Mungkin Anda sering mendengar istilah Hypnoparenting. Hypnoparenting adalah teknik mendidik anak dengan teknik hipnosis. Sebenarnya hal ini sudah lama sekali dipergunakan.

Di Amerika, teknik hipnosis untuk anak mulai dilirik oleh para terapis pada akhir dekade 1950-an, karena adanya sosialisasi dari hipnosis yang dilakukan oleh Dr. Milton Ericson dan Erik Wright. Hingga pada tahun 1960, seorang ahli seperti Dr. Franz Baumann menjadi “dokter anak-anak pertama” sekaligus menjadi presiden dari Association Society Clinical Hypnosis (ASCH).

Hypnosis pada anak bertujuan untuk menggali dan menyadari potensi-potensi yang ada di dalam diri anak. Fenomena hypnosis sama seperti ketika seseorang melamun atau berimajinasi. Gelombang otak seseorang yang memasuki kondisi hypnos adalah antara alpha dan theta. Kita telah membahas soal gelombang otak manusia pada saat memasuki kondisi hypnosis pada artikel yang berjudul: “Memahami kondisi trance pada proses hypnotherapy“.

Dalam keadaan hipnosis seorang anak akan mudah menerima saran-saran positif yang orangtua berikan kepada Anda. Saran-saran positif tersebut berguna bagi perkembangan mereka. Adapun usia golden age adalah masa yang perlu dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. Agar lebih memahami tentang golden age pada anak. Artikel sebelumnya sudah membahas tentang hal tersebut. Anda dapat membacanya pada artikel “Duplikasi anak kepada orang tua“.

Namun terkadang pada penggunaan teknik hypnosis untuk mendidik anak. Ada beberapa kendala, seorang anak mengalami kesulitan di dalam menangkap ide, informasi, atau pertintah yang akan ia serap dan kerjakan. Oleh karena itu, kelemahan tersebut perlu diindentifikasi berdasarkan beberapa hal berikut ini:

1. Seberapa ringkas dan rumitnya informasi yang akan diterima oleh anak.

2. Ketertarikan atau kemenarikan informasi yang akan diterima oleh anak.

3. Sensitivitas anak saat menerima informasi.

4. Gaya penyampaian informasi kepada anak.

5. Teknik multisensori yang diberikan kepada anak.

6. Pengaruh budaya-budaya yang tertanam di jiwa anak

Kendala di atas bisa dijadikan bahan pemikiran untuk orangtua di dalam mendidik dan mengasuh sekaligus menambah kualitas jati diri anak. Metode dari hipnoterapi yang dilakukan pada anak tidak selalu identik dengan terapi permasalahan-permasalahan yang umumnya terjadi pada anak-anak, seperti gangguan emosional pada anak.

Keberhasilan metode ini dapat dilihat dari terciptanya sebuah fokus, keputusan, dan kontrol dari anak dengan tetap memperhatikan kesukaan anak dalam menggunakan kemampuan imajinasi mereka. Jadi hipnoterapis yang paling baik adalah orangtunaya sendiri.

Pada teknik hipnosis pada anak lebih menekankan kepada teknik indirect hypnosis atau hipnossi secara tidak langsung. Inti dari teknik tersebut adalah bagaimana membangun komunikasi yang tepat dan efektif antara orangtua, lingkungan sekitar terhadap si anak. Artikel sebelumnya telah membahas tentang: “Bagaimana pikiran bisa terbentuk?

Teknik hypnoparenting dapat diterapkan dengan memanfaatkan keaktifan kondisi gelombang otak alpha dan theta ketika anak menjelang tidur atau bisa juga seperti keadaan pada saat anak mengancing baju mereka.

Dalam kondisi tersebut, sebuah sugesti sederhana bisa Anda berikan dengan cara membisikan kepada anak untuk tujuan tertentu. Misalnya agar rajin belajar, semangat beraktivitas sabtu-minggu, menurut kepada orangtuanya, dan sebagainya. Bagaimana Anda tertarik mempelajari teknik hypnoparenting ini?