Perbandingan Kelebihan Emas Dinar Dibandingkan Mata Uang Kertas

Saya sempat survey kecil-kecilan kepada beberapa teman mahasiswa menanyakan apakah mereka mengenal mata uang islam, yaitu dinar atau tidak. Ternyata masih banyak yang mengira bahwa mata uang dinar itu berupa kertas. Sebelumnya juga sudah saya singgung, memang sebagian negara tertentu menggunakan nama dinar dan dirham, tetapi berwujud uang kertas.
Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil saat ini berdasarkan survey kecil-kecilan saya di lingkungan sekitar saya sendiri, ternyata masih banyak yang belum familiar dengan mata uang islam yang sesungguhnya, yaitu dinar dan dirham. Kali ini saya akan bahas tentang kelebihan emas dinar dibandingkan mata uang kertas.
Dinar yang dimaksud dalam mata uang islam itu sendiri terbuat dari emas, sedangkan dirham yang dimaksud dalam mata uang islam terbuat dari perak. Keduanya memiliki unsur nilai intrinsik yang mulia.
Sehingga bernilai, walau ada maupun tidak adanya unsur pengikat/aturan undang-undang penggunaannya dalam transaksi sehari-hari. Mereka tetap bernilai dan dapat dijadikan sebagai alat tukar menukar yang sah.
Berbeda dengan mata uang kertas, yang hanya diikat oleh ketetapan undang-undang, yang berlandaskan kepercayaan rakyat pada pemerintah atau bank sentral yang mengeluarkan atau mencetak uang.
Maka apabila hilang trust atau kepercayaan masyarakat secara luas terhadap uang kertas. Nilai yang dikandung pada nominal uang kertas akan hilang dengan sendirinya. Dan ia hanya akan menjadi selembar kertas yang tidak bernilai (kembali ke unsur intrinsik).
Kedua, mata uang islam, yaitu koin emas dinar dan koin perak dirham. Lebih kebal terhadap inflasi dibandingkan uang kertas. Dan memang bukan rahasia umum lagi kalau saat ini peperangan nilai mata uang sedang terjadi.
Sehingga membuat nilai rupiah semakin tertekan terhadap mata uang negara-negara besar seperti Amerika dan Tiongkok. Kita bisa bahas ini panjang pada tulisan-tulisan saya berikutnya.
Ketiga, mata uang islam yang berupa emas dan perak. Lebih memiliki daya tahan yang lebih lama untuk disimpan dibandingkan uang kertas. Karena berbahan dasar kertas. Misalnya terkena air atau cuaca yang ekstrim. Uang kertas lebih cepat rusak dibandingkan emas dan perak.
Lalu ada yang bilang bahwa emas itu sulit untuk disimpan. Saya jawab, tidak juga. Jika Anda belum tahu bagaimana caranya menyimpan emas. Saya sudah membuat tulisan sebelumnya yang berjudul 5 Tips Aman Menyimpan Emas. Salah satunya Anda juga bisa menggunakan SDB pada Bank Pemerintah, seperti Bank BNI dan Bank Mandiri.
Apakah memungkinkan saat ini menggunakan dinar dan dirham untuk mata uang kembali. Melihat kepraktisan uang kertas seperti lebih praktis dibandingkan emas dan perak. Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut saya sudah membahasnya pada artikel yang berjudul Uang Digital vs Emas Digital. Dengan kecanggihan dan perkembangan teknologi, masalah kepraktisan itu bisa diselesaikan.
Lantas dalam hal apa kira-kira kita bisa menggunakan dinar dan dirham dalam kegiatan sehari-hari. Berikut ini adalah ulasan yang tepat Yuk Kita Mulai Sedekah Dengan Koin Perak Dirham. Apakah mendapatkan dinar dan dirham saat ini sudah mudah? Anda bisa menggunakan beberapa opsi seperti tabungan emas pegadaian, M-Dinar untuk menabung koin emas dinar, dan pool account dari PT Logam Mulia, Tbk. Semoga bermanfaat. 🙂