Fisik Uang Rupiah Jangan Dilecekin

Jika menerima kembalian dari uang belanja di warung atau pengisian bahan bakar di SPBU. Saya masih suka mendapatkan fisik uang rupiah yang sudah lecek, lalu disolasi, terus udah lecek, sobek, dan disolasi. Sedih deh.  😥

Melalui tulisan kali ini, saya ingin mengajak para pembaca di TheGold.Asia untuk lebih menjaga dan merawat fisik uang rupiah yang Anda miliki saat ini. Pemerintah tidak mengeluarkan uang yang sedikit loh hanya untuk mencetak fisik uang rupiah yang saat ini Anda pegang.

Baca juga: Butuh Uang Cepat? Coba Gadai Emas Saja!
Coba Anda bayangkan. Menurut informasi dari detik finance, pemerintah harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 3.500.000.000.000 setiap tahun untuk biaya cetak uang. Tolong Anda baca berapa angka yang saya tuliskan sebelumnya? Tiga ratus lima puluh juta rupiah? Salah.

Baca juga: Harga Emas Anjlok? Harga Emas Naik?

Tiga koma lima miliar rupiah? Salah. Tiga koma lima triliun rupiah adalah jawaban yang benar. Saya sendiri yang menulis angka itu kesulitan juga kok menulisnya. Banyak ya uang yang dipakai untuk biaya cetak dan biaya distribusi ke seluruh Indonesia.

Namun di lapangan sepertinya beberapa di antara kita, masih kurang sadar untuk menjaga, menyimpan, dan merawat fisik rupiah. Berikut ini adalah beberapa tips agar fisik uang rupiah Anda tidak mudah lecek atau sobek:

1. Simpan di Dompet dan Fisik Uang Rupiah Jangan di “Uwel-uwel”

Jaga fisik uang rupiah dengan baik pada dompet

Jaga fisik uang rupiah dengan baik pada dompet

Kalau Anda mendapatkan gaji, jajan, atau pemberian dari orang lain terkait fisik uang rupiah. Jika belum ingin dibelanjakan dengan barang, simpan rupiah di dompet.

Bentuk dompet yang baik untuk menyimpan uang, yang berbentuk panjang. Karena uang tidak akan terlipat, namun masih identik dengan dompet perempuan. Meskipun saat ini sudah ada dompet laki-laki yang berbentuk memanjang.

Jika Anda memiliki uang receh dalam jumlah banyak, sebaiknya tidak mencampur satu dompet dengan uang kertas. Simpan menggunakan dompet khusus uang recehan, di pasaran mudah kok menemukan dompet yang satu ini.

Baca juga: Anda Ingin Investasi Emas? Hati-Hati Emas Palsu!

Ketika transaksi pembayaran, agar lebih mudah membayar barang-barang yang dibeli, susun uang yang ada di dompet berdasarkan nominal terkecil hingga nominal terbesar. Terkadang karena entah buru-buru atau karena lelah sehabis belanja.

Kasir hanya meminta uang dua ribu, Anda malah kasih uang lima puluh ribu. Alhasil uang kembalian banyak dan bikin dompet malah semakin tebel sama uang kembalian. Padahal kalau dicari di dompet, uang dua ribu ada tuh.

Kelebihan dari menyusun uang dengan mengurutkan dari nominal terkecil dan terbesar, ya itu tadi agar kalau butuh nominal terkecil atau terbesar, mudah untuk ditemukan kembali.

2. Menabung Menggunakan ATM Setor Tunai Lebih Mudah!

Menabung tidak perlu melalui teller bank lagi dengan menggunakan ATM setor tunai

Menabung tidak perlu melalui teller bank lagi dengan menggunakan ATM setor tunai via buroengbeo.blogspot.com

Kalau memang untuk jangka panjang tidak ingin digunakan, lebih baik Anda tabungkan saja di bank. Saat ini menabung di bank tidak perlu mengantri kok.

Beberapa bank pemerintah (Bank Mandiri, BNI, dan BRI) maupun swasta (Bank BCA) telah menyediakan ATM setor tunai. Kita bisa menabung tanpa perlu ke teller bank terlebih dahulu.

Baca juga: Tips Aman Menyimpan Emas di Brankas Rumah

Waktu setor tunai hanya memakan waktu kurang dari lima menit. Cukup membawa uang tunai, lalu masukan uang cash atau uang tunainya ke mesin ATM.

Tunggu beberapa saat, mesin ATM akan menghitung uang yang Anda setorkan.  Nominal uang yang dapat disetorkan, yaitu Rp. 20.000,- ; 50.000,- ; dan Rp. 100.000,-.

Baca juga: Cara Evaluasi Diri Ketika Bisnis Bangkrut

Transaksi bisa saja mengalami kendala pada saat mesin ATM menghitung uang yang Anda masukan. Salah satu yang sering jadi masalah adalah uang yang terlipat, kucel, dan lusuh. ATM setor tunai akan menolak uang tadi.

Selain untuk menabung, ATM setor tunai juga memungkinkan Anda untuk melakukan transfer ke rekening orang lain. Saat ini setahu saya masih terbatas kepada sesama nasabah di bank yang sama.

3. Gunakan Tas Belanja untuk Menyimpan Fisik Uang Rupiah jika Tidak Membawa Dompet

Tas belanja bisa dijadikan alternatif tempat penyimpanan uang sementara pengganti dompet yang ketinggalan pada saat belanja

Tas belanja bisa dijadikan alternatif tempat penyimpanan uang sementara pengganti dompet yang ketinggalan pada saat belanja

Jika misalnya Anda berbelanja di supermarket, minimarket, atau di warung jika tidak membawa dompet atau lupa membawa dompet, lantas hanya membawa uang cash/tunai.

Setelah pembayaran ternyata ada uang kembalian, uang kertas masukan ke saku, lipat sedikit tidak perlu hingga terbentuk garis. Atau masukan ke dalam plastik atau tas belanja Anda.

Selain ketiga cara di atas, Anda juga bisa menggunakan metode pembayaran cashless. Contoh dengan menggunakan kartu debit, mobile dan internet banking, uang elektronik, maupun dengan kartu kredit.

Transaksi dengan menggunakan metode pembayaran cashless, akan mengurangi kerusakan uang rupiah dalam bentuk fisik secara langsung. Cara ini termasuk efektif mengurangi permasalahan uang kembalian, uang palsu, dan rusaknya fisik uang rupiah.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Yuk sama-sama kita saling menghargai uang yang saat ini ada di saku kita.

Bagikan juga tulisan ini melalui sosial media yang Anda miliki, baik di Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path ke teman-teman Anda agar mereka lebih peduli dengan fisik uang rupiah yang mereka miliki.

Jangan sampai ketinggalan tulisan terbaru dari TheGold.Asia, daftarkan email dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini. Setiap minggunya tim kami akan mengirimkan artikel terbaru melalui email yang Anda daftarkan secara cuma-cuma.

Punya topik yang ingin dibahas di TheGold.Asia? Anda dapat mengirimkan saran topik tertentu agar dibahas di TheGold.Asia. Kirimkan ide dan saran Anda melalui halaman berikut ini. Saran dan ide terbaik akan mendapatkan hadiah dari kami.