Tips Melindungi Blog WordPress dari Serangan Hacking Ilegal

Apa jadinya kalau blog yang sudah dengan susah payah Anda buat tiba-tiba diserang hacker? Mulai dari data blog yang dihapus, dijadikan komputer zombie, hingga hilangnya kepercayaan dari pembaca blog anda.

Anda pasti tak ingin hal ini terjadi karena akibatnya bisa sangat merugikan, seperti pencurian data atau blog digunakan untuk tindak kejahatan.

Maka, Anda harus mencari cara ampuh untuk melindungi blog WordPress dari ancaman serangan para peretas. Tips di bawah ini memang tidak benar-benar melindungi 100% akan tetapi bisa meminimalisir dan mencegahnya saja.

Pengertian dan Jenis-Jenis Hacking

Istilah hacker digunakan pertama kali sekitar tahun 1960 oleh sekelompok mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang merupakan salah satu perintis teknologi komputer.

Saat itu, hacker memiliki konotasi positif, yaitu orang yang memiliki kemampuan mempelajari, menganalisa, dan merencang program komputer yang lebih baik dari sebelumnya.

Namun saat ini, hacker lebih dikenal sebagai istilah yang berkaitan dengan tindak kejahatan di dunia digital. Keahlian untuk menerobos sistem dan jaringan komputer pihak lain dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Meskipun tidak semua hacker menggunakan kemampuannya untuk melakukan kejahatan, kenyataannya aktivitas negatiflah yang lebih dikenal.

Berdasarkan jenis serangannya, dikenal beberapa macam aktivitas hacking, yaitu:

  • Spamming: mengirimkan email palsu atau mengirimkan informasi dan iklan tidak pada tempatnya.
  • Hacking: menerobos program komputer milik pihak lain untuk merusak dan mencuri data.
  • Malcious Software (Malware): sistem pemrograman yang dapat mengganggu software sehingga mendapatkan akses tidak sah ke sumber daya sistem.
  • Snooping: memantau jaringan digital untuk mengetahui password atau data penting lainnya.
  • Sniffing: menyadap lalu lintas data pada jaringan komputer.
  • Spoofing: memperoleh akses tidak sah ke sebuah komputer atau sumber informasi
  • Pharming: mengarahkan komputer pengguna dari situs terpercaya ke situs lain yang mirip.
  • Defacing: mengubah halaman situs, baik hanya sekedar iseng maupun untuk tujuan serius seperti mencuri data dan menjualnya kepada pihak lain, atau menguasai blog untuk melakukan kejahatan penipuan.
  • Phising: memancing pemakai internet untuk memberikan informasi username dan password.
  • Jamming: mengacaukan atau melumpuhkan sinyal di suatu tempat.

Cara Melindungi Blog WordPress dari Serangan Hacker

Kebanyakan serangan hacking dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan yang ada pada sistem, jaringan, maupun teknologi yang digunakan oleh objek yang diserang. Tak terkecuali aksi peretasan pada blog WordPress.

Meskipun WordPress tergolong aman, banyak faktor yang bisa menjadi celah bagi hacker untuk melancarkan aksinya.

Baca juga : Tips Mengamankan Komputer dari Serangan Hacker

Secara umum, ada empat pintu masuk yang biasanya menjadi jalan untuk melakukan serangan pada blog WordPress, yaitu password, layanan hosting, theme, dan plugin yang tidak aman.

Untuk menghindari serangan hacking ilegal pada blog WordPress, Anda bisa mencoba ketujuh cara di bawah ini guna meminimalisir dan melindungi blog wordpress anda. Check it out.

1. Menyewa Hosting yang Berkualitas

Keamanan server hosting sangat berpengaruh pada keamanan blog. Menurut data, 41% serangan hacker terhadap blog WordPress disebabkan oleh hosting yang tidak aman. Jangan sembarangan memilih hosting.

Pilihlah hosting yang berkualitas, yaitu yang memiliki fitur keamanan dan carilah referensi, review, dan testimoni pihak lain tentang hosting tersebut.

2. Memasang Plugin untuk Keamanan WordPress

Ada banyak jenis plugin yang disediakan oleh WordPress untuk meningkatkan performa blog, termasuk dari segi keamanan. Beberapa plugin keamanan yang direkomendasikan adalah All in one WP Security & Firewall, Sucury Security, iThemen Security, Bulletproof Security, dan Wordfence Security.

Plugin-plugin tersebut memiliki fitur pengamanan dari bermacam sisi, seperti mengamankan login, database, file system, memblokir akses berbahaya, scanning malware dan file berbahaya, pemberitahuan keamanan, menyembunyikan url login dan halaman admin, mengunci pengguna yang gagal login beberapa kali, dan lainnya.

3. Jangan Memasang Plugin dan Theme Sembarangan

Plugin dan theme memang akan membuat fungsi dan tampilan blog menjadi lebih baik. Namun, jangan lupa bahwa keduanya rawan disisipi script “jahat” yang berbahaya terhadap keamanan blog.

Karena itu, jangan meng-install plugin dan theme sembarangan. Gunakan plugin dan theme asli dan resmi dari direktori WordPress atau dari website yang terpercaya.

4. Melakukan Update Core WordPress, Plugin dan Theme Secara Rutin

Jangan abaikan permintaan update dari WordPress, baik untuk core website, plugin, maupun theme. Selain untuk meningkatkan performa, update juga bisa berarti pihak WordPress mendeteksi adanya bug sehingga harus diperbaiki. Jangan lupa untuk selalu menghapus theme dan plugin yang tidak perlu karena bisa menjadi celah masuknya hacker.

Baca juga : 9 Alasan Situasional Mengapa Anda Wajib Menggunakan VPN

Tidak hanya pada blog, update juga perlu dilakukan terhadap komputer. Hacker bisa saja mengakses blog karena keamanan komputer yang kurang baik. Selain meng-upgrade software dan sistem operasi, lindungi juga komputer Anda dengan meng-install antivirus dan firewall sebagai tambahan lapisan keamanan untuk melindungi blog.

5. Melakukan Back up File Blog WordPress

Anda tentu tidak ingin seluruh data hilang saat terjadi saat blog mengalami error, termasuk akibat serangan hacker. Untuk mencegahnya, lakukan full back up terhadap seluruh file blog.

Langkah proteksi ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur yang ada pada cPanel.

6. Membuat Username dan Password yang Kuat

Gantilah nama admin user yang diberikan ketika pertama kali meng-install WordPress, karena para hacker pasti sudah mengetahui default nama yang diberikan. Carilah nama yang unik sehingga tidak mudah ditebak oleh orang lain. Selain username, password juga penting untuk menjaga keamanan blog.

Baca juga : Simpan Banyak Password Pakai LastPass Aja

Ibarat kunci untuk masuk ke dalam rumah, password harus dibuat seaman mungkin. Buatlah username dan password yang kuat untuk login ke WP admin dan cPanel blog, yaitu jumlah karakternya tidak kurang dari 8 dan menggunakan gabungan huruf besar, huruf kecil, serta angka.

7. Menerapkan Two Step Authentication

Untuk perlindungan yang lebih maksimal, terapkan metode Two Step Authentication. Pada saat login, sistem akan meminta untuk memasukkan kode tambahan tertentu yang dikirimkan ke email atau SMS pribadi sebagi kode verifikasi.

Mengamankan blog mungkin sedikit memerlukan usaha ekstra. Namun, ketujuh cara di atas akan sangat membantu untuk melindungi blog WordPress Anda sebelum sesuatu yang buruk terjadi dan membuat Anda menyesal. Jadi, jangan tunda lagi, segera amankan blog Anda sekarang juga.