Konfigurasi W3 Total Cache WordPress untuk Shared Hosting agar Load Cepat Tapi Tidak Membebani Server

W3 total cache adalah salah satu plugin yang paling banyak digunakan oleh para pengguna wordpress. Sayangnya plugin ini sering kali menimbulkan masalah jika salah-salah melakukan konfigurasi.

Setelah proses instalasi pengguna wordpress harus melakukan setting ini dan itu dan menurut sebagian pengguna lebih mudah menggunakan wp super cache. Hal ini wajar saja tapi soal hasil menurut saya w3 total cache lebih baik.

Masalah yang sering muncul kalau salah konfigurasi w3 total cache, yaitu mulai dari tampilan website yang jadi berantakan, web semakin berat untuk dibuka lantaran memakan resource server yang besar, dan lain-lain.

Plugin wp super cache sudah memasuki usia yang terbilang tua karena sudah tidak diperbaharui semenjak 6 bulan hingga artikel ini dipublikasikan per tanggal 31 Oktober 2016.

W3 total cache belum lama melakukan pembaharuan lantaran ditemukannya beberapa bug yang berbahaya, saat ini sudah diselesaikan masalah tersebut, dan plugin ini kompetibel dengan wordpress 4.6.1.

Kali ini saya akan membahas bagaimana cara melakukan konfigurasi W3 total cache wordpress agar tidak memakan resource besar di shared hosting. Kenapa harus sampai membuat tips seperti ini?

Maklum saja keterbatasan resource server yang diberikan oleh pihak hosting. Kalau web kita boros dan membebani server bisa-bisa malah di-suspend karena memakai plugin ini.

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum proses konfigurasi yaitu merubah set permission dari dua file. Apa saja? File .htaccess dan wp-config.php menjadi 644 jika sebelumnya bernilai 444.

Setelah proses konfigurasi usai, mohon kedua file tersebut dikembalikan lagi permission-nya ke 444 dengan alasan keamanan. Proses ini bisa Anda lakukan dengan bantuan file manager di Cpanel.

Sebagai saran tambahan, pastikan sebelum melakukan pemasangan plugin w3 total cache ini. Situs wordpress Anda sudah memasuki tahap akhir untuk kustomisasi. Bahasa lainnya, ini plugin terakhir yang dipasang.

Konfigurasi W3 Total Cache WordPress

  1. Download dan aktifkan plugin w3 total cache.
  2. Klik General Setting pada menu sebelah kiri di bagian plugin W3 Total Cache dan ikuti konfigurasi yang ada di gambar berikut ini.
  3. Setelah itu, klik pada menu Page Cache. Aktifkan Cache SSL jika situs Anda menggunakan SSL apabila tidak menggunakan maka tidak perlu mengaktifkan fitur tersebut. Pada bagian sitemap URL masukan sitemap situs Anda. Ikuti konfigurasi page cache seperti gambar berikut ini.
  4. Satu langkah akhir dan belum jadi yang terakhir yaitu melakukan konfigurasi pada Browser Cache. Klik menu yang ada di sebelah kiri pada bagian w3 total cache yaitu browser cache. Selanjutnya tinggal Anda ikuti konfigurasi sesuai gambar berikut.
  5. Apabila Anda menggunakan plugin seperti Yoast atau layanan seperti Cloudflare. Mohon Anda aktifkan ekstensi tambahan w3 total cache pada menu Extensions.

Tanya Jawab Pertanyaan Umum Seputar W3 Total Cache

#Tanya : Bagaimana cara mengoptimalkan plugin ini dengan maksimal?

Jawab : Gunakan VPS SSD lokasi Indonesia plus gunakan layanan tambahan premium CDN.

#Tanya : Tampilan web jadi berantakan saya harus bagaimana?

Jawab : Mohon matikan atau nonaktifkan minify pada menu General Setting.

#Tanya : Situs jadi lambat dan resource server habis?

Jawab : Cek apakah itu karena banyaknya pengunjung web atau salah konfigurasi.

#Tanya : Apakah tema wordpress memiliki pengaruh kaitannya dengan kecepatan wordpress itu sendiri?

Jawab : Iya. Gunakan tema dari pengembang yang berkualitas (baik dari segi kode, perawatan, dukungan, dst.)

#Tanya : Adakah cara tambahan lainnya untuk mempercepat wordpress saya?

Jawab : Gunakan php 7.

Yup semoga tutorial sederhana di atas bisa bermanfaat untuk Anda. Apabila ada pertanyaan atau masukan terkait tulisan di atas bisa Anda kirimkan melalui kotak komentar yang ada di bawah tulisan ini.

Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari Situstarget.com? Daftarkan alamat email Anda di form subscribe yang terdapat di sidebar maupun di bagian akhir dari artikel ini. Jangan lupa klik link konfirmasi pendaftaran ya. 🙂