Miris ketika saya melihat di televisi ada seorang rentenir yang rela menganiyaya orang yang berhutang kepadanya lantaran kredit macet. Catat ya baik-baik dalam benak pikiran kita semua bahwa hutang piutang bukan hal yang sepele!
Banyak orang yang kehilangan nyawa, kehilangan kehormatan atas dirinya, kehilangan hak-hak dasar manusianya karena memiliki hutang loh! Baginda rasulullah sendiripun mengajarkan kita doa yang begitu luar biasa sekali agar terhindar dari jeratan hutang.
Coba Anda baca doa ini pelan-pelan dan Anda pahami betul-betul maknanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Artinya: Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan, kesedihan, dan kesusahan. Aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan (pengecut) dan kekikiran. Aku berlindung pada-Mu dari tekanan hutang (lilitan hutang) dan paksaan orang lain (kesewenang-wenangan manusia).
MasyaAllah indah betul kalimat di atas, jika Anda mampu menerjemahkan dalam berbagai sudut pandang disiplin ilmu dan pengalaman Anda sendiri. Saya pikir Anda akan semakin kagum dengan kalimat di atas.
Saya sendiri hanya dapat menghimbau agar Anda hindari betul yang namanya hutang dalam hal konsumtif. Contohnya mengapa Anda repot-repot perlu membeli gadget mahal dengan menggunakan kredit? Padahal nilai dari barang yang Anda beli terus menyusut setiap tahunnya.
Lalu mengapa juga Anda membeli mobil yang harganya belum bisa Anda jangkau dengan kantong Anda saat ini. Lantas mengambil opsi menggunakan pembayaran dengan kredit. Padahal dalam kegiatan aktivitas sehari-hari, kendaraan umum masih cocok dan lebih pas di kantong Anda ketimbang membeli mobil dengan sistem kredit.
Di televesi juga, ramai-ramai digembor-gemborkan beli perlengkapan anak atau beli pakaian anak dengan jual-beli online bisa juga dengan sistem kredit (nyicil). Padahal klo Anda beli pakaian di pasar dekat rumah Anda. Harganya lebih terjangkau dan kualitaspun tidak kalah baiknya dengan yang di OL Shop(Web E-commerce yang di TV).
Anak itu sendiripun tidak akan pernah tahu dan bisa membedakan mana pakaian yang branded dan mana yang tidak. Pola asuh orangtua yang salah lah yang membuat pada akhirnya pengeluaran dalam rumah tangga menjadi meningkat sehingga tidak sebanding dengan pemasukan yang ada.
Alhasil di satu sisi ingin meningkatkan gaya hidup alias gaya-gayaan. Di satu sisi pendapatan tidak sebanding. Tanpa berpikir panjang akhirnya jatuhlah pada hutang-piutang. Padahal yang dibeli juga bukan untuk sesuatu hal yang produktif. Hanya karena memenuhi hasrat konsumtifnya ia akhirnya memilih untuk berhutang.
Come on, bro sis gan. Pikir ulang apabila ingin membeli sesuatu hal dengan cara hutang-piutang. Jika itu untuk hal yang produktif tidak jadi masalah. Namun klo hanya buat kesenangan sesaat buat apa? Coba turunkan gaya hidup Anda. Hiduplah dalam kesederhanaan dan cobalah atur diri Anda dengan tegas dan keras.
Miliki batasan-batasan untuk membeli ini dan itu dengan melihat terlebih dahulu mana yang kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan. Contoh lainnya gini, makan itu adalah kebutuhan manusia. Tapi ketika Anda memilih makan di restoran yang mahal, dengan minimal uang yang keluar sebesar Rp. 50.000,- untuk satu gelas teh. Itu si namanya bukan kebutuhan lagi. Anda masak dan makan di rumah biaya yang dikeluarkan tidak sampai sebesar itu kok!

Yuk sama-sama kita saling selektif dalam membelanjakan uang yang kita miliki. Toh pada saatnya nanti, hari di mana semua amal kita akan diperhitungkan. Kita akan dimintai juga tanggung jawab oleh-Nya atas apa yang sudah kita belanjakan.
Jika apa yang saya tulis di atas bermanfaat menurut Anda. Mohon bantu sebarkan tulisan tersebut pada Facebook, Twitter, Google Plus, WhatsApp, dan Line yang Anda miliki. Agar banyak orang yang mengetahui perihal tulisan hutang piutang bukan hal yang sepele ini.