Kelemahan Emas yang Perlu Anda Ketahui Terkait Investasi

Sebagai salah satu instrumen investasi yang paling tertua dan sampai hari ini masih dipergunakan oleh masyarakat luas di seluruh penjuru dunia, investasi emas dan perak adalah instumen investasi yang dimaksud.

Di TheGold.Asia sendiri telah banyak artikel yang membahas tentang kelebihan investasi emas, beserta tata cara yang dapat dijadikan panduan untuk pemula dalam memulai berinvestasi emas.

Saat ini izinkan saya menulis sisi kelemahan emas sehingga para pembaca bisa mendapatkan sudut padang yang berimbang tentang investasi emas. Semua investasi tentunya punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Baca juga: Mengungkap Peluang Tersembunyi Dibalik Kelebihan Perak Dibandingkan Emas

Investasi emas walaupun menjadi primadona pilihan investor dikala krisis dan ketidakpastian ekonomi. Bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Kita semua setuju bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Setelah Anda mengetahui beberapa kekurangan investasi emas, bukan berarti Anda harus menjual semua emas yang Anda miliki. Tujuan tulisan ini agar Anda lebih bijak dalam berinvestasi, terutama pada logam mulia seperti emas.

Baiklah, sekarang kita bahas beberapa poin terkait kelemahan emas sebagai instrumen investasi:

1. Menyimpan Emas Membutuhkan Tempat yang Aman

Sebagai logam mulia seperti yang sudah saya sampaikan di awal. Emas menjadi barang istimewa bagi umat manusia. Sebagai contoh Anda pergi ke luar negeri membawa uang seratus ribu rupiah.

Lalu Anda berikan kepada seorang petani di sana uang seratus ribu rupiah tadi. Di Indonesia mata uang rupiah itu sangat berharga, tapi di luar negeri belum tentu. Ada saja orang yang tidak mengerti apa arti dari selembar kertas tadi.

Baca juga: Rupiah, Dollar, atau Emas Untuk Investasi Jangka Panjang?

Tapi ketika Anda memberikan satu koin logam emas atau berbentuk emas batangan misalnya. Petani tersebut mungkin akan lebih familiar dan akan berterima kasih sekali kepada Anda karena telah diberikan emas.

Terkait poin pertama, banyak tindak kejahatan yang mengincar para pemilik emas atau dalam berita sekitar kurun waktu satu tahunan pasti ada saja kejadian toko emas dirampok atau dicuri.

Baca juga: Kelebihan Emas Dinar Dibandingkan Mata Uang Kertas

Anda perlu menyimpan emas di tempat-tempat yang aman, bisa menggunakan brankas atau menyimpan emas menggunakan layanan safe deposit box dari perbankan. Perlu biaya tambahan untuk menyimpan emas.

Dan terkait hal inilah yang menjadi salah satu kekurangan emas sebagai instrumen investasi.

2. Kelemahan Emas yaitu Tidak Memiliki Bukti Kepemilikan

Berbeda dengan teman-temannya dari sesama instrumen investasi. Seperti properti, saham, reksadana, dan kawan-kawan. Emas tidak memiliki bukti kepemilikan sah seseorang. Jadi kalau berpindah tangan keseseorang.

Berpindah tangan dalam arti ke orang yang seharusnya memiliki emas tersebut secara sah dan legal maupun tidak. Misalnya pencurian, hilang karena emas terjatuh dan ditemukan oleh orang lain, dan lain-lain.

Baca juga: 7 Cara Investasi Emas Batangan

Sulit untuk Anda mengklaim bahwa emas itu adalah milik Anda. Kecuali Anda punya barang bukti seperti rekaman cctv atas tindakan pencurian misalnya. Dan hal ini perlu dibuktikan melalui jalur hukum.

Jadi ada kaitan dengan poin pertama, emas perlu dijaga dan disimpan di tempat yang aman.

3. Siap-siap Rugi jika Investasi Emas dalam Kurun Waktu Jangka Pendek

Investasi emas memang lebih baik dilakukan untuk kurun waktu jangka menengah atau panjang. Di asia jangka menengah itu tiga tahun, sedangkan jangka panjang itu lima tahun.

Sedangkan di eropa dan amerika mendefinisikan jangka menengah itu lima tahun dan jangka panjang itu sepuluh tahun. Ini hanya sekedar definisi yang berbeda-beda mengenai kurun waktu investasi saja.

Tren harga emas jangka pendek sangat fluktuatif sekali sedangkan pada kurun waktu menengah hingga jangka panjang. Tren harga emas lebih stabil dan cenderung naik.

Oleh karena itu emas kurang cocok untuk investasi jangka pendek.

Apakah tulisan di atas bermanfaat untuk Anda? Yuk, bantu sebarkan artikel di atas jika Anda rasa bermanfaat untuk orang lain melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path.

Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari TheGold.Asia? Daftarkan alamat email dan nama lengkap Anda di kotak berlanggan artikel yang terdapat di bawah tulisan ini. Gratis. 😀