Tata Cara Gadai Emas

Saat menjelang liburan hari raya atau mudik, kita sering berada dalam posisi membutuhkan dana ekstra dan cepat untuk memenuhi segala keperluan yang berhubungan dengan Lebaran. Baik untuk biaya transportasi dan bekal selama mudik, sampai membeli pakaian baru dan THR untuk keluarga di kampung.
Atau saat keadaan darurat muncul, seperti anggota keluarga yang sakit atau biaya perbaikan mobil yang rusak, lalu kita pun dihadapkan pada kondisi BU a.k.a “butuh uang” dan membuat Anda kebingungan harus mencari pinjaman ke mana. Situasi-situasi di atas memang bukan situasi yang menyenangkan.
Baca juga: Modal Usaha Baiknya Jual atau Gadai?
Kadang karena terdesak, orang memilih jalan pintas dengan meminjam uang kepada rentenir atau orang-orang terdekat. Tentu saja, risiko yang akan dihadapi akan lebih tinggi jika meminjam uang ke tangan yang salah. Akan tetapi akan berbeda ceritanya jika Anda memiliki investasi berupa emas.
Investasi emas adalah salah satu investasi yang menguntungkan, karena nilai emas yang cenderung naik setiap tahunnya dan memiliki harga jual yang tinggi. Selain itu, emas juga bisa digadaikan.
Karena itulah kita sering melihat orang beramai-ramai mengunjungi kantor Pegadaian untuk menggadaikan emas mereka, dan dalam waktu singkat biaya-biaya tak terduga mereka pun terpenuhi.
Emas yang baik untuk digadaikan adalah emas batangan. Selain karena nilainya yang tinggi, emas batangan juga merupakan barang yang sangat jarang ditawarkan untuk disewa orang lain.
Proses pengecekannya pun lebih mudah karena hanya dilihat dari keaslian produknya saja. Terlihat mudah, ya? Tapi jangan terburu-buru.
Baca juga: Tips cara mengetahui emas palsu
Jika Anda memiliki investasi emas, sedang membutuhkan dana cepat, dan berencana untuk menggadaikan emas Anda setelah membaca tulisan di atas, maka Anda harus membaca tulisan ini sampai selesai.
Menggadaikan emas memang terlihat mudah, akan tetapi Anda harus memahami dengan baik tata cara gadai emas dan risiko-risikonya, jika Anda tidak berhasil menebus emas yang digadaikan. Ya, menggadaikan emas juga memiliki risiko.
Lalu, seperti apakah tata cara gadai emas? Mari simak ulasan berikut ini.
Sebelum kita bahas tata caranya, perlu diketahui bahwa ada dua macam cara pengelolaan gadai yaitu gadai syariah dan gadai konvensional. Kedua bentuk pegadaian ini memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Kita akan bahas satu persatu.

Tata Cara Gadai Emas Syariah

Tata cara gadai emas syariah via duajurai.com

Tata cara gadai emas syariah via duajurai.com


Karena berbasis syariah, maka gadai syariah tidak memiliki bunga. Artinya, pihak pegadaian tidak mengambil keuntungan, baik dari sistem bunga pinjaman maupun sistem bagi hasil.
Lantas, dari mana mereka mendapatkan penghasilan? Pegadaian syariah hanya bergantung pada upah jasa penitipan barang jaminan, karena mengambil keuntungan dari bunga pinjaman diharamkan di pegadaian syariah.
Baca juga: Hal-hal yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia
Pegadaian syariah mempunyai dua macam akad, akad meminjam uang dan akad ijarah. Akad meminjam uang tertulis kurang lebih seperti ini: uang yang dipinjam berjumlah sekian dan harus dibayar dengan jumlah uang yang sama dari jumlah uang yang sudah dipinjam (tidak ada bunga). Kemudian ada akad kedua, berisi perjanjian membayar upah jasa penitipan barang jaminan.
Langkah pertama untuk menggadaikan emas cukup mudah, yaitu membawa identitas diri seperti KTP, dan membawa emas yang hendak digadaikan. Selanjutnya adalah menentukan besar biaya yang harus dibayarkan. Berikut adalah besar biaya administrasi yang menyesuaikan nilai pinjaman:

  1. Rp15.000,00 untuk nilai pinjaman Rp100.000,00 s/d Rp5.000.000,00
  2. Rp25.000,00 untuk nilai pinjaman Rp5.010.000,00 s/d Rp10.000.000,00
  3. Rp40.000,00 untuk nilai pinjaman Rp10.010.000,00 s/d Rp20.000.000,00
  4. Dan seterusnya.

