Terdapat beragam banyak teknologi yang bisa mencegah masuknya virus, malware, hacker, dan beragam ancaman syber lainnya pada perusahaan.

Namun, teknologi terkini dan tercanggih saja tidak cukup untuk mengeliminasi ancaman cyber.

Bahaya akan selalu mengintai dan mencari celah masuk.

Celah masuk yang kerap kali tidak dipikirkan atau bahkan diremehkan dan diabaikan adalah human error.

Karyawan kamu adalah vulnerability yang tidak terlihat.

Bukan kejadian aneh jika karyawan secara tidak sengaja membuka celah yang dimanfaatkan secara sempurna oleh beragam ancaman dan serangan cyber.

Buatlah Cyber Security Policy untuk Menjaga Celah Keamanan

Human error adalah keniscayaan yang tidak dapat dieliminasi secara absolut.

Namun, Kamu bisa meminimalisir human error dan dampaknya dengan memberikan edukasi mengenai celah ancaman cyber kepada karyawan.

Tidak ada bentuk edukasi karyawan yang lebih baik selain dalam bentuk kebijakan.

Membuat kebijakan keamanan siber atau cyber security policy akan membantu karyawan Kamu dalam menutup celah keamanan di kantor dan perusahaan.

Berikut adalah tujuan utama dari kebijakan keamanan siber.

  • Membuat karyawan mampu mengoptimalkan software keamanan (antivirus dan antimalware).
  • Meminimalisir human error seperti lupa mengunci browser dan komputer.
  • Melindungi data perusahaan dan data pribadi sebaik mungkin.
  • Mengenali beragam jenis ancaman siber.
  • Aktif melaporkan potensi ancaman dan mengantisipasinya secepat mungkin.

Apa sajakah yang harus ada dalam kebijakan keamanan siber tersebut.

Berikut adalah 7 cara menutup celah keamanan yang harus ada pada kebijakan keamanan siber perusahaan.

1. Memberikan Pelatihan Keamanan Siber

Semakin baik pengetahuan karyawan Kamu mengenai serangan siber maka semakin baik juga mereka dalam memproteksi data dan tidak melakukan tindakan apapun yang dapat membuka celah keamanan.

Kamu dapat melakukan pelatihan sederhana dengan berdiskusi, menyebar imbauan atau lebih baik lagi melakukan pelatihan.

Undanglah para profesional di bidang IT untuk memberikan pelatihan mengenai keamanan siber.

Ya, Kamu tentu harus berkorban untuk pelatihan ini.

Namun hasil dari pelatihan keamanan siber yang diberikan kepada karyawan, akan sebanding dengan pengorbanan atau biaya yang kamu keluarkan.

2. Efektivitas Manajemen Password

Jika dibuat dan diatur dengan baik, password akan menjadi pelindung rahasia perusahaan yang tidak terbantahkan.

Namun, jika dibuat dengan asal-asalan dan tidak di-manage dengan baik, password dapat menjadi celah keamanan, yang akan dengan senang hati dimanfaatkan oleh para pengancam keamanan.

Apa saja yang harus dilakukan agar password terlindungi dan mampu melindungi dengan sempurna?

Lakukanlah manajemen password yang efektif. Buatlah semacam panduan bagaimana untuk membuat password yang kuat.

Berikut adalah panduan manajemen password yang bisa Kamu terapkan pada karyawan:

  • Buatlah password dari kombinasi huruf, angka, kapital, dan non-kapital.
  • Jangan menyimpan password sembarangan, di monitor contohnya.
  • Jangan men-share password melalui email. Share password secara personal.
  • Perbaharui passwors secara berkala.
  • Jangan gunakan password yang sama untuk website yang berbeda.

3. Kenali dan Antisipasi Ancaman Siber

Para karyawan kadang tidak menyadari jika yang bersangkutan sedang menjadi korban atau bakal calon korban serangan siber.

Mereka baru menyadari jika sudah terdapat kebocoran data dan hal tersebut sudah terlambat untuk diantisipasi.

Hal tersebut terjadi karena mereka tidak mengetahui pengetahuan yang cukup mengenai jenis-jenis ancaman siber.

Berikan mereka informasi mengenai beragam jenis ancaman siber dari mulai phising hingga penipuan email.

Penipuan melalui email biasanya berhasil mengelebaui para karyawan.

Selain melalui email, ancaman juga bisa muncul melalui ponsel atau media komunikasi lain yang terkait dengan karyawan maupun perusahaan.

Berikan mereka panduan mengenai ciri-ciri email palsu, bahkan jika email tersebut berasal dari dalam perusahaan.

