Tips Sederhana Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa

Mengatur keuangan berarti harus membuat kondisi yang seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Terutama Anda yang berstatus mahasiswa perantauan–hidup jauh dari orang tua dan harus membiasakan hidup mandiri–mengatur keuangan dengan bijak adalah hal yang mutlak dilakukan.
Kalau sedikit-sedikit berhutang, sedikit-sedikit melapor jatah sudah habis… apa nggak malu? Kalau ditanya bagaimana cara mengatur keuangan yang baik, ‘berhemat’ menjadi jawaban berjamaah yang disumbang oleh kaum mahasiswa.
Lalu sebenarnya, bagaimana dan apa yang dikatergorikan berhemat itu? Lagipula, apakah hanya dengan berhemat lantas kita dianggap sudah mengatur keuangan?
Dalam mengatur keuangan, pasti kita akan menyesuaikan dengan kebutuhan. Betul, kan? Semakin banyak kebutuhannya, semakin juga pemasukan yang harus didapat supaya nggak besar pasak daripada tiang.
Sebagai mahasiswa pun, selain mengandalkan kiriman dari orang tua, akan lebih baik jika Anda juga sudah mulai menjajaki rasanya mencari penghasilan sendiri.

Mengatur Keuangan Itu Mudah Kok Asal Tahu Caranya

Di samping menambah nominal tabungan, pengalaman yang akan Anda dapat juga akan memberi lebih banyak manfaat. Anda akan lebih memahami usaha dalam mencari uang dan menjadi lebih menghargai setiap rupiah yang dikeluarkan. Tanpa perlu menunggu gelar sarjana disandang pun Anda punya kesempatan untuk bekerja.
Di tengah kesibukan kuliah, Anda bisa menyambi sebagai asisten dosen, praktikum, atau laboratorium. Atau kalau passion Anda adalah mengajar, Anda juga bisa menjadi tutor privat bagi adik angkatan, anak-anak warga sekitar, atau bimbingan belajar.
Untuk Anda yang suka berbisnis, Anda bisa berjualan makanan ringan dan menitipkannya di kantin atau membawanya ke kelas–apalagi di kelas pagi saat sebagian besar mahasiswa nggak sempat sarapan.
Baca juga: Pengusaha Sukses Memiliki 10 Kebiasaan Baik Ini
Mau berbisnis online dan kerja freelance juga sangat mungkin. Intinya, Anda harus jeli dalam menemukan kesempatan. Tapi kalau toh ternyata Anda nggak punya cukup waktu atau merasa belum menemukan hal yang cocok untuk bekerja, mau nggak mau pilihannya Anda harus semakin pintar dalam mengatur pemasukan dari donatur tunggal.
Caranya? Simak cara cerdas mengatur keuangan ala mahasiswa di bawah ini.

1. Buat Skala Prioritas Kebutuhan Sebagai Mahasiswa

Apapun yang kita lakukan dalam hidup memang memerlukan skala prioritas untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih efektif dan teratur. Pun demikian dengan mengatur keuangan.
Ketika mendapat kiriman di awal bulan, jangan terburu untuk menyambangi ATM dan menarik tunai. Buat skala prioritas pengeluaran bulan ini.
Misal bulan ini Anda sudah mulai banyak membutuhkan biaya untuk himpunan, kepanitiaan, atau keperluan akademik (khususnya bagi mahasiswa semester akhir), maka Anda harus sengaja menganggarkan dana untuk keperluan tersebut.
Jadilah visioner, mampu berpandangan jauh ke depan dan mulai mempersiapkannya sedari awal.

2. Selektif dalam Membelanjakan Dana Bantuan Orang Tua

Tentu Anda harus lebih dulu mengutamakan kebutuhan harian selama satu bulan supaya nggak luntang-luntung di tengah jalan. Pastikan bahwa yang Anda beli adalah yang memang Anda butuhkan.
Baca juga: 7 Hal yang Jika Anda Lakukan di Usia 20-an Akan Menjadikan Anda Miliarder Muda di Usia 30
Anda harus cermat pula dalam memilih tempat-tempat yang menawarkan harga lebih murah dengan barang dan kualitas yang sama. Kalau ada yang lebih murah dan sama bagusnya, kenapa harus pilih yang lebih mahal?