Setelah itu menentukan taksiran harga emas yang kita gadaikan. Pegadaian syariah memberikan nilai pinjaman 85% dari harga emas. Jadi, misalnya harga emas Anda ditaksir Rp25.000.000,00, maka maksimal uang yang Anda dapat pinjam adalah Rp21.250.000,00. Sedangkan biaya penitipan (yang menjadi sumber penghasilan pegadaian syariah), dihitung dengan rumus:

(Taksiran / Rp10.000 x 79 )

Angka 79 adalah angka yang digunakan jika Anda meminjam dengan nilai maksimal pinjaman. Angka ini akan terus turun seiring semakin rendahnya nilai pinjaman.
Biasanya di pegadaian syariah, biaya gadai dihitung setiap 10 hari dari masa peminjaman dengan nilai yang sama setiap harinya. Kemudian biaya gadai akan bertambah saat memasuki hari ke 11 dan seterusnya.
Masa penitipan gadai adalah 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang setiap 4 bulan jika belum bisa menebus emas. Selain itu, Anda juga harus membayar upah jasa penitipan (ijarah) dan dapat mengangsur pinjaman.
Emas yang digadaikan di pegadaian syariah akan dijaga dengan sangat aman dan diasuransikan, karena itulah dikenai biaya upah jasa tempat penitipan barang jaminan.

Tata Cara Gadai Emas Konvensional

Tata cara gadai emas konvensional

Tata cara gadai emas konvensional via bareksa.com


Kebalikan dari pegadaian berbasis syariah, maka pegadaian konvensional memiliki bunga, alias pegadaian mengambil keuntungan dari bunga pinjaman.

  1. Tata cara gadai emas di pegadaian konvensional sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pegadaian syariah. Hanya saja ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan seperti:
  2. Biaya gadai dihitung setiap 15 hari kemudian akan naik di hari ke 16 dan seterusnya.
    Masa penitipan gadai diperpanjang dengan cara membayar biaya sewa modal (masa penitipan gadai sama dengan pegadaian syariah, yaitu 4 bulan) yang jumlahnya lebih besar dari biaya ijarah.
  3. Anda harus membayar bunga pinjaman yang sudah ditentukan. Semakin besar nilai pinjaman, semakin besar bunga yang dibebankan.
  4. Anda harus menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK).

Cara menebus emas yang digadaikan cukup mudah, yaitu hanya dengan membawa identitas diri, nota transaksi penerimaan uang, dan surat bukti kredit.
Jika melihat perbedaan gadai emas syariah dan gadai emas konvensional, tentu saja gadai syariah lebih baik daripada gadai konvensional. Sangat dianjurkan untuk menggadaikan emas Anda di pegadaian syariah jika Anda membutuhkan dana cepat.
Baca juga: 9 Cara Menjual Kembali Emas Perhiasan dengan Harga Tinggi
Menggadaikan barang memang salah satu cara yang efisien dan menggiurkan untuk mendapatkan uang ekstra dalam waktu singkat. Akan tetapi, Anda harus yakin dapat menebusnya tepat waktu. Barang yang digadaikan dan tidak bisa ditebus akan dilelang.
Sebaiknya, jika memang Anda tidak dalam situasi yang mendesak, hindari menggadaikan barang berharga Anda dan menabunglah. Semoga bermanfaat.

Yuk bantu sebarkan informasi ini ke teman-teman Anda di sosial media. Bagikan juga tulisan di atas melalui Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path jika Anda rasa artikel ini bermanfaat untuk Anda.
Suka dengan artikel-artikel dari Kami? Daftarkan saja email Anda di form di bawah tulisan ini. Setiap seminggu sekali kami akan memberikan update artikel terbaik untuk Anda.