Peluang, Tips, dan Manfaat Investasi Perak

Sebagai salah satu logam mulia yang banyak diminati, emas kian populer–terutama dalam fungsinya meningkatkan status sosial masyarakat. Maka tidaklah heran, jika dahulu emas dijadikan tolok ukur kekayaan, kini emas juga kerap dimanfaatkan sebagai instrumen investasi sekaligus tabungan masa depan.

Adapun hal ini diakibatkan oleh harganya yang cenderung naik setiap tahun–sementara nilai perdagangannya dikenal stabil. Lantas, bagaimana dengan perak? Sama halnya dengan emas, sebenarnya investasi perak dapat dijadikan peluang menghasilkan uang.

Baca juga: Jenis Koin Dinar dan Dirham di Indonesia

Apalagi, meski harganya cenderung naik dan turun dalam jangka pendek, pergerakan nilai perak cenderung lebih stabil. Hal ini disebabkan, lantaran kecilnya pasar global perak. Sebagai dampaknya, harganya pun sulit dimanipulasi sehingga perak tidak punya risiko sebesar emas.

Di sisi lain, banyak perak yang didulang tidak lagi digunakan sebagai aset–melainkan diproduksi kembali menjadi jam tangan, komputer, hingga barang elektronik lainnya. Selain tahan inflasi, berikut adalah tiga karakter dasar perak yang menjadikannya cocok sebagai instrumen investasi.

1. Perak Digunakan untuk Keperluan Industri

Jika emas umum dipakai sebagai alat investasi, maka penggunaan perak lebih banyak pada bidang industri. Setidaknya sebuah survei mengungkapkan, di tahun 2013 saja, ada 54% total permintaan perak yang datang dari sektor industri.

Tentu saja, mayoritas permintaan berasal dari industri elektronik dan kimia. Nah, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi global, bukan tidak mungkin permintaan perak untuk industri akan terus naik.

Baca juga: 5 Tips Aman Menyimpan Emas

Apalagi hal ini didukung dengan pesatnya pertumbuhan produksi photovoltaic solar panel–dengan perak sebagai komponen utama. Sebagai bahan pertimbangan, di Tiongkok, produksi ini sudah naik dua kali lipat setiap tahunnya.

Adapun produksi yang sudah ada sejak tahun 2003 ini bisa membuat permintaan sekitara 15 juta ons perak setiap tahunnya!

2. Harga Perak Masih Relatif Terjangkau

Tidak seperti emas, modal investasi perak relatif lebih kecil dan tentu saja terjangkau untuk semua kalangan. Hal ini lantas diperkuat dengan harga saham perusahaan tambang perak yang lebih menarik–masih murah dengan prospek yang menjanjikan. Coba bandingkan dengan harga saham perusahaan tambang emas lainnya…

3. Ketersediaan Perak Lebih Sedikit

Harus dipahami, ketersediaan perak cenderung lebih sedikit ketimbang emas. Pasalnya, lebih dari 90% produksi perak ditujukan untuk konsumsi sektor industri–sementara di sisi lain, produksi tambang perak kini rupanya tidak mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Baca juga: Cek Harga Perak Hari ini via Browser

Pada akhirnya, inilah yang menyebabkan pergerakan harga perak naik bahkan lebih tinggi daripada emas. Setelah memahami tiga karakter dasar perak di atas, inilah saatnya untuk menentukan apakah Anda, benar-benar cocok untuk berinvestasi perak atau tidak.

Nah, untuk memudahkan proses investasi Anda, berikut adalah beberapa tips investasi perak yang bisa Anda jadikan inspirasi.

Tips Investasi Perak untuk Pemula

1. Pilih perak asli/murni– sebagai ukuran, perak minimal mengandung 92,5 kandungan perak murni, sementara sisanya menggunakan tembaga (7,5%) sebagai bahan campuran.

Cara sederhana untuk mengetahuinya, adalah dengan lebih dulu melihat tulisan 925 atau 92,5 pada perhiasan perak/kepingan perak yang Anda beli. Adapun ingatlah untuk menaksir harga pasar per ons dan carilah nilai standar–untuk memastikan Anda tidak membeli perak dengan harga yang jauh dari nilai pasar.

Sebagai informasi, beberapa bank biasanya menetapkan biaya tambahan untuk penjualan perak. Jadi, tanyakan lebih dulu berapa biaya preminya, sehingga Anda bisa memperkirakan keuntungan dari harga pembelian dan penjualan.

2. Pilih Perak batangan

Anda bisa memilih perak batangan atau koin perak murni bersertifikat sebagai media investasi paling murah, terutama jika Anda seorang pemula. Disarankan pula untuk memilih pecahan kecil–sebab lebih fleksibel, aman, dan mudah dicairkan di semua tempat.

3. Beli di toko tepercaya

Meski tidak terlalu populer, tidak menutup kemungkinan terjadi pemalsuan perak. Nah, jika Anda tidak dapat menemukan tulisan 925 pada keping perak, inilah empat cara untuk mengenali perak asli, yakni:

  1. Perak asli yang dibuat dengan benar, jarang membuat pemakainya alergi. Jika Anda merasa gatal-gatal atau mengalami iritasi pada kulit, itu artinya Anda sudah membeli perak palsu (atau perak dengan campuran terlalu banyak).
  2. Anda bisa melempar koin perak ke udara atau mengetukkan dengan koin lain untuk menghasilkan suara. Adapun perak asli akan berbunyi dering dengan nada tinggi seperti lonceng.
  3. Letakkan es batu ke koin perak. Perak asli cenderung mencairkan es lebih cepat, sebab memiliki konduktivitas suhu yang tinggi.
  4. Gunakan magnet neodimium, lalu atur sudut perak Anda sebanyak 45 derajat dan biarkan magnet meluncur turun. Perak asli tidaklah bersifat magnetis–sehingga magnet akan turun secara perlahan. Sementara itu, pada material non perak, magnet cenderung akan berhenti di atas batang atau turun dengan cepat.
  1. Berikan jeda — lantaran harganya cenderung murah, hindari membeli perak dengan cara memborong. Ada baiknya, membagi periode pembelian agar Anda bisa menyeimbangkan proses investasi di saat puncak atau justru turun harga.

Itulah serba-serbi investasi perak yang harus Anda ketahui. Meski belum banyak dikenal, dengan proses cermat dan disiplin, perak juga bisa lho mendatangkan keuntungan. Selamat mencoba!

*Catatan sebelum memulai investasi perak:

1. Hanya gunakan uang yang tidak terpakai untuk membeli logam mulia perak. Hindari menggunakan anggaran dana sehari-hari, seperti halnya belanja bulanan, pendidikan, atau kesehatan.

2. Harus diingat, investasi perak jauh lebih lama ketimbang emas. Bagaimanapun, pasar dalam negeri belum terlalu liquid bagi investasi perak. Ini sebabnya, perak hanya dapat dijual ke sesama investor, kolektor, atau toko emas yang sudah menerima perak.

Bantu sebarkan tulisan di atas melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path untuk teman-teman Anda di sana. Jika Anda menyukai tulisan ini, ada tombol rate bintang di bawah artikel ini. Anda bisa berikan lima tanda bintang jika Anda menyukai dan bantu sebarkan tulisan ini. 🙂

Apakah Anda tertarik bergabung dengan ribuan pembaca TheGold.Asia lainnya? Daftarkan alamat email dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini. Setelah proses pendaftaran mohon klik link aktivasi yang kami berikan ke email Anda. Selanjutnya Anda akan mendapatkan notifikasi setiap ada tulisan terbaru.