Ciptakan Kesan Pertama yang Menarik dan Anda Tidak Akan Mudah Dilupakan

Kalau saat ini Anda berkesempatan bertemu dengan orang penting dalam hidup Anda, bisa siapapun. Mungkin bos, seorang HRD Manager, pengusaha, penulis buku, investor, dosen, dan seterusnya.

Ceritanya Anda belum pernah kenal dengan orang-orang ini. Kira-kira kesan pertama seperti apa yang ingin Anda sampaikan kepada mereka pada saat pertemuan sedang berlangsung?

Mungkin dari Anda ada yang menonjolkan sisi kemampuan (skill) , pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), keahlian (expertise), dan lain sebagainya agar mendapatkan atensi dari mereka.

Pertemuan seperti ini mungkin jarang atau hampir tidak pernah terulang kembali. Oleh karena itu, kesan pertama penting bagi Anda agar mereka dapat mempercayai diri Anda sebagai orang yang memiliki kapabilitas.

Baca juga: 7 Kesalahan Berinvestasi Emas yang Sering Pemula Lakukan

Tapi sebelum jauh kita berbicara tentang kemampuan Anda. Saya ingin bertanya satu hal, mungkinkah seseorang langsung percaya jika Anda memiliki kemampuan tertentu, sedangkan pada saat itu pertemuan pertama antara Anda dan mereka?

Dalam benak mereka, mereka akan bertanya ke diri mereka sendiri seperti: “Bisakah saya mempercayai Anda?”. Dan ternyata kepercayaan ini terbentuk karena dua hal di awal, yaitu karena mereka menyukai diri Anda dan Anda mampu membuat suana yang hangat/akrab pada saat Anda berbicara dengan mereka.

Nah beberapa tips berikut semoga bisa menjadi pembukaan yang hangat dan menyenangkan untuk kesan pertama Anda, yaitu dengan cara:

Tips Membuat Kesan Pertama yang Membangun Nilai Kepercayaan

1. Cobalah Lebih Banyak Mendengar Dibandingkan Berbicara

Ada baiknya pada pertemuan awal, Anda tidak banyak berbicara. Anda bisa menjadi pendengar yang baik, terkadang Anda bisa bertanya sesuatu hal tentang diri mereka. Melakukan kontak mata, tersenyum, mengangguk, mengerutkan dahi, dan ekspresi natural lainnya. Tanda bahwa Anda merespon apa yang mereka bicarakan.

Kemudian pada saat Anda berkesempatan untuk berbicara, hindari memberikan nasehat atau saran jika tidak diminta oleh yang bersangkutan. Mengapa demikian? Karena dalam beberapa kasus pada saat Anda mengutarakan suatu nasehat atau saran. Perbincangan akan lebih banyak membicarakan tentang diri Anda.

Berbicaralah jika ada sesuatu hal yang penting untuk disampaikan, penting di sini maksudnya lebih kepada sesuatu yang penting bagi orang lain. Jadi bukan suatu hal penting yang berorientasi pada diri Anda semata.

2. Jika Anda Kagum dengan Mereka, Coba Berikan Pujian ke Hasil Karya Mereka

Misalnya Anda mengagumi sebuah hasil karya seni dari seorang pelukis, designer, atau bisa juga karya lain seperti hasil penelitian, tulisan buku, musik, dan seterusnya. Kebetulan Anda berkesempatan bertemu dengan orang-orang ini di suatu pertemuan khusus.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk membangun kepercayaan antara Anda dengan mereka, yaitu dengan cara memberikan pujian kepada mereka terkait hasil karya yang telah dibuat. Sebelum pertemuan berlangsung jika Anda tidak terlalu kenal dengan karya-karya mereka.

Baca juga: Mempersiapkan Tabungan Pensiun Selagi Masih Muda

Cobalah mencari tahu mengenai profil dan karya-karya mereka lewat jejaring sosial, mesin pencari, atau melalui buku-buku biografi maupun autobiografi. Mereka tentunya akan sangat senang jika ada orang yang menghargai hasil karya yang telah mereka buat sebelumnya.

Sederhana rumusnya jika Anda cinta kepada karya mereka, mereka juga akan cinta dengan Anda.

3. Berhentilah Berpura-pura Mendengarkan Pada Saat Orang Lain Berbicara

Kalau Anda berpikir bahwa diri Anda lebih baik dari orang lain biasanya Anda akan lebih acuh pada saat orang lain berbicara. Seseorang bisa dengan mudahnya menangkap bahasa tubuh Anda apakah tertarik atau tidak pada suatu topik perbincangan.

Bagi mereka yang ingin membuat kesan pertama yang tidak terlupakan, jangan lakukan poin ketiga ini. Jadilah pendengar yang baik seperti yang sudah saya sampaikan di poin pertama.

Terlepas dari jabatan, pangkat, status sosial yang ada di pundak Anda. Pada saat perbincangan berlangsung, lepaskan semua atribut status sosial, dan anggap semua sama pentingnya dengan diri Anda.

4. Simpan Smartphone Anda dan Jangan Berlagak Sok Sibuk

Apa perasaan Anda apabila lawan bicara suka cek handphone? Sebentar-sebentar lihat HP, sebentar-sebentar lihat layar monitor, tablet, atau jam. Proses komunikasi akan terganggu, betul ya? Kalau Anda sibuk dengan gadget sementara orang lain sedang berbicara, tidak mungkin Anda bisa fokus ke perbincangan.

