Siapa yang tidak mengenal urusan perutangan, atau yang biasa dikenal kredit. Dewasa ini, hampir semua barang dapat diakses dengan pola pembayaran yang satu ini.
Ada berbagai macam tipe kredit dengan fungsi dan tata cara pengajuan yang berbeda-beda. Artikel ini akan membahas beberapa macam jenis kredit, mulai dari kegunaan hingga tata cara pengajuannya.
Bagi Anda yang berencana untuk membeli berbagai barang dengan cara kredit, artikel ini tidak boleh dilewatkan.

1. Kredit Pemilikan Rumah/ Kredit Pemilikan Apartemen (KPR /KPA)

Kredit Pemilikan Rumah atau yang sering disebut dengan KPR adalah jenis pinjaman yang difungsikan untuk membeli rumah atau kebutuhan konsumtif lainnya.
KPR juga memiliki fungsi yang sama dengan KPA, atau Kredit Pemilikan Apartemen. Kredit ini hanya boleh digunakan untuk produk konsumtif saja, karena yang menjadi jaminan adalah rumah atau apartemen yang dibiayai.
Dengan alasan itulah skema pembiayaannya pun mencapai 90% dari harga rumah, sebab nilai jual jaminan akan terus meningkat.
Baca juga: Daftar Harga Sewa 15 Safe Deposit Box Terlengkap di Bank Swasta Indonesia
Proses pengajuan untuk kredit ini terhitung mudah dan biasanya pengembang telah mempunyai rekomendasi bank, sehingga calon nasabah tidak perlu bersusah payah mencari bank.
Untuk pemilihan KPR/KPA sendiri, Anda harus memperhatikan biaya yang mengikutinya yaitu, provisi, asuransi unit, dan biaya notaris untuk akta jual beli.
Sementara untuk pengajuan, syarat secara umum adalah berusia tidak lebih dari 50 tahun, memiliki KTP, kartu keluarga, dan dokumen tambahan yang menjelaskan kemampuan dana atau penjelasan tentang pekerjaan.

2. Kredit Pemilikan Motor/ Kredit Kendaraan Bermotor (KPM/KKB)

KPM adalah Kredit Pemilikan Motor, atau yang lebih umum dan lebih sering dikenal sebagai Kredit Kendaraan Bermotor. Jenis pinjaman ini diajukan untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor.
Kendaraan bermotor dan yang umum dibeli dengan cara ini adalah motor dan mobil. Selain bank, terdapat juga instansi jasa pembiayaan lainnya yang memang khusus menangani pembiayaan kendaraan.
Baca juga: Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kartu Kredit
Layaknya KPR, jenis kredit ini juga hanya dikhususkan untuk produk konsumtif, dan produk itulah yang akan menjadi jaminan kredit tersebut. Kredit ini dapat menangani pembiayaan, baik kendaraan baru maupun bekas.
Jangka waktu pembayaran KPM berkisar antara satu sampai lima tahun. Persyaratan umum untuk pengajuan adalah WNI domisili Indonesia, umur minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun, dan memiliki pekerjaan serta penghasilan tiap bulannya senilai minimal Rp2,5 juta.
Dokumen tambahan yang disyaratkan lainnya bergantung pada lembaga yang menangani pembiayaan tersebut.

3. Kartu Kredit

Kartu kredit adalah jenis kredit yang paling banyak digunakan. Banyaknya penawaran yang diberikan menjadikan kartu kredit sebagai salah satu barang wajib yang harus ada di dalam dompet.
Kartu kredit sendiri merupakan fasilitas perbankan yang memungkinkan penggunanya untuk menikmati pembayaran dengan tagihan di belakang.
Syarat pengajuannya pun terhitung mudah dibandingkan dengan sistem perkreditan yang lain, yaitu hanya sebatas salinan kartu identitas, slip gaji atau surat keterangan penghasilan, dan surat keterangan lain yang dianggap perlu.
Kartu kredit sendiri dibedakan dalam dua aspek, yaitu fungsi dan wilayah penggunaannya. Fungsi kartu kredit yang paling umum adalah sebagai kartu kredit, kartu debet, kartu tunai, dan kartu penarikan cek.
Sementara berdasarkan wilayah penggunaannya, kartu kredit dibagi dua, yaitu nasional dan internasional.

4. Kredit Serbaguna

Dilihat dari fungsinya, jenis pinjaman yang satu ini memiliki cakupan yang paling luas. Kredit jenis ini disebut kredit serbaguna karena dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan nasabah, misalnya pendidikan, liburan, pembelian barang konsumtif seperti elektronik atau mebel, dan masih banyak lagi.
Jangka waktu pinjamannya juga disesuaikan dengan kemampuan finasial nasabah. Dengan bunga yang cukup bersaing, jenis pinjaman ini sering dijadikan pilihan oleh nasabah. Untuk agunan atau jaminan, kredit yang satu ini sangat bergantung pada kebijakan masing-masing lembaga pembiayaan.
Sebagai contoh, untuk lingkup ibu rumah tangga atau usaha mikro, bank akan menawarkan pinjaman dengan jaminan kendaraan atau barang elektronik yang dimiliki.

5. Pinjaman Renovasi

Jenis pinjaman ini sering dibandingkan dengan kredit serbaguna, walaupun secara tujuan memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kredit ini dikhususkan untuk pembiayaan renovasi rumah.
Selain itu, jenis kredit ini memiliki beberapa keunggulan yang lebih menonjol dibandingkan jenis yang lain. Kelebihan kredit jenis ini adalah bunga yang jauh lebih rendah dibanding yang lain, tenor yang ditetapkan lebih panjang, dan plafon kredit yang lebih besar.
Dalam pengajuan kredit jenis ini, rumah atau bangunan yang akan direnovasi akan dijadikan sebagai jaminan. Untuk pengajuan, selain syarat umum, lembaga pembiayaan juga meminta rencana anggaran dan dokumen perijinan yang mengikuti.

6.Kredit Tanpa Jaminan/Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan adalah jenis kredit paling populer. Pasalnya, dalam pengajuan KTA tidak ada persyaratan bagi calon nasabah untuk melaporkan asetnya sebagai jaminan atas pembiayaan.
Sistem perkreditan KTA mensyaratkan riwayat kredit (atau yang biasa dikenal dengan BI checking) yang sehat dan kehadiran pemohon secara pribadi.
Biasanya, penerima kredit ini adalah pegawai yang menerima gaji melalui bank tempat dia mengajukan kredit, sehingga bank tidak perlu lagi melakukan pengecekan ulang kemampuan finansial calon nasabah.
Baca juga: 7 Tanda Anda Telah Benar Belanja Sesuai Kebutuhan
Plafon KTA bervariasi dan memiliki rentang yang cukup sesuai dengan kemampuan finansial nasabah.
Itulah beberapa jenis pinjaman yang dikenal luas di masyarakat. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan, dan pastikan Anda mengenal betul bagaimana sistem pembiayaan dari tiap bank atau lembaga pembiayaan lainnya sebelum melakukan pengajuan.