Pernahkah Anda sehabis marah kepada seseorang, namun selang beberapa setelah marah Anda baru menyesali perbuatan yang baru saja Anda lakukan ternyata adalah salah? Ya, mungkin sebagian dari kita pernah mengalami kondisi ini. Beberapa menit awal memang rasanya sedikit ‘lega’ karena sudah mengutarakan semua yang ada di hati, namun menit berikutnya yang di rasakan malah sebaliknya.

Kita menjadi merasa bersalah karena telah marah tanpa dibarengi dengan kontrol diri. Sebenarnya ungkapan marah sama seperti perasaan lainnya seperti bahagia, cemas, takut, senang, dan seterusnya. Semua perasaan yang muncul dari dalam hati butuh kontrol dari diri kita. Artinya kita tidak boleh terlalu bahagia, terlalu cemas, terlalu marah, terlalu senang, dan seterusnya.

Bagaimana caranya agar saya bisa mengontrol diri ketika marah? Sederhana sekali yang perlu Anda lakukan minimal ada tiga hal yang bisa Anda lakukan dengan 3 S, yaitu Sadari, Senyum, dan Santai. Mari kita bahas satu persatu. Siap? Jika pembaca memiliki S lainnya mohon ditambahi pada kotak komentar di bawah artikel ini. 😀

Pertama, Sadari. Ketika Anda marah dan sedang emosi lagi tinggi-tingginya. Sempatkanlah bertanya dalam hati “Apa yang saya inginkan?” maksud dari pertanyaan ini adalah membangun kesadaran akan diri Anda tentang kondisi apa yang sebenarnya diri Anda harapkan. Guna merubah kondisi negatif menjadi positif bagi diri Anda.

Kedua, Senyum. Marah kok disuruh senyum? Coba lakukan saja. Hal ini akan membuat diri Anda menjadi sedikit meringkankan beban yang mengikat kepala Anda karena stres. Ada syaratnya juga untuk poin kedua ini ya. Senyumnya harus ikhlas dari hati, bukan senyum yang dibuat-buat alias palsu. Senyum palsu memang terlihat original di mata orang lain tetapi di hati Anda akan terasa hampa. Right? Maka cobalah tersenyum dengan ikhlas ketika sedang marah dan rasakan sensasi yang berbeda. hehe

Ketiga, Santai. Maksudnya di sini bukan menyepelekan persoalan yang sedang Anda hadapi melainkan Anda harus tetap berpikir dengan kepala dingin dan tidak tersulut emosi. Mengapa demikian? Diri kita memiliki kemampuan untuk menjadi trouble maker atau solution maker. Si Solution Maker ini bisa muncul apabila Anda dalam kondisi sedang santai atau rileks. Nah kurang lebih itu tips dari saya. Apabila pembaca ingin menambahkannya silahkan hehe 😀