Setelah menggunakan Google Meet dan Zoom selama beberapa minggu untuk proses pembelajaran dari rumah, saya menemukan plus dan minus dari masing-masing aplikasi.

Google Meet vs Zoom, keduanya menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan saat learning from home. Google Meet banyak dipilih lantaran menjadi salah satu aplikasi yang dapat diandalkan saat menggunakan Google Classroom.

Sedangkan Zoom, lebih kepada aplikasi tatap muka dan belajar langsung. Google Meet versi gratis bisa digunakan selama 60 menit. Durasi ini lebih lama dibandingkan Zoom versi gratisan, yang dibatasi hanya 40 menit.

Jika ingin durasi meeting yang lebih lama, bisa upgrade akun Zoom ke versi Pro. Sekarang yang jadi pertanyaan utama adalah mana yang lebih baik antara Google Meet dibandingkan Zoom untuk proses belajar dari rumah?

1. Jumlah Partisipan yang Terlihat Saat Live

Jumlah partisipan google meet vs zoom dilihat dari jumlah orang dalam video conference sekali waktu

Jumlah partisipan yang terlihat saat live ternyata antara Google Meet dan Zoom itu berbeda. Pada Google Meet, jumlah partisipan yang dapat dilihat dibatasi hanya 16 orang saja.

Sedangkan pada aplikasi Zoom, partisipan yang dapat dilihat sebanyak 49 partisipan dalam satu screen / layar. Kamu tinggal mengubah pengaturannya menjadi gallery view saja.

Pembatasan Google Meet yang hanya menampilkan 16 orang ini menurut saya menjadi salah satu kekurangan yang fatal, terlebih lagi dikalangan anak sekolahan.

Karena bisa jadi siswa yang ke-17 dan seterusnya tidak dapat dipantau oleh guru yang bersangkutan. Orangnya mungkin hadir saat kelas online, akan tetapi siswa tersebut tidak dapat terlihat apakah sedang menyimak atau tidak.

Walaupun dari sekolah misalnya telah membuat aturan selama kelas online, siswa diwajibkan menyalakan kamera. Namun karena Google Meet hanya menampilkan 16 orang saja, peserta lain jadi tidak terlihat di layar.

Pada poin ini, Google Meet vs Zoom, jelas pemenangnya adalah Zoom.

2. Ada Peserta yang Tidak Bisa Gabung
Tidak bisa gabung di Google Meet

 

Salah satu kekurangan dari Google Meet berikutnya yang cukup fatal saat proses learning from home adalah tidak bisanya bergabung beberapa orang siswa di Google Meet.

Google Meet sendiri baru menyediakan aplikasi khusus di Android maupun iOS. Sedangkan pengguna Windows maupun MacOS hanya mengandalkan browser seperti (Google Chrome, Firefox, Opera, dst) melalui website meet.google.com.

Jadi ada kasus di mana seorang siswa atau beberapa di antara mereka tidak bisa bergabung di Google Meet. Saya belum menemukan penyebab pastinya, apakah itu karena bug di aplikasi atau karena cache di browser.

Namun masalah tidak bisa gabung ini bisa diselesaikan dengan mudah saat beralih ke Zoom. Aplikasi Zoom tersedia pada sistem operasi Android, iOS, Windows, dan MacOS.

Salah satu kelebihan dari Zoom, saat misalnya ada seorang siswa yang tidak bisa hadir karena sakit atau alpa. Semua pertemuan yang dilakukan di Zoom dapat direkam, sedangkan di Google Meet hal tersebut belum bisa dilakukan.

Pada poin ini, pemenangnya adalah Zoom.

3. Kontroling Grup Chat

Fitur chatting di Google Meet tidak dapat dinonaktifkan

Kalau para siswa mengobrol baik di Zoom maupun di Google Meet, seorang host bisa saja menginterupsi mereka untuk diam atau menyuruh mereka mute / mematikan suara selama kelas online.

Namun sayangnya para siswa saat kelas online bisa ngerumpi di Grup Chat, yang di mana tidak ngobrol pakai mulut sih. Karena di grup chat itu diketik, ngobrol ngalor ngidul via grup chat ini yang membuat partisipan lain mungkin terganggu atau malah ikut-ikutan ngobrol.

Sayangnya fitur grup chat tidak dapat dimatikan pada aplikasi Google Meet. Sedangkan di Zoom, fitur ini bisa dinonaktifkan oleh host. Sehingga para partisipan bisa lebih fokus saat kelas online.

Pada poin ketiga ini, Google Meet vs Zoom untuk pembelajaran jarak jauh, masih dimenangkan oleh Zoom.

4. Kontroling Berbagi Layar Google Meet vs Zoom

Pengaturan screen sharing Google Meet vs Zoom

Dua aplikasi ini sama-sama memiliki fitur berbagi screen. Fitur berbagi layar ini dapat dilakukan, baik oleh partisipan maupun host. Pada aplikasi Google Meet, fitur ini tidak dapat dikontrol sepenuhnya oleh host.

Alhasil, siswa bisa berbagi layar kepada partisipan yang lain di saat guru sedang melakukan berbagi layar juga. Hal ini cukup menggangu proses pembelajaran jarak jauh. Guru biasanya berbagi layar untuk menulis di Google Jamboard atau bisa juga saat berbagi materi video atau presentasi.

Berbeda di Zoom, fitur sharing screen dapat dikontrol secara penuh. Misalnya hanya host saja yang diperbolehkan untuk berbagi layar, sedangkan partisipan tidak dapat melakukan sharing screen.

Sampai poin keempat ini, Zoom masih menjadi pemenangnya.

Pada perbandingan ini terlihat memang Google Meet lebih banyak kurangnya dibandingkan Zoom. Namun untuk proses pembelajaran jarak jauh tentu Google Classroom, yang include di dalamnya ada Google Meet sudah sangat cukup.

Menurut kamu untuk pembelajaran jarak jauh terkait video conference lebih baik Google Meet atau Zoom? Sharing di kotak komentar di bawah ini ya.

4.5 2 votes
Bantu berikan rating untuk artikel Ini...