Jika pada saat ini di depan Anda ada dua gergaji. Gergaji pertama adalah gergaji yang masih baru tetapi sudah disimpan lama oleh penjualnya sedangkan satu lagi adalah gergaji lama tetapi sering di asah.

Kira-kira gergaji mana yang akan Anda pilih untuk memotong satu balok kayu? Beberapa dari Anda mungkin berpendapat untuk memilih gergaji lama tetapi sering di asah bukan?

Kemampuan kita layaknya gergaji tersebut, kita sudah memiliki kemampuan dan kelebihan sejak kita berada di dalam kandungan. Sebagian orang memilih untuk fokus pada kelebihan yang ada dalam dirinya. Namun sebagian lagi ada sebagian orang yang malah fokus pada kekurangan yang ada di dirinya. Orang seperti ini adalah orang yang tidak bersyukur atas apa yang ada di dalam dirinya.

Bisa jadi orang yang fokus pada kekurangan dirinya saja adalah orang yang tidak mengenal apa kelebihan yang Tuhan berikan kepada dirinya. Bagi Anda yang sudah membaca artikel ini, dan telah menyelesaikan tugas tersebut. Maka tugas selanjutnya untuk Anda adalah tanyakan kepada diri Anda hal apa yang ingin Anda asah yang sudah Anda tuliskan pada tugas sebelumnya.

Tanyakan juga kepada diri Anda bagaimana caranya Anda mengasah kelebihan tersebut agar menjadi semakin tajam. Layaknya sebuah gergaji di atas. Ketika memotong satu balok kayu, maka dengan satu kali gesekan saja balok kayu sudah bisa terpotong. Bagi Anda yang belum menemukan kelebihan diri Anda, jangan-jangan Anda menyimpan suatu mental blok? Maka hancurkan terlebih dahulu mental blok Anda selama ini dengan membaca artikel Cara Menghancurkan Mental Blok.

Bagi pembaca yang ingin share kelebihan diri Anda pada artikel ini, saya persilahkan untuk menuliskan minimal 5-1o baris kelebihan-kelebihan dari diri Anda pada kotak komentar di bawah artikel ini termasuk cara bagaimana Anda mengasahnya. Dari apa yang Anda tulis bisa jadi orang terinspirasi dengan tulisan Anda. Selamat mengasah kemampuan. 🙂