetapi tidak ada bunga.
Jika di akhir periode nama Anda keluar sebagai pemenang arisan. Maka Anda akan mendapatkan emasnya. Layaknya seolah-olah Anda sudah menabung lama dan uangnya terkumpul, barulah Anda membeli emas tersebut. Jadi klo menang di awal seperti Anda mendapatkan pinjaman dana, jika di akhir Anda seperti menabung. Kurang lebih itulah manfaat dari arisan.
Atau di sisi lain, misalnya Anda adalah seorang pegawai atau karyawan baru di sebuah perusahaan tempat Anda bekerja. Anda butuh sosialiasi dan bergaul dengan pegawai atau karyawan lama di tempat baru tersebut. Anda bisa juga berbaur dengan mereka melalui arisan. Cek kembali kebutuhan dan keinginan Anda. Apakah mengikuti arisan itu kebutuhan atau hanya sekedar keinginan saja. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah ikuti arisan yang sesuai dengan kantong Anda. Agar kebutuhan sehari-hari tidak terganggu dan Anda dapat mengikuti arisan tersebut secara konsisten.

5. Jangan Ragu Melapor Jika Ada Indikasi Penipuan Berkedok Arisan Emas

Cara Menghindari Penipuan Arisan Emas via bandungjuara.com

Cara Menghindari Penipuan Arisan Emas via bandungjuara.com


Jika Anda merasa bahwa Anda adalah korban dari penipuan arisan emas atau investasi bodong. Maka jangan takut untuk melapor ke otoritas yang terkait. Misalnya Anda ragu apakah ini termasuk dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau (Bappebti) Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau otoritas lainnya. Anda dapat mengakses website ini untuk melapor www.lapor.go.id.
Jangan takut untuk melapor atau malu karena telah menjadi korban penipuan. Pun ketika dibawa misalnya ke pengadilan dan pelaku dipidanakan belum tentu uang yang Anda setorkan bisa kembali. Upaya pengembalian uang Anda bisa dilakukan melalui upaya perdata. Intinya jangan malu, takut, atau sungkan untuk melapor apabila Anda telah menjadi korban penipuan investasi, atau Anda mengetahui ada indikasi penipuan disertai bukti-bukti dan saksi yang kuat.
Karena bagaimanapun laporan dan informasi Anda sangat penting sekali, agar tidak ada korban yang jatuh berikutnya lagi ke dalam investasi bodong. Kurang lebih lima hal di atas bisa membantu Anda menghindari diri dari penipuan berkedok arisan emas ya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari setiap kejahatan makhluk ciptaan-Nya yang ingin menjahati kita dan keluarga. Aamiin. Selamat berinvestasi emas!

Iklan