Dilema Memilih SharedHosting atau VPS untuk blog WordPress? Saya akan sedikit memberikan sudut pandang melalui pengalaman yang pernah saya alami sebelumnya.

Jika Anda termasuk blogger yang sedang naik daun, artinya traffic visitor di website sedang mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Sehingga sering di banned oleh webhosting karena memakai resource pada server yang terlalu banyak.

Jika tidak ditangani dengan baik, bisa jadi kemungkinan traffic akan berkurang. Karena visitor malas mengunjungi website Anda kembali karena langganan error tiap kali dibuka. Apakah dalam kondisi ini lantas kita perlu buru-buru migrasi server ke VPS?

Eits sabar dulu, belum tentu blog WordPress Anda sudah membutuhkan VPS. Ciri website Anda sudah membutuhkan VPS indikatornya seperti ini: Anda membutuhkan banyak plugin untuk menunjang segi fungsiolitas dan sudah terbukti sharedhosting tidak dapat menjalankan dengan baik blog Anda karena membutuhkan resource yang besar.

Anda sudah memahami minimal dasar-dasar untuk konfigurasi server dan mengerti soal jaringan. Memang tidak menjadi masalah apabila Anda tidak mengetahui dasar-dasarnya karena Anda bisa saja menyewa managed VPS. Namun dengan menyewanya Anda harus merogoh kocek yang tidak murah setiap bulannya.

Maka syarat ketiga, sebagai indikator yang terakhir adalah Anda boleh menyewa VPS apabila blog Anda telah menghasilkan income/penghasilan. Atau Anda memiliki budget lebih untuk membayar VPS setiap bulannya. Tiga indikator di atas tidak mutlak memang. Namun bisa jadi bahan pertimbangan Anda sebelum membeli VPS.

Lalu bagaimana nasib blog saya yang sedang naik daun tadi? Jika di antara tiga indikator tersebut tidak tercukupi. Pilihlah sharedhosting yang memberikan resource besar. Seperti unlimited space, unlimited bandwidth, dan virtual memory yang besar. Sekarang ini untuk mencari hosting berkualitas di Indonesia sudah banyak! Banyak! Tidak percaya? Searching aja di blog ini dengan kata kunci “web hosting” saya pernah membuat review tentangnya.