Pada tutorial kali ini saya akan membahas bagaimana cara menggunakan EasyCron untuk blog WordPress.

WordPress sendiri sebenarnya sudah memiliki fitur ini, lantas mengapa harus menggunakan EasyCron?

Berbeda dengan Cron pada OS Linux yang dapat melakukan penjadwalan pekerjaan berdasarkan waktu. Misalnya untuk mengecek email, membuat backup, update, dll.

Semua perintah akan dikerjaan di sisi sistem operasi, sesuai settingan jadwal dari masing-masing pekerjaan.

Sedangkan WP-Cron, lebih banyak digunakan untuk pekerjaan seperti melakukan pengecekan terkait update plugin, tema, dan inti WordPress, penjadwalan publikasi artikel, membuat backup, optimasi database, kirim email, dst.

Sayangnya si WP-Cron bekerja saat ada pengunjung yang membuka blog WordPress saja. Kalau tidak ada pengunjung ya berarti tidak ada Cron yang dijalankan.

Wajar jika kamu sudah set jadwal untuk publikasi artikel tetapi kok artikel tidak tayang (karena tidak ada pengunjung yang mengakses blog).

Di saat yang sama, ketika blog dilihat oleh 100 orang, maka WP-Cron akan melakukan pengecekan sebanyak 100 kali juga. Hal yang kurang efektif ini akan membuat WordPress menjadi lambat saat dibuka.

Karena setiap kali proses pengecekan dan menjalankan cron job akan melibatkan eksekusi PHP. Tentu saja jika semakin banyak eksekusi yang dijalankan, otomatis akan memakan banyak resource server.

Cara Menggunakan EasyCron untuk Menggantikan WP-Cron

Sebelum menggunakan EasyCron, kamu terlebih dahulu harus mