Manfaat Google Tag Manager Bagi Pemilik Website dan Pemasar Online

Pernah mendengar GTM atau Google Tag Manager? Google Tag Manager adalah salah satu layanan dari Mbah Google yang memudahkan pemilik website dan para pemasar online.

Memudahkan dalam hal apa? Saya membaginya menjadi dua. Pertama, yaitu pemilik website. Kedua, adalah pemasar online. Kasusnya seperti ini manfaat Google Tag Manager bagi pemilik website.

Pernah ga si Anda memasang kode untuk tracking atau marketing, prosesnya cukup ribet. Iya kalau cuma satu kode aja yang dipasang. Kode Google Analytics misalnya, harus edit kode segala dan masukin kode tersebut dibagian sebelum kode penutup </head>.

Bagaimana kalau kode-kode tadi ada banyak, semakin kompleks kebutuhan website tentu saja butuh banyak tools guna memahami karakter dari pengunjung websitenya. Benar ya?

Fungsinya tidak lain ya untuk memahami karakter dari visitor website mereka, memberikan produk sesuai dengan apa yang mereka cari, meningkatkan hubungan pelanggan, dan masih banyak lagi fungsi dari tracking atau tools marketing tadi.

Semakin buanyak script yang dipasang, tentunya akan membuat website menjadi berat atau lama untuk dibuka. Kasus lain, kalau misalnya update tema atau ganti tema website.

Kelupaan mindahin script-script yang banyak tadi, terus hilang tercecer gitu aja. Otomatis banyak data yang tidak terekam dan tentunya hal ini menghambat kegiatan marketing itu sendiri.

Tidak praktis, di satu sisi ingin menggunakan banyak tools agar data semakin akurat dan sesuai dengan kebutuhan. Di sisi lain website menjadi berat untuk dibuka, belum lagi masalah script yang tercecer tadi.

Ini permasalahan yang terkadang banyak ditemui oleh pemilik website. Sekarang bagaimana dengan para pemasar online? Manfaat Google Tag Manager bagi para pemasar online adalah kepraktisannya dalam hal mengelola script.

Anda tidak butuh kemampuan programming yang tinggi. Tinggal klik dan klik script untuk kegiatan tracking dan marketing sudah bisa terpasang di website maupun mobile apps (Android dan iOS). Sekarang kita bahas yuk beberapa cara menggunakan GTM ini.

Beberapa Cara untuk Memanfaatkan dan Menggunakan Google Tag Manager:

1. Cara Mendaftar di Google Tag Manager (GTM)

Syarat mendaftar di Google Tag Manager itu sederhana. Anda cukup memiliki Google Mail Account saja. Setelah itu, buka halaman Google Tag Manager.

Setelah itu adalah proses pembuatan akun Anda, contoh diisi dengan nama pribadi atau nama perusahaan, brand, atau yang lainnya terserah Anda.

Tahap berikutnya yaitu pembuatan container atau wadahnya. Beri nama misalnya nama website Anda atau nama aplikasi buatan Anda. Pilih kegunaan dari wadah tersebut untuk web atau mobile apps (Android/iOS).

Sekarang kita masuk ke tahap kedua, yaitu mengisi wadah atau container tersebut dengan script atau kode untuk tools kegiatan tracking dan marketing. Semua kode tersebut akan dikelola di akun GTM Anda.

Masukan atau pasang kode yang diberikan oleh Google Tag Manager di website Anda. Ada dua kode yang harus di pasang, yaitu pada bagian <head> dan <body>.

2. Cara Menggunakan Google Tag Manager Sebagai “Pengganti” Google Analytics

Sebenarnya kata pengganti bukan dalam arti menggantikan fungsi Google Analytics. Kedua produk ini tidak saling tumpang tindih melainkan saling membantu sama lain.

Seperti yang sudah saya katakan bahwa Google Tag Manager ini sebagai wadah semua script/kode termasuk kode tracking dari Google Analytics, akan dikelola oleh si GTM ini.

Kata tag pada Google Tag Manager jangan Anda samakan dengan tag pada wordpress ya. Beda maksud dan arti. Tag pada Google Tag Manager maksudnya adalah script/code tracking.

Pada tag ini Anda tanam kode seperti Google Analytics, Facebook Pixel Code, Linkedin Insights, Twitter Universal Website Tag, Shareaholic, Adword Remarketing, AdWords Conversion Tracking, dan lain-lain.

Ada sekitar 50 lebih tag yang bisa Anda manfaatkan! Apabila tools ini dimanfaatkan secara optimal divisi marketing Anda mungkin bisa mendapatkan formula strategi jitu untuk memahami minimal perilaku konsumen (behavior consumer), efektifitas dari sebuah iklan lebih terukur, dan lain sebagainya.

Kelebihan dari Google Tag Manager ini walaupun Anda banyak menggunakan tag, website Anda tidak berat untuk dibuka. Website menjadi lebih ringan dan proses loading semakin cepat dan enteng.

3. Cara Menghubungkan Google Analytics (GA) ke Akun Google Tag Manager (GTM)

Bagaimana cara memasukan kode Google Analytics (GA) ke GTM? Pertama, pilih add new tag. Setelah itu, beri nama untitle tag dengan nama GA – Pageview. Klik pada bagian choose a tag type to begin setup.

Tampilan awal pada saat pembuatan tag baru di Google Tag Manager

Tampilan awal pada saat pembuatan tag baru di Google Tag Manager

Pilih kode terbaru dari Google Analytis, yaitu Universal Analytics. Setelah proses klik usai, masukan Tracking ID Anda. Buka akun GA Anda dan lihat user ID atau Tracking ID Anda di sana. Copy dan Paste ke Tag Configuration ini.

Setelah itu pilih Advanced Settings> Pilih once per page. Tahap berikutnya klik pada bagian triggering, yang bertuliskan choose a trigger to make this tag fire. Pada halaman choose a trigger, pilih All Pages.

Prosesnya sekarang sudah selesai. Jangan lupa menghapus kode tracking GA yang ada di website Anda. Jika menggunakan layanan terkait tracking tambahan seperti Cloudflare dan Plugin terkait Google Analytics.

Layanan tambahan tersebut bisa Anda nonaktifkan atau hapus karena sudah tidak lagi dibutuhkan. Kalau masih aktif bagaimana? Data yang dihasilkan akan saling tumpang tindih, terduplikasi, dan menjadi tidak efektif.

Jangan lupa untuk mempublikasikan tag yang sudah dibuat. Jadi tidak serta merta kode tersebut langsung jalan. Anda perlu mem-publish dengan cara klik tombol publish now di bagian pojok kanan atas.

4. Cara Menghubungkan Facebook Pixel Code di Google Tag Manager

Proses pembuatannya hampir sama seperti poin nomor dua di atas, tinggal pada Facebook Pixel Code. Kode tersebut Anda copy-paste pada bagian custom html.

Coba Anda lihat gambar di atas, ada bagian custom html tag bukan? Setelah selesai proses setup dari tag. Jangan lupa untuk mempublikasikannya. Dan selesai, sekarang ada dua tracking, yaitu Google Analytics dan FB Pixel Code.

Cukup mudah bukan?

Kesimpulan

Google Tag Manager adalah layanan yang memudahkan pemilik website dan para pemasar online dalam hal mengelola script/kode untuk kegiatan tracking dan marketing.

Setiap kode dikelola secara langsung pada Google Tag Manager. Kondisi tertentu misalnya pada saat ganti tema website tidak perlu memasukan kode-kode tadi satu per satu. Tinggal manfaatkan saja wadah dari GTM ini.

Kinerja website semakin cepat karena script dikelola pada satu wadah. Sehingga tidak perlu di-load satu per satu oleh browser. Proses instalasi cukup mudah dan tag yang tersedia ada beraneka ragam.

Sekarang guna memahami kebutuhan pelanggan, mengenali calon pembeli potensial, membuat produk yang dibutuhkan oleh pasar menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan Google Tag Manager ini.

Yuk kita diskusikan manfaat Google Tag Manager pada kotak komentar di bawah artikel ini. Jangan lupa bagikan tulisan ini ke teman-teman Anda sesama blogger, pemilik website, dan para pemasar online lainnya ya. 🙂