Baca juga: 7 Hal yang Jika Anda Lakukan di Usia 20-an Akan Menjadikan Anda Miliarder Muda di Usia 30

Kita sekarang sedang berbicara bagaimana cara membangun nilai kepercayaan (trustworthy) di diri orang lain agar mau menerima kehadiran diri Anda. Pada saat perbincangan berlangsung, fokuslah pada lawan bicara Anda. Berikan perhatian penuh pada mereka. Sehingga merasa dihargai, merasa ingin berada di dekat Anda, dan tentunya mereka akan lebih ingat Anda.

5. Jangan Berpikir Bahwa Diri Anda Lebih Penting dari yang Lainnya

Jika orang berpikir dirinya lebih penting dari orang lain maka ia akan bersikap arogan. Semua orang di dalam ruangan pasti membencinya pada saat ia berjalan masuk ke dalam ruangan. Cara seperti ini tentunya salah jika Anda berpikir dengan cara ini bisa mendapatkan kesan positif, kenyataannya tidak demikian.

Sederhana sekali untuk dihormati oleh orang lain. Caranya yaitu jadikan orang lain di sekitar Anda lebih penting dari diri Anda. Secara otomatis diri Anda akan menghormati orang tersebut. Dan mereka pun akan melakukan hal yang sama ke diri Anda.

Lebih rendah hati, sopan, santun, bersikap melayani, ramah, dan hangat. Coba Anda lakukan hal-hal di atas dan perhatikan apa yang akan Anda dapatkan kemudian. Hal yang sama pasti Anda akan rasakan. Semacam hukum timbal balik ya? Emang iya…  😆

6. Bertemu Orang Baru Berarti Anda Memiliki Kesempatan untuk Mendapatkan Ilmu Baru

Sangat menyenangkan ketika bisa berkesempatan kenal dengan orang baru, tapi tidak sampai di sana saja. Anda juga bisa mendapatkan ilmu baru karena sharing dengan mereka.

Setiap orang memiliki pengalaman, ilmu, dan keahlian yang berbeda-beda. Anda bisa belajar sesuatu dari setiap pertemuan dengan orang yang baru saja Anda kenal.

Baca juga: Cara Mudah Investasi Emas Syariah

Sadari bahwa orang lain memiliki kelebihan yang begitu banyak dibandingkan diri Anda. Hal ini bukan berarti kita harus minder, tapi lebih kepada bagaimana kita berusaha membuat orang lain lebih penting daripada diri Anda.

Anda bisa belajar dari kelebihan-kelebihan mereka. Semakin banyak ilmu dan pengalaman yang Anda peroleh semakin banyak “tidak tahunya” ya ternyata?  🙂

7. Kata-kata Anda Mempengaruhi Sikap Orang Lain

Rangkaian dari kata-kata yang Anda ucapkan bisa bernilai dua hal bagi orang lain, yaitu positif atau negatif. Kalau Anda mampu merangkai kata dengan baik, jelas, mengandung nilai optimistik, antusias, tidak nyinyir atau sinis.

Orang akan lebih nyaman berbicara dengan Anda dan tanpa Anda sadari kenyamanan tersebut bukan hanya lawan bicara Anda saja yang merasakan tapi diri Anda juga turut merasakannya.

Kata-kata positif akan memberikan respon yang positif, begitupun sebaliknya.

8. Anda Tidak Boleh Tertawa dan Berbicara Mengenai Hal Ini…

Ada hal yang tidak boleh diperbincangkan dengan orang lain, yaitu hal-hal yang membahas tentang kekurangan seseorang.

Topik perbincangan seperti gosip hanya membuat diri Anda tidak mendapatkan rasa hormat dari lawan bicara Anda. Hindari membicarakan kekurangan orang lain, ini yang pertama.

Baca juga: Peran dan Manfaat Emas dalam Berbagai Segi Kehidupan Manusia

Kedua, yang tidak boleh Anda lakukan yaitu menertawakan orang lain yang mungkin melakukan kesalahan-kesalahan kecil.

Jika Anda melakukan hal ini bisa jadi lawan bicara Anda akan berpikir apakah Anda akan melakukan hal yang sama pada mereka? Ingat, kita sedang mencoba membangun trustworthy.

9. Orang Lain Butuh Ketulusan Anda untuk Menjadikan Diri Anda Sosok Kharismatik

Orang sukses dipandang selalu memiliki sosok yang kharismatik. Kesuksesan memberikan kesan pertama yang mengagumkan, keren, kece, dan seterusnya. Tapi tahukah Anda bahwa sosok kharismatik itu bisa dibentuk dari ketulusan Anda pada saat berbicara.

Topik pembicaraan yang menarik tidak hanya seputar kesuksesan, cerita mengenai kegagalan Anda juga bisa menjadi topik yang menarik untuk didengar oleh orang lain. Pengalaman buruk di masa lalu itu bisa jadi semacam peringatan, tidak ada salahnya juga Anda menertawakan diri sendiri.

Di poin ke delapan kita memang tidak diperkenankan menertawakan kesalahan orang lain, tapi Anda boleh saja menertawakan kesalahan diri Anda. Mungkin orang akan ikut tertawa juga mendengar kisah Anda. Tapi itu bukan berarti mereka menertawakan diri Anda, melainkan mereka hanya ikut tertawa bersama Anda.

Mereka akan sangat menyukai Anda karena sosok humoris yang hangat dan rendah hati. Mereka juga akan berusaha berada di sekeliling Anda karena hal tersebut.

Apakah tulisan di atas bermanfaat untuk dibagikan ke teman-teman Anda melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path. Klik share untuk membagikan tulisan di atas.

Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari blog.situstarget.com? Daftarkan alamat email dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini. Gratis! 🙂