“Dinar terbuat dari apa ya?”
Pertanyaan di atas masih sering kali saya jumpai, ketika saya berdiskusi dengan beberapa teman di grup WhatsApp tentang investasi emas.
Sebagian orang memang masih belum familiar dengan Dinar Islam yang sesungguhnya.
Uang yang mereka kenal masih sebatas dalam bentuk kertas.
Mereka mengkaitkannya dengan Dinar dan Dirham kertas, yaitu:

  1. Dinar Irak
  2. Dinar Aljazair
  3. Dinar Kuwait
  4. Dinar Libya
  5. Dinar Yordania
  6. Dinar Yugoslavia
  7. Dirham Emirat Arab
  8. Dirham Maroko

Beberapa negara di atas memang menggunakan nama Dinar dan Dirham sebagai mata uang mereka.
Lantas apakah mata uang tersebut merupakan mata uang Islam yang sesungguhnya?
Jika Anda menyimak tulisan saya dari awal di TheGold.Asia ini.
Anda pasti sudah bisa langsung menjawabnya bukan?
Ya, sesuai dengan dugaan saya.
Anda pasti menjawab BUKAN!
Dinar Islam atau Mata Uang Islam yang sesungguhnya, yaitu Koin Emas dan Koin Perak dengan karat dan kadar berat tertentu.
Jadi, bukan berbahan dasar kertas ya.
Bahan dasar dalam Dinar Islam atau Mata Uang Islam yang sesungguhnya, yaitu Emas dan Perak.
Wajar banyak orang bingung tentang dinar dan dirham.
Karena sejak dari sekolah dasar bahkan TK, yang diperkenalkan oleh guru kita, namanya uang itu ya kertas. Betul ya?
Dinar dan Dirham Islam yang sesungguhnya memang sudah sejak lama “tidur sementara”. Dalam arti, tidak dipergunakan secara luas untuk dijadikan kegiatan muamalah(sebagai alat tukar) maupun ibadah seperti zakat dan diyat.
Baca juga: Kelebihan Dinar Dibandingkan Uang Kertas
Di satu sisi lain memang regulasi di negara Indonesia tidak memungkinkan menggunakan Koin Emas Dinar dan Koin Perak Dirham dalam transaksi sehari-hari.
Karena undang-undang menyatakan bahwa segala transaksi yang dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah.
Artikel ini dibuat untuk menjawab ketidaktahuan sebagian pembaca yang mungkin belum mengenal dinar dan dirham islam yang sesungguhnya.

Sejarah Uang dalam Bentuk Emas dan Perak

Uang dalam bentuk Emas dan Perak sendiri memang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu sekitar 4000 SM – 2000 SM. Lalu pada sekitar tahun 46 SM, Julius Caesar dari Romawi mulai menstandarkan konversi emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas.

Fakta Dibalik Sejarah Singkat Dinar dan Dirham

Standar Julius Caesar tersebut berlaku di belahan Eropa selama sekitar 12,5 abad yaitu hingga tahun 1.204. Fakta lainnya yaitu Dinar dan Dirham sendiri sudah ada malah sebelum kelahiran Islam, Dinar atau Dinarium sudah dipakai di Romawi dan Dirham sudah dipakai di Persia.
Telah kita ketahui bersama bahwasannya segala sesuatu yang sebelum Islam lahir namun setelah turunnya agam Islam tidak dilarang atau bahkan digunakan oleh Rasulullah saw., merupakan ketetapan (taqrir) beliau. Dinar dan Dirham termasuk di dalamnya.

Dinar dan Dirham di Indonesia

Dinar dan Dirham yang menyebarluas di Indonesia ada berbagai jenis, saya telah membahasnya pada tulisan berikut ini. Saya menyarankan untuk Anda yang menginginkan berinvestasi dalam bentuk koin emas dinar dan koin perak dirham untuk memilih produk yang telah disertifikasi oleh Komite Akreditasi Nasional dan diakui secara internasional juga melalui sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Jadi Pertanyaan “Dinar terbuat dari apa” — Ini Seharusnya sudah Terjawab ya?

Dinar itu EMAS dan Dirham itu PERAK.

Dinar 22 Karat atau 24 Karat

Di Indonesia sendiri ada perbedaan pada karat yang dipergunakan untuk koin emas dinar, ada yang mempergunakan 22 karat dan ada yang 24 karat. Pembahasan ini sepertinya lebih enak kalau kita bahas pada artikel berikutnya saja. Gimana? Setuju ya. Hehe.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda, bagikan juga tulisan ini ke teman-teman Anda melalui sosial media yang Anda miliki, baik itu Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Google Plus.