Sesuai dengan janji saya pada hari sebelumnya, hari ini saya akan membahas mengenai kekurangan berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan. Jika Anda belum membaca tulisan saya mengenai kelebihan investasi emas dalam bentuk perhiasan. Anda dapat membacanya terlebih dahulu pada halaman ini.

Agar sudut pandangnya menjadi lebih berimbang. Saya akan membahas kelebihan dan kekurangan berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan. Setuju? Hukum yang selalu berlaku dalam hidup kita yaitu kita bebas menentukan pilihan, namun konsekuensi dari pilihan tersebut yang kita tidak bisa pilih.

Sama pada tema pembahasan kita kali ini, ketika Anda memilih berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan. Sebagai konsekuensinya maka Anda harus menerima kelebihan dan kekurangannya. Kira-kira apa ya yang menjadi kekurangan dari investasi emas dalam bentuk perhiasan? Mari kita simak ulasan berikut ini bersama-sama.

1. Jika Berbicara Fashion Maka Anda Berbicara juga Tentang Out-of-date Dari Fashion itu Sendiri

Fashion yang akan termakan usia via jawatimuran.wordpress.com

Fashion yang akan termakan usia via jawatimuran.wordpress.com

Foto di atas adalah foto sebuah bangunan tua yang ada di Kota Malang dengan gaya arsitektur tempoe doeloe. Mungkin pada jamannya bangunan tersebut menjadi bangunan dengan gaya arsitektur terbaik di era-nya. Seiring perkembangan jaman sehingga bangunan tersebut menjadi menua karena perkembangan gaya arsitektur yang semakin modern.

Sama halnya seperti bangunan di atas. Mungkin hari ini perhiasan yang Anda pakai memiliki trend/gaya terkini. Namun 4-5 tahun kedepan, tidak menutup kemungkinan trend akan berubah.

Sehingga perhiasan yang Anda punya menjadi out-of-date alias jadul. Ketika dijual kembali perhiasan tersebut harganya menjadi jatuh. Hal ini yang perlu Anda pertimbangkan ketika membeli emas dalam bentuk perhiasan untuk investasi.

2. Hukum Kedua yang Selalu Berlaku di Dunia ini Adalah “Tidak Ada yang Abadi”!

 

Resiko Perhiasan Rusak atau Pudar via Youtube.com

Resiko Perhiasan Rusak atau Pudar via Youtube.com

Karena emas dalam bentuk perhiasan memang lebih sering dipakai untuk fashion. Maka hal-hal seperti gambar di atas bisa saja terjadi. Misalnya kalau kalung atau gelang emas resiko putus/patah, cincin bisa juga patah, dan seterusnya.

Selain itu juga emas yang dipakai bisa pudar karena beberapa aktivitas Anda yang ternyata dapat berpengaruh terhadap zat kimia si emas itu sendiri. Misalnya berenang di air asin atau belerang, penggunaan sabun atau handbody, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat memudarkan si emas.

3. Hilangnya Batu Permata pada Cincin/Kalung/Gelang Menurunkan Harga Jual Kembali

Batu permata yang hilang pada cincin menurunkan nilai jual kembali via diglogs.com

Batu permata yang hilang pada cincin menurunkan nilai jual kembali via diglogs.com

Hal berikutnya yang dapat terjadi jika dalam pemakaian emas dalam bentuk perhiasan yaitu kemungkinan hilang atau copotnya batu permata yang ada pada cincin. Nilai jual kembali akan turun jika hal ini terjadi. Maka saran saya belilah cincin dengan emas polos tanpa tambahan batu permata.

Kecuali, Anda mempergunakan perhiasan dengan batu permata tersebut sesekali waktu atau dalam momen-momen tertentu saja. Sangat beresiko jika dalam aktivitas sehari-hari Anda menggunakan cincin dengan batu permata.

Karena batu permata bisa juga tergores atau hilang. Ada baiknya cincin yang dipergunakan dalam sehari-hari yaitu cincin emas polos tanpa tambahan batu permata.

4. Hilangnya Harga Ongkos Pembuatan  Perhiasan Emas

Hilangnya nilai ongkos pembuatan emas pada buyback via arcadedistro.com

Hilangnya nilai ongkos pembuatan emas pada buyback via arcadedistro.com

Biasanya jika perhiasan emas itu semakin rumit atau semakin sulit untuk dibuat. Maka biaya ongkos pembuatan dari perhiasan emas itu sendiri akan semakin mahal. Sayangnya, pada saat penjualan kembali (buyback) nilai dari biaya ongkos pembuatan tidak akan dihitung.

Oleh karena itu, saran dari saya apabila Anda memiliki perhiasan emas dengan nilai artistik yang indah atau bagus atau bisa juga perhiasan emas yang memiliki nilai historis yang tinggi. Ada baiknya Anda menjual ke para kolektor bukan ke toko emas. Sehingga mendapatkan harga yang lebih tinggi.

5. Resiko Dicopet atau Ditodong karena Penggunaan Perhiasaan Emas

Resiko perhiasan emas ditodong atau dicuri lebih tinggi via Youtube.com

Resiko perhiasan emas ditodong atau dicuri lebih tinggi via Youtube.com

Wah ini pasti ibu-ibu juga sudah tau, jika Anda pergi ke tempat umum. Ada baiknya menggunakan perhiasan emas secukupnya. Maksudnya di sini tidak berlebihan apalagi menarik perhatian orang-orang disekitar. Karena yang mencolok bisa menjadi target korban kriminal. #Serem

Memang emas dalam bentuk perhiasan lebih beresiko ditodong atau dirampok dibandingkan emas dalam bentuk batangan atau koin, yang memang tidak dipergunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Baiklah kasus ini kita akan bahas pada artikel selanjutnya saja. Tentang bagaimana tips untuk menjaga emas yang kita miliki agar aman dan meminimalisir resiko dari tindak kejahatan. Tetap bersama blog.situstarget.com ya. Selamat Berinvestasi! 🙂