3. Minimalisasi Makan di Luar dan Menggunakan Jasa Laundry

Pekerjaan domestik seperti memasak, mencuci, dan menyetrika nggak perlu dibedakan sesuai gender. Toh ketika membeli makan atau menggunakan jasa laundry, harga yang dibayarkan nggak akan lebih murah lantaran Anda laki-laki atau perempuan, kan?
Baca juga: Mempersiapkan Tabungan Pensiun Selagi Masih Muda
Nggak perlu memasak resep yang ribet dengan teknik yang tinggi, kok. Dengan bahan-bahan alami yang mudah diolah, Anda bisa membuat sajian yang at least mencukupi dan memuaskan lidahmu sendiri. Mengeluarkan uang untuk makan dan laundry mungkin nggak akan terasa besarnya pada saat ini. Tapi kalau dihitung-hitung, mungkin Anda akan mulai berpikir dengan uang sebanyak itu, Anda bisa menggunakannya untuk kebutuhan yang lain.

4. Buat Anggaran untuk Keperluan Nggak Terduga

Terkadang sekalipun rencana sudah dibuat sesempurna mungkin, ada saja kalanya things don’t go well as they’re planned. Anda harus mulai mempersiapkan berbagai kemungkinan atau skenario.
Baca juga: Business Model Canvas untuk Penggiat Startup Indonesia
Anggarkan saja sebagian uang untuk keperluan yang nggak terduga dan jangan digunakan untuk kepentingan di luar itu. Be dicipline towards yourself.

5. Beli Printer Sendiri atau Siapkan Dana untuk Kebutuhan Mencetak dan Fotokopi

Biarpun gagasan universitas sudah harus paperless, kenyataannya sampai sekarang masih belum terlihat jelas gerakannya. Ada saja hal-hal yang masih (dan memang perlu) untuk dibuat dalam bentuk hard copy-nya.
Daripada selama tiga atau empat tahun Anda terus menerus berinvestasi ke tukang fotokopi, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk punya printer sendiri.
Dengan itu pun Anda juga bisa buka bisnis kecil-kecilan dengan menarik bayaran dari teman-teman yang menggunakan printermu. Yah, bisa dengan harga teman yang lebih friendly, lah.

6. Menabung dan Investasi

Mungkin saja Anda masih merasa agak susah menabung karena dengan dana terbatas dari orang tua dan keperluan yang bermacam-macam. Tapi dengan terus memaksakannya hingga akhirnya menjadi terbiasa, Anda akan menuai hasilnya kelak.
Daripada berfoya-foya menghamburkan uang nggak jelas dan untuk kepentingan sesaat, menabung akan jauh lebih memberikan banyak manfaat. Seperti kata pepatah, “hemat pangkal kaya” dan “berakit-rakit dulu ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Got it?
Baca juga: 7 Investasi Menguntungkan untuk Mereka yang Usia 20-an
Kalau Anda sudah mahasiswa dan menolak untuk nggak dikategorikan dewasa, artinya mengatur keuangan sudah memang harus Anda kuasai. Menjadi dewasa itu bukan soal umur, tapi sebijak apa seseorang dalam berpikir dan berperilaku–termasuk mengatur pemasukan dan pengeluaran.
Nah, untuk mewujudkannya, Anda bisa melakukan cara cerdas mengatur keuangan ala mahasiswa di atas. Selamat mencoba!

Ayo bagikan tulisan di atas jika Anda rasa bermanfaat untuk teman-teman Anda di sosial media seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path. Klik tombol share untuk membagikannya atau beri tanda bintang jika Anda menyukai tulisan di atas.
Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari TheGold.Asia? Daftarkan alamat email dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini. Konfirmasi pendaftaran dengan cara klik link yang kami berikan melalui email yang sebelumnya sudah didaftarkan.