Investasi dalam bentuk emas batangan kini mulai populer kembali. Meski harga emas kian melambung tinggi, hal ini tidak mengurangi minat pembeli emas batangan. Selain mudah disimpan, harga emas yang cenderung selalu naik memang menjadi daya tarik utama dalam investasi emas.
Sayangnya, penjual emas yang nakal pun ikut bermunculan. Dengan iming-iming harga lebih murah, bukan emas murni yang Anda dapatkan, tapi emas palsu yang kadar emasnya sangat rendah – biasanya di bawah 10 karat. Lantas, bagaimana caranya membedakan emas murni dan emas palsu?
Bagi orang awam, tentu saja akan sulit untuk membedakannya jika tidak tahu ciri-cirinya. Nah, berikut ini ciri-ciri emas palsu yang wajib Anda pahami jika berencana menyimpan pundi-pundi uang Anda ke dalam bentuk investasi emas:

Ciri-Ciri Emas Palsu dan Cara Menguji Keasliannya

Pengamatan secara visual

Amati bentuk emas apakah ada yang aneh atau tidak?

Amati bentuk emas apakah ada yang aneh atau tidak?


Cara pertama tentu saja dengan melihatnya secara visual. Biasanya, emas murni memiliki tanda berupa cap yang menjelaskan berapa kadar emas yang terkandung di dalamnya. Dapat ditulis dalam karat (24K, 22K, 18K, 14K, 10K) maupun dalam fineness (0,1-0,999 atau 1-999).
Gunakan kaca pembesar jika dirasa sulit melihat cap yang tertera. Namun perlu diwaspadai, beberapa model lama tidak memiliki cap dan bisa saja emas palsu juga diberi cap untuk mengecoh pembeli.
Karena itu, coba cek keaslian emas dengan cara kedua, yaitu melihat perubahan warna emas. Emas murni memiliki warna yang konsisten, sehingga jika emas Anda memiliki warna yang memudar atau pada area tertentu yang mudah terkena gesekan terjadi perbedaan warna, maka kemungkinan emas yang Anda miliki hanyalah logam berlapis emas. Sayangnya, semakin tua usia emas, semakin sulit juga untuk mengamati perubahannya. Sehingga, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

Dengan Menggigit Emas

Cara mengetahui emas palsu atau asli bisa juga dengan cara menggigitnya. (Tapi tidak direkomendasikan)

Cara mengetahui emas palsu atau asli bisa juga dengan cara menggigitnya. (Tapi tidak direkomendasikan)


Meskipun cara ini cukup berisiko bagi kesehatan gigi Anda dan dapat merusak kondisi emas, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba cara unik satu ini. Emas murni jika digigit akan meninggalkan bekas gigitan.
Bekas gigitan akan semakin dalam seiring semakin tingginya kadar emas yang terdapat di dalam emas tersebut.
Namun, pemalsu emas juga tidak kalah pintar, mereka menggunakan timbal berlapis emas yang memiliki konsistensi cukup empuk untuk digigit. Sehingga, cara ini tidak mutlak selalu berhasil.

Diuji dengan Magnet

Uji keaslian emas dengan menggunakan magnet

Uji keaslian emas dengan menggunakan magnet


Cara berikut ini sebenarnya bukan cara yang paling efektif untuk menguji keaslian emas, tetapi patut Anda coba. Emas, tidak seperti logam lainnya, bukanlah logam magnetik, sehingga tidak akan bereaksi pada magnet. Jangan gunakan magnet biasa, tapi gunakan magnet yang kuat.
Baca juga: Masih ragu berinvestasi emas batangan?
Jika ternyata emas Anda memberikan reaksi pada magnet, maka kemungkinan emas Anda adalah emas palsu. Namun berhati-hatilah, karena bisa saja pemalsu menggunakan logam non magnetik lainnya, sehingga cara ini tidak akan berhasil.

Pengujian Densitas Emas

Pengujian keaslian emas dengan mengetahui massa jenis emas

Pengujian keaslian emas dengan mengetahui massa jenis emas


Massa jenis emas cukup besar dibandingkan dengan logam lainnya dan tidak banyak logam yang massa jenisnya lebih besar dari emas.
Dalam 24 karat emas, massa jenisnya sekitar 19,3 gram/ml. Aturannya mudah, semakin tinggi massa jenis emas, maka semakin murni emas tersebut.
Baca juga: Tempat Beli Emas Batangan yang Terpercaya
Namun, pengujian ini hanya dapat dilakukan apabila emas tersebut tidak tercampur dengan batu-batuan apapun. Artinya, hanya berlaku untuk emas solid.
Pengujian keaslian emas dengan cara menghitung massa jenis emas ini cukup sederhana untuk dilakukan. Berikut cara pengujian massa jenis emas:

  1. Timbanglah emas terlebih dahulu dalam satuan gram. Anda dapat menimbangnya di penjual perhiasan terdekat jika tidak memiliki timbangan sendiri.
  2. Sediakan tabung ukur atau gelas yang sudah terisi air. Sebaiknya menggunakan tabung ukur yang memiliki penanda takaran dalam milimeter. Catat tinggi permukaan air sebelum emas dimasukkan.
  3. Sekarang, masukkan emas ke dalam tabung ukur. Catat perubahan tinggi permukaan air setelah emas dimasukkan dan hitung perbedaannya dengan tinggi permukaan sebelum emas dimasukkan.
  4. Kemudian gunakan rumus sederhana untuk menghitung massa jenis. Caranya, massa (berat emas dalam gram) dibagi dengan perubahan volume (perbedaan tinggi permukaan air sebelum dan sesudah dalam millimeter). Jika angka yang dihasilkan mendekati 19 gram/ml, maka emas Anda asli atau mungkin terbuat dari campuran logam yang massa jenisnya seperti emas.

Menggosokkan Emas pada Keramik

Cobalah gosok emas palsu tersebut ke media keramik

Cobalah gosok emas palsu tersebut ke media keramik (tidak direkomendasikan)


Cara ini cukup berisiko akan merusak emas karena tergores. Caranya sederhana, hanya dengan menggosok atau menggores emas pada keramik yang tidak memiliki lapisan glazur. Jika saat digores emas Anda muncul goresan hitam, maka dapat dipastikan emas Anda palsu.

Menguji Emas dengan Bahan Kimia Nitric Acid

Cek keaslian emas dengan menggunakan bahan kimia. (Perlu keahlian khusus)

Cek keaslian emas dengan menggunakan bahan kimia. (Perlu keahlian khusus) via indonetwork.co.id


Dari sekian cara di atas, cara ini adalah yang paling baik sekaligus paling berisiko karena menggunakan bahan kimia dalam bentuk asam. Jika ada kesalahan dalam penanganannya, dapat berbahaya bagi keselamatan Anda. Kalau Anda ingin mencoba metode ini, lakukan dengan sangat berhati-hati dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Baca juga: Tips investasi dinar emas untuk pemula
Dan kalau Anda tidak yakin bisa melakukannya sendiri, serahkan pada penjual perhiasan yang sudah profesional. Ingatlah bahwa cairan asam bersifat korosif, yang artinya jika emas Anda tercampur logam lain, kemungkinan bentuknya akan rusak setelah terkena cairan asam.
Berikut cara menguji emas dengan larutan asam:

  1. Sediakan wadah yang terbuat dari bahan stainless steel dan letakkan emas Anda di wadah tersebut.
  2. Teteskan cairan kimia Nitric Acid dengan pipet dan tunggu reaksi yang muncul.
  3. Jika reaksi yang muncul memiliki warna:
    – Hijau, maka emas Anda berbahan dasar logam
    – Emas, maka emas Anda berbahan dasar kuningan
    – Susu (putih pekat), maka emas Anda berbahan dasar perak bermutu
    – Jika tidak ada reaksi apapun, selamat! Emas Anda asli.

Hal-hal di atas sebenarnya tidak perlu Anda lakukan jika Anda membeli emas di toko-toko emas tepercaya, sudah teruji, dan memiliki sertifikasi. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda mengenal dan mengetahui ciri-ciri emas palsu agar tidak mudah terkecoh. Semoga ilmu ini bermanfaat untuk Anda.

Suka dengan tulisan yang ada di TheGold.Asia? Bagikan juga tulisan di atas ke teman-teman Anda di sosmed agar mereka mengetahui cara mengenali emas palsu.
Tahukah Anda bahwa emas palsu di Indonesia itu banyak sekali jumlahnya. Dengan membantu menyebarkan tulisan ini, berarti Anda peduli dengan orang-orang di sekitar Anda. Yuk kita perangi emas palsu! Sebarkanlah artikel ini. 🙂