Salah satu hal yang menjadi tantangan di dunia pendidikan di Indonesia khususnya, yaitu soal kegiatan plagiarism.

Entah karena kesalahan pola pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, maupun perkuliahan kah yang salah atau memang mahasiswanya yang males mengerjakan tugas.

Well, hampir semua tugas atau bisa jadi seluruh tugas yang ada di perkuliahan bisa diselesaikan dengan bantuan dari mbah Google.

Tinggal bilang ke si mbah, “Ok Google. Definisi business plan menurut para ahli”. Setelah itu ada ribuan website yang menyajikan jawaban dari pernyataan di atas.

Kecerdasan mesin sepertinya sangat memanjakan si penggunanya. Sampai-sampai si end user sendiri malas untuk berpikir bahkan untuk meningkatkan kecerdasan otaknya.

Akhirnya konsep copy-paste tugas dari hasil penelusuran di Google menjadi sebuah standart pola berpikir di generasi milenial.

Bayangkan anda mau cari apa saja, pasti ada orang yang pernah membahasnya di internet. Kecuali di kondisi khusus tertentu yang lebih spesifik.

Seperti misalnya karya tulis ilmiah atau jurnal-jurnal internasional yang mengharuskan pembacanya untuk login terlebih dahulu sebagai member.

Tapi ketimbang yang berbayar, yang gratis jumlahnya lebih banyak. Konsep sharing everything saat ini sudah tidak terelakkan.

Kalau sudah seperti ini, setiap kali dosen memberikan tugas, bisa dipastikan jawaban yang muncul atau diterima dari mahasiswa pasti mirip-mirip.

Tidak sedikit yang sama percis, 100% copy-paste dari hasil pencarian di search engine. Well, sebenarnya dosen bisa saja dengan mudah menditeksi apakah sebuah tulisan terindikasi sebagai plagiat atau tidak dengan menggunakan tools di Internet.

Salah satunya yaitu smallseotools.com, tinggal dimasukkan saja kedalam box untuk mengecek sebuah tulisan terindikasi plagiat / ingin dicek apakah 100% tulisan yang baru atau hanya copy-paste.

Eh iya sebenarnya pun copy-paste tidak jadi masalah asalkan diberikan sumber referensi. Sumber referensi saja tidak cukup, anda juga perlu menambahkan your point of view mengenai artikel yang sebagian anda kutip dari internet.

Bahkan di beberapa kampus, ada yang mewajibkan setiap mahasiswa membawa bukti acuan sumber referensi yang dia ambil.

Contoh misalnya fotokopi cover buku plus halaman yang dijadikan acuan referensi yang dicantumkan pada karya tulis ilmiah, skripsi, atau tesis yang bersangkutan.

Well, get back to the topic. Dari hasil aplikasi tersebut nantinya akan terlihat situs-situs apa saja yang sebelumnya pernah mempublikasikan tulisan yang serupa.

Dari situ kita bisa tahu tulisan tersebut, memang plagiat atau tidak. Tools di atas cukup oke untuk bahasa Indonesia karena memang gratisan, sayangnya dibatasi hanya 1000 kata per pengecekan tulisan.

Sedangkan bahasa Inggris ada tools yang lebih keren. Wajar aja si lebih keren wong berbayar.
Tools yang beriktunya yaitu adalah copyscape, salah satu tools untuk mengecek tulisan plagiat untuk tulisan berbahasa Inggris.

Demikian informasi di artikel ini, semoga bermanfaat tulisan ini terinspirasi dari tulisan yang ada di Situstarget.com dengan artikel Cara Mengecek Tulisan Plagiat Atau Tidak.