Pernahkah Anda berpikir bahwa masalah itu ternyata dibagi menjadi dua kategori? Duh mas, mas gimana mau mikirin kategori-kategorian dalam masalah. Wong kadang masalah udah dateng aja, udah bikin kepala riwet.
Wes-wes tenang dulu. Kita belajar hal ini agar ketika masalah datang, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi setiap permasalahan yang hadir di kehidupan kita. Oleh karena itu kita perlu mengenal yang namanya Good dan Bad Problem.
Cara mengenal good dan bad problem sebenarnya sangat mudah sekali. Saya akan ambil contoh demikian, misalnya Anda memiliki sebuah restoran ternama dibilangan Kota Jakarta.
Pada bulan pertama, Anda membuka restoran di lokasi tersebut. Belum banyak pelanggan atau orang yang ngeh klo Anda buka restoran di sana.
Boro-boro jadi pelanggan kan? Wong orang aja belum pada tau klo di lokasi tersebut ada restoran Anda. Alhasil omset dalam satu bulan turun karena tidak adanya pembeli. Atau ada penjualan tapi belum mencapai target yang diinginkan.
Nah pada bulan-bulan berikutnya, akhirnya Anda menemukan formula untuk mengembangkan bisnis restoran Anda. Sehingga restoran Anda pada bulan kedua mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Saking banyak yang datang untuk membeli, sehingga bagian dapur kewalahan untuk handle pesanan dari para customer baru dan dari para loyal customer Anda. Sehingga menimbulkan permasalahan baru, yaitu Anda perlu menambah kapasitas produksi agar memenuhi pesanan tersebut. Wuidih!
Restoran lagi rame dapet masalah, sepi juga masalah. Jadi serbasalah ya? Nah kesimpulannya dari masalah yang saya jabarkan di atas. Mana yang good problem dan mana yang bad problem menurut Anda? Berikan alasannya di kotak komentar di bawah artikel ini ya.