Terapkan lapisan keamanan yang mewajibkan karyawan untuk melakukan pengecekan jika terdapat aktivitas diluar aturan atau diluar kebiasaan pada umumnya.

4. Optimalkan dan Update Software Keamanan

Antivirus dan antimalware yang kadaluwarsa merupakan sebuah kesia-siaan.

Karenanya, informasikan kepada karyawan untuk melakukan pembaharuan pada software antivirus yang perusahaan Kamu gunakan.

Selain software antivirus, sangat dianjurkan untuk melakukan pembaharuan pada software lain.

Hal lain yang akan menutup celah keamanan adalah scan virus atau malware secara berkala.

Kamu bisa memberi tahu karyawan mengenai kewajiban scanning berkala atau mensetting sendiri software antivirus untuk melakukan scanning secara otomatis dan berkala.

Jangan sampai komputer yang digunakan tidak pernah melakukan scanning sekalipun.

5. Proteksi Informasi Sensitif

Salah satu manajemen ancaman keamanan yang bisa Kamu terapkan adalah memetakan informasi sensitif perusahaan.

Kamu dapat mengkategorikan informasi sensitif tersebut dalam kelompok yang berbeda, dari mulai sensitif hingga sangat sensitif.

Dari pengelompokan tersebut dapat dibuat sebuah kebijakan proteksi data perusahaan.

Para hacker dan ancaman keamanan siber akan menyasar informasi-informasi rahasia, diantaranya data kartu kredit, alamat email, nomor keamanan sosial, dan bahkan alamat rumah karyawan atau konsumen.

Pastikan kamu memetakan informasi sensitif dengan baik sehingga karyawan tahu data mana yang harus diproteksi penuh.

Jika memang diperlukan, gunakanlah sistem transfer data yang yang aman.

Kamu bisa menggunakan enkripsi data untuk memproteksi isi informasi yang sensitif.

Lakukan pengaturan pada informasi sensitif tersebut sehingga yang bisa mengakses data adalah pihak yang memang sudah diberi akses secara eksklusif.

Informasi sensitif itu tidak hanya informasi perusahaan. Informasi pribadi karyawan pun harus diproteksi.

Sarankan atau bahkan wajibkan karyawan untuk memproteksi informasi pribadi di email dan media sosial dengan menerapkan pengaturan privasi, yang memungkinkan orang asing tidak dapat mengakses informasi secara bebas.

6. Kunci Komputer dan Batasi Akses Media Penyimpanan Portabel

Kejadian lupa mengunci komputer bisa terjadi karena memang lupa atau ketidaktahuan karyawan bahwa hal tersebut membuka celah keamanan.

Untuk mencegah masuknya para penyerang siber, pastikan komputer atau perangkat perusahaan yang digunakan terkunci rapat ketika ditinggalkan atau ketika sedang tidak digunakan.

Selain lupa mengunci komputer, hal lain yang kerap diabaikan karyawan adalah sembarangan memasukkan media portabel, seperti USB, Micro SD, HDD Eksternal, dan DVD.

Untuk mengantisipasi adanya virus yang ada pada media portabel, lalu wajibkan karyawan untuk melakukan scan antivirus terlebih dahulu.

Saran dari saya sebaiknya, media portabel aksesnya dimatikan saja. Digantikan dengan sistem penyimpanan cloud yang diberikan batasan-batasan tentunya.

7. Buat Format Pelaporan dan Langkah Antisipasi

Ambilah peran yang aktif dan sensitif. Pastikan karyawan sensitif dan responsif dalam mendeteksi ancaman keamanan yang mungkin muncul.

Jangan ragu untuk mendorong mereka melaporkan beragam aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan kerugian, termasuk laporan terjadi kehilangan data atau perangkat.

Tidak ada kata terlambat dalam melaporkan meskipun insiden sudah terjadi.

Paling tidak kamu mampu meminimalisir kerugian yang muncul. Agar laporan mengenai insiden dan potensi keamanan siber dapat dipahami dan ditafsirkan secara sempurna.

Kamu dapat membuat format pelaporan yang komprehensif dan mendetail. Kamu dapat menyertakan kewajiban membuat laporan ancaman keamanan siber secara berkala untuk mengantisipasi keberlanjutan aktivitas mencurigakan yang mungkin muncul.

Jika format laporan ancaman keamanan sudah dibuat, saatnya menentukan langkah antisipasi jika insiden kebocoran data terjadi.

Ke-7 cara tersebut dapat segera kamu aplikasikan kepada karyawan di perusahaan,  agar celah keamanan dapat tertutup rapat.

Tentu tidak semua karyawan Kamu akan menerapkan kebijakan keamanan siber secara optimal. Pada akhirnya peran aktif kamu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keamanan siber yang tanpa cela.