Sebelum kamu lanjut baca sampai selesai, artikel ini ditulis berdasarkan opini pribadi selama menggunakan MacBook Pro sekitar setahun pemakaian. Semoga bisa jadi referensi kamu sebelum membeli Macbook Pro.

Tentu kamu harus tahu kan kelebihan dan kekurangan MacBook Pro ini. Kamu mungkin bisa setuju atau tidak dengan tulisan ini, nanti kita bisa diskusi bersama di kotak komentar.

Btw saya sendiri pengguna 3 varian produk Apple yaitu MacBook Air, MacBook Pro, dan iMac. Ketiganya keluaran tahun 2017. MacBook Air itu kepunyaan pribadi, sedangkan MacBook Pro dan iMac kepunyaan kantor.

Oke, sebelum kamu memutuskan membeli Macbook Pro ada baiknya kamu pertimbangkan hal-hal berikut:

1. Tidak Semua MacBook Pro Bisa Di Upgrade

Fakta pertama yang harus kamu ketahui adalah tidak semua MacBook Pro bisa di upgrade baik itu RAM maupun SSD-nya.

Varian yang tidak bisa dilakukan upgrade SSD dan RAM yang dikarenakan sudah disolder dari pabrikannya yaitu yang touch bar atau versi retina.

Well, ketika butuh editing yang berat misalnya Adobe After Effect plus Adobe Premier, kemungkinan sudah megap-megap, terutama pada SSD yang cepat penuh.

2. Harga Aksesoris Tambahan yang Cukup Mahal

Nah ini, tidak hanya harus siap dengan budget yang mahal, MacBook Pro versi touch bar dijual sekitar 40jutaan.

Aksesoris menurut saya yang wajib kamu miliki, yaitu:

  • Slave Tas Laptop
  • HyperDrive (karena port MacBook yang sangat sedikit, maka perlu hub untuk hal ini. Harga sekitar sejutaan)
  • Eksternal hardisk (jadi salah satu komponen tambahan wajib, karena jeroan hanya 256 – 512 GB akan cepat penuh)
  • Apple Thunderbolt to Gigabit Ethernet Adapter (dibutuhkan saat MacBook butuh koneksi internet yang lebih stabil, biasanya untuk kegiatan live streaming)
  • Type C to HDMI (untuk kegiatan presentasi)
  • Magic Mouse (ini buat desain atau editing lumayan ngebantu)
  • Headset (pada poin ketujuh akan lebih detail mengapa kamu perlu headset ini)

Aksesoris tambahan di atas bisa menghabiskan uang sekitar 7 jutaan, dengan komponen termahal di hardisk eksternal.

3. Pilihan Software yang Sedikit

Berbeda dengan Windows, yang software alternatifnya ada banyak, saat di MacBook pilihan/software alternatifnya menjadi lebih sedikit.

Selain sedikit jumlah dan pilihannya, pun sekalinya ada, sedikit-sedikit bayar. Wkwk. 😂

Hati-hati juga saat instal MacOS terbaru, bisa jadi banyak software saat ini yang terinstal menjadi tidak kompatibel.

4. Jangan Berpikir Untuk Gaming

Asli, bermain game di MacBook Pro itu ga nyaman. Pertama, karena tombolnya pas dipencet kayak ga kepencet (terlalu soft), maklum biasa ngetik bar-bar di Windows.

Kedua, misalnya main pakai magic mouse. Duh, udah datar banget gitu mouse-nya kan. Di geser, sinyal ilang. Compare to mouse gaming ya jauhlah. Tapi ya, secara magic mouse bukan buat gaming juga kan?

Menurut saya, salah banget kalau kamu berpikir untuk main game di Macbook. Ya, ini mungkin kekurangan MacBook Pro saat diperuntukan gaming, namun sangat nyaman saat digunakan untuk editing video atau gambar.

Ini kita bicarain hanya keyboard-nya lho ya. Kalau soal grafisnya dipakai game ya enak pake banget. Mumpuni ga? Ya, mumpuni lah buat game berat juga.

5. Budget Service-nya Juga Lumayan Muahal

Harga dari MacBook Pro kan sudah lumayan ya, begitu juga dengan biaya service-nya.

Terbilang MacBook itu cukup awet sih, namun kebiasaan atau cara pemakaian yang salah akan membuat umur si MacBook berkurang drastis.

Misalnya si MacBook lagi kerja keras, ambil contoh lagi render video. Nah, terus kamu tutup langsung tuh si Mac dan disimpan di tas laptop.

Alhasil yang pernah kejadian salah satu milik teman saya, baterai MacBook-nya jadi menggembung.

Harga baterai original sudah lumayan, nah belum lagi kalau kasusnya gara-gara gelembung jadi dorong part atau komponen lainnya misal keyboard atau screen jadi ikut bermasalah.

Ya, total service-nya jadi makin membengkak.

6. MacBook Pro vs Komputer PC Rakitan?

Dengan harga sama-sama 40jutaan. Kamu lebih pilih MacBook Pro atau PC rakitan? Kalau saya sendiri ditanya mengenai hal ini.

Saya bakal jawab, PC rakitan. Hehe. Dengan nilai segitu, tentu saja kamu bisa custom komputer PC dengan spek yang gahar melebihi MacBook Pro.

Namun yang menjadi catatan yaitu komponen pada PC rakitan bisa saja ada yang tidak kompatibel satu dengan yang lainnya.

Dan juga komputer PC tidak fleksibel, tidak bisa dibawa kemana-mana. Ya, kalau bisa keduanya punya sih wkwk.

Faktanya sih sesangar-sangarnya laptop gaming, belum ada yang bisa mengalahkan PC Gaming, ituh… (Dibaca ala mario sepuh).

7. Speaker Laptop yang Terlalu “Sempurna”

Waktu editing video ataupun suara, jika didengar melalui speaker laptop. Hasil suara sangat terdengar jernih dan bagus. Mungkin karena hardware MacBook yang kelewat canggih ya.

Namun saat hasilnya didengar melalui smartphone, cacat pada suara langsung terdengar jelas. So, buat kamu yang hobi editing video jangan sampai tertipu dengan jernihnya suara pada speaker MacBook ya.

Coba dengar kembali melalui headset, insyaAllah noise dan sejenisnya akan terdengar lebih jelas ketimbang mendengar melalui si speaker Mac ini.

8. Service Center Apple Hanya Di Kota Besar

Mungkin karena harga yang cukup mahal, makanya service center Apple-pun hanya ada di kota-kota besar. Saya berusaha mendapatkan list alamat service center Apple yang ada di Indonesia melalui situs web Apple namun tidak menemukan.

Hanya ada dari situs lain, yang tidak resmi yang membahas alamat service center Apple, satu-satunya data yang bisa saya dapatkan yaitu nomor telepon dukungan untuk wilayah Indonesia di nomor 0800-1-027753.

Oke, semoga kedelapan poin di atas mengenai kekurangan MacBook Pro bisa bermanfaat untuk kamu yang hendak membeli MacBook Pro baru.

Apabila kamu rasa artikel ini bermanfaat, mohon bantu sebarkan tulisan di atas melalui Facebook, Twitter, LinkedIn, WhatsApp, Line dan Telegram ya.

Jika kamu punya sudut pandang lain, silahkan kirimkan melalui kotak komentar di bawah artikel ini. 🙂