Koin emas dinar adalah salah satu bentuk investasi yang cukup menjanjikan. Dinar merupakan emas murni 22 karat yang diproduksi oleh PT. Antam, sehingga memiliki sertifikasi internasional.

Seperti halnya emas batangan, koin emas dinar menjadi salah satu alternatif menabung uang Anda dalam bentuk investasi yang memberi keuntungan.

Baca juga: Tips investasi dinar emas untuk pemula

Hal ini dikarenakan nilai emas yang selalu meningkat tiap tahunnya. Namun, bagi Anda yang berminat menginvestasikan uang Anda dalam bentuk dinar, Anda perlu mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan koin dinar sehingga layak menjadi alat investasi Anda.

Berikut kelebihan dan kekurangan Koin Emas Dinar:

Kelebihan Koin fDinar

  1. Tahan terhadap inflasi

    Seperti emas pada umumnya, setiap tahunnya daya beli emas semakin meningkat. Setiap tahun pula, nilai emas selalu naik sebesar 20% dan kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata inflasi. Sehingga emas sering dianggap tahan terhadap inflasi. Selain itu, nilainya akan semakin tinggi seiring semakin lamanya emas tersebut disimpan.

  2. Selalu menjadi alat tukar-menukar yang sah

    Karena berupa logam mulia emas, koin dinar akan selalu bernilai, sehingga menjadi alat tukar-menukar yang sah. Koin emas dinar juga identik dengan ajaran agama tertentu, yaitu Islam. Sehingga bagi umat Islam, memiliki koin dinar akan memberikan manfaat lebih, yaitu dapat digunakan untuk membayar zakat emas dan mahar.

  3. Memiliki daya tahan yang lama

    Dibandingkan dengan uang kertas, tentu saja daya simpan dinar lebih lama. Menyimpan dinar pun cukup mudah, Anda dapat memanfaatkan safe deposit box sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh bank-bank tertentu. Safe deposit box adalah layanan penyimpanan barang berharga, seperti emas, surat berharga, dan lain sebagainya milik nasabah, ke dalam suatu kotak penyimpanan khusus yang dijamin ketat keamanannya. Anda juga bisa menyimpan koin dinar di rumah Anda, baik di dalam brankas maupun tempat penyimpanan lainnya yang dirasa aman. Namun tentu saja, risiko pencurian akan selalu ada. Jadi, berhati-hatilah jika Anda memutuskan untuk menyimpannya di dalam rumah.

  4. Mudah untuk dihitung

    Dinar sangat mudah dihitung karena nilai terkecil adalah 1 dinar dan dihitung per unit. Sehingga sangat mudah untuk dibagi, ditambah, dikurangi, dan dikali. Sebagai contoh; seandainya Anda memiliki 20 dinar dan membutuhkan uang tunai, lalu melepas 5 dinar, Anda hanya perlu mengurangi 5 dinar dan menyimpan sisanya, yaitu 15 dinar. Sangat mudah, bukan? Hal ini berbeda dengan emas batangan, jika Anda memiliki emas batangan 100 gram dan ingin melepas 10 gram, maka Anda harus menguangkan terlebih dahulu 100 gram tersebut. Baru kemudian mengambil uang tunai yang dibutuhkan. Sisa uang yang ada jika ingin dikembalikan menjadi emas, maka akan butuh biaya administrasi dan penjualan yang cukup memakan biaya. Sangat tidak efektif dan merepotkan.

  5. Harga jual yang tinggi

    Meskipun koin emas dinar dalam hal penjualan harus dipotong biaya administrasi dan penjualan sebesar 4%, namun dengan kenaikan yang relatif tinggi, koin dinar akan tetap menguntungkan karena mengikuti harga emas internasional.

  6. Mudah dijual pada sesama pengguna

    Koin emas dinar cukup mudah dijual, terutama pada sesama pengguna uang dinar. Hal ini dikarenakan tidak adanya kendala dalam hal bentuk maupun ukuran (semua bentuk dan ukuran dinar sama). Hal ini berbeda dengan emas batangan. Baca juga: Pilih dinar 22 karat atau 24 karat ya?
    Misalnya Anda mempunyai dana untuk emas 100 gram dan menginginkan emas batangan yang utuh 100 gram. Kemudian penjual memiliki 10 buah emas batangan senilai 10 gram, artinya dia mempunyai 100 gram emas batangan namun dalam jumlah kecil-kecil. Meskipun jumlah yang diinginkan sama besar, akan tetapi karena tidak sesuai dengan dana dan kriteria Anda, maka Anda tidak dapat membelinya.
    Sama halnya jika Anda ingin menjual emas batangan 100 gram, namun Anda tidak dapat menjualnya kepada dua orang yang masing-masing membutuhkan 50 gram emas batangan.

  7. Dapat digadaikan

    Dinar dapat Anda gadaikan di Pegadaian Syariah atau Bank Syariah dan nilai taksirnya cukup tinggi, yaitu 90%.

  8. Memiliki sertifikasi

    Sertifikasi yang dimiliki oleh koin emas dinar adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh London Bullion Market Association dan Komite Akreditasi Nasional, kedua lembaga tersebut merupakan lembaga sertifikasi logam mulia tingkat internasional yang diakui. Baca juga:

Kekurangan Koin Emas Dinar

  1. Masih dikategorikan sebagai emas perhiasan

    Kekurangan pertama koin emas dinar adalah keberadaannya yang masih dikategorikan sebagai perhiasan dan terkena pajak sebesar 10%. Tidak seperti emas batangan yang bebas pajak.

  2. Harga beli sedikit lebih tinggi

    Sayangnya, koin emas dinar harga belinya sedikit lebih tinggi karena terbebani oleh biaya cetak sebesar 3-5% dari harga jualnya.

  3. Hanya dijual di tempat-tempat tertentu

    Selain itu, untuk membeli koin emas dinar hanya dapat dilakukan di tempat-tempat yang memang menjual koin emas dinar. Tidak seperti emas batangan yang relatif cukup mudah dibeli di berbagai toko emas.

  4. Saat ini masih tidak mudah untuk dijual karena tidak semua tempat menerima

    Sulit ditemukan untuk dibeli, sulit juga menemukan tempat yang menerima penjualan koin emas dinar. Penjualan relatif mudah jika dilakukan kepada sesama pengguna atau komunitas dinar dan di tempat khusus, seperti bank dan pegadaian syariah. Poin keempat ini sebenarnya bisa saja malah bernilai sebaliknya. Maksud saya, malah menjadi kelebihan bukan kekurangan. Karena dalam beberapa tahun kebelakang, permintaan terhadap dinar terus meningkat. Artinya sudah banyak orang “ngeh” dengan keberadaan dinar dan dirham.

Dari kelebihan dan kekurangan koin emas dinar di atas, dapat disimpulkan bahwa dinar memiliki banyak kelebihan. Yang perlu diingat, investasi dalam bentuk koin emas dinar maupun dalam bentuk emas lainnya memang akan selalu menguntungkan.

Hanya saja, Anda perlu bijak memilih mana yang paling pas dengan kebutuhan Anda. Jangan sampai dana yang sudah Anda keluarkan tidak sebanding dengan investasi yang Anda dapatkan.

Suka dengan artikel di atas? Bagikan tulisan tersebut melalui sosial media yang Anda miliki baik melalui Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path untuk teman-teman Anda sesama penggemar investasi emas.

Dapatkan artikel-artikel terbaru dari blog.situstarget.com setiap minggunya dengan cara mendaftarkan email Anda di kotak form yang ada di bawah artikel ini.