Dahulu saya sering coba-coba layanan hosting di berbagai perusahaan yang ada di Indonesia, sampai akhirnya sudah nyaman dan memilih hosting di DigitalOcean.

Apa itu DigitalOcean? DigitalOcean adalah perusahaan yang menyediakan jasa hosting dengan kualitas terbaik, bisa dibilang harga boleh kaki lima namun bisa menyaingi layanan seperti dari perusahaan Google, Microsoft, dan Amazon.

Jika kamu saat ini memiliki sebuah situs web, sering mengalami down server, website terasa lambat saat dibuka, dan sering kebobolan karena ulah hacking karena menggunakan layanan shared hosting.

Kamu bisa mencoba Virtual Private Server di DigitalOcean. Harga termurah dari layanan VPS di DigitalOcean yaitu $5 atau sekitar Rp. 70.000,- sampai dengan Rp. 75.000 untuk kurs per saat ini diangka tujuh puluh ribuan.

Selain harga, berikut ini alasan mengapa DigitalOcean layak untuk dijadikan tempat hosting situs web kamu:

1. Banyak Pilihan Lokasi Server

DO memiliki beberapa lokasi server strategis, setidaknya ada 12 lokasi server yang bisa kamu pilih, bisa disesuaikan dengan lokasi terdekat dari target pembaca situs web kamu.

Kalau target pembacanya di Indonesia maka lokasi server di DO, yang bisa kamu pilih yaitu Negara Singapura. Tinggal nanti menggunakan CDN Cloudflare saja untuk deliver-nya, CF sudah ada di Jakarta saat ini.

Berikut ini lokasi server yang ada di DigitalOcean:

New York City, The US: NYC1, NYC2, NYC3
San Francisco, The US: SFO1, SFO2
Toronto, Canada: TOR1
London, United Kingdom: LON1
Frankfurt, Germany: FRA1
Amsterdam, the Netherlands: AMS2, AMS3
Singapore: SGP1
Bangalore, India: BLR1

2. Fitur 1-Click Applications

Marketplace DO

Umumnya saat kita membeli sebuah layanan VPS di Indonesia, karena bersifat unmanaged jadi keseluruhan aplikasi harus diinstal satu per satu. Bagi mereka yang baru pindah dari shared hosting, hal seperti ini cukup memusingkan kepala.

Sedangkan saat membeli VPS di DO kita bisa memanfaatkan fitur 1-Click Application yang tersedia di marketplace. Misalnya saat kita beli VPS sudah terinstal WordPress, Drupal, Joomla, VPN, dst. Kita tinggal memakai saja tidak perlu instal dan konfigurasi satu per satu.

Cukup login menggunakan root saat di awal saja untuk memulai sebuah aplikasi. Cukup mudah dan simpel.

3. Dukungan Komunitas yang Kuat

Saat kamu kepusingan me-manage VPS di awal karena harus mengetahui basic perintah yang ada di Linux misalnya. Kamu bisa menanyakan mengenai hal-hal yang bikin kamu pusing terkait VPS atau aplikasi yang digunakan melalui komunitas online yang ada di DigitalOcean.

Ada banyak tutorial, tips, dan berbagai tools yang di share oleh member maupun Expert dari tim DO sendiri untuk memudahkan pemula dalam me-manage VPS yang mereka gunakan. Tutorial yang diberikan juga cukup komprehensif. Ini salah satu nilai plus dari DigitalOcean dibandingkan provider lain.

4. Pembayaran yang Mudah

Pembayaran di DigitalOcean bisa menggunakan kartu kredit dan Paypal. Bagi mereka yang tidak memiliki kartu kredit bisa menggunakan Paypal. Bank di Indonesia yang saat ini support untuk verifikasi akun Paypal yaitu Bank BTPN melalui program tabungan Jenius.

Kamu bisa menggunakan kartu debit dari Jenius untuk verifikasi akun Paypal. Topup saldo di tabungan Jenius terlebih dahulu, verifikasi akun Paypal, lalu bayar biaya berlangganan VPS di DigitalOcean dengan Paypal. Mengenai verifikasi Paypal dengan tabungan Jenius kamu bisa baca selengkapnya di sini.

5. DigitalOcean Termasuk Top 100 Forbes

DigitalOcean versi Forbes

Penting memilih perusahaan hosting dengan reputasi yang baik, karena ada banyak perusahaan kecil terutama yang gulung tikar karena tidak bisa bersaing di pasar cloud yang sangat kompetitif.

Pengalaman buruk dari beberapa blogger di tanah air misalnya. Tiba-tiba perusahaan tempat ia menyewa hosting tutup. Saat tutup juga tidak ada pemberitahuan sama sekali. Alhasil tidak ada data yang bisa di backup.

Ini semua musibah besar, beberapa minggu terakhir juga ada perusahaan hosting dari luar negeri yang tutup. Customer diinfokan bahwa dalam 2×24 jam mereka harus sudah berhasil mem-backup data yang ada di host mereka.

Jika tidak, data akan hilang. Deng! Musibah banget kan. Berbicara si DO, perusahaan ini termasuk ke dalam top 100 perusahaan cloud terbaik versi Forbes. Tepatnya berada di posisi ke-46, bisa dibilang perusahaan ini bukan ecek-ecek.

6. Harga Lebih Murah dari AWS

Biaya sewa virtual private server di DigitalOcean lebih murah dibandingkan sewa di Amazon, Azure, Google Cloud, dan Alibaba. Dengan biaya yang murah juga bukan berarti pelayanan yang diberikan murahan.

Buat kamu yang baru migrasi ke VPS dari shared hosting, kamu bisa mencoba terlebih dahulu layanan di DigitalOcean dengan harga $5 per bulan. Untuk WordPress misalnya, jika kamu konfigurasi dengan baik.

Server $5 per bulan sudah bisa menampung ratusan bahkan ribuan pengunjung blog. Berikut ini daftar harga per 11 Desember 2019 untuk sewa hosting di DigitalOcean.

Daftar Harga DigitalOcean

7. Mudah Saat Resize Droplet

Cara Resize Droplet DigitalOcean

Saat traffic blog kamu sedang ramai misalnya karena lagi ada campaign promo tertentu dalam periode waktu tertentu. Kamu bisa melakukan resize droplet dengan mudah melalui control panel yang ada di DigitalOcean.

Kamu bisa resize sesuai dengan kebutuhan. Misalnya resize untuk penambahan CPU dan RAM saja, atau bisa juga include dengan penambahakan ruang penyimpanan (disk size).

Tidak hanya penambahan, kamu juga bisa menguranginya saat tidak memerlukan spek yang tinggi atau saat campaign promo berakhir. Namun saat kamu lakukan upgrade disk size, kamu tidak bisa kembali ke paket sebelumnya.

Jadi yang bisa dikembalikan ke paket sebelumnya hanya untuk penambahan CPU dan RAM saja. Cara melakukan resizenya juga cukup mudah, yaitu matikan dahulu droplet (turn off / shutdown), lalu baru lakukan resize.

Nah buat kamu yang mau coba VPS di DigitalOcean, bisa menggunakan refferal link berikut ini, kamu akan mendapatkan saldo sebesar $100 selama waktu 60 hari, bisa dipakai untuk membuat VPN atau blog WordPress, dll.