Terkadang ketika orangtua bercanda dengan anaknya, sering kali mereka tidak sadar bahwasannya telah membuat anaknya kesal.

Ditambah lagi orangtuanya ketika bercanda memanggil anaknya dengan julukan yang biasanya dipanggil oleh teman-temannya di sekolah.

Ketika anak bilang sudah cukup bercandannya, namun orangtua sebagian ada saja yang tetap menggoda mereka. Hal ini yang membuat anak menjadi tidak suka dengan orangtuanya. Loh niatnya bercanda agar hubungan anak dengan orangtua menjadi dekat tapi kok malah jadi merenggang?

Ingat sesuatu hal yang berlebihan itu tidak baik. Memang orangtua menganggap apa yang dilakukannya adalah hal yang biasa saja, namun anak merespon lain. Di dalam pikirannya orangtuanya sudah melewati batas bercanda dengan mereka. Sehingga yang terjadi di dalam pikiran si Anak. Orangtuanya sama dengan teman-temannya di sekolah yang sering mengejek.

Jika sudah seperti ini anak akan merasa tidak nyaman lagi bercanda dengan orangtuanya. Lalu apa yang harus dilakukan dengan para orangtua jika hal ini terjadi? Pertama, buatlah materi bercandaan yang tidak menghina atau menjatuhkan. Materi-materi lucu bisa Anda dapatkan dari koran yang Anda baca ataupun buku.

Terkadang materi lelucon yang Anda dapat dari teman kantor belum tentu relevan dengan bercandaan anak Anda. Kedua, jadikan diri Anda sebagai objek tertawaannya, di sini tetap jaga batas-batasan normanya. Ketiga, jika Anak menjadi kesal karena Anda ledek. Jangan sungkan untuk meminta maaf kepada mereka. Lihatlah ketika bercanda ekspresi muka mereka. Apakah mereka senang atau tidak.

Kesimpulannya, bercanda dengan anak boleh saja. Tetapi menjaga kenyamanan saat bercanda dengan mereka itu juga menjadi hal yang penting. Pilihlah materi untuk lelucon yang cerdas. Tidak menyudutkan atau menjatuhkan seseorang atau menyindir. Jika memang orangtua kelewat batas dalam bercanda. Jangan sungkan untuk meminta maaf. Pembaca apa Anda punya tips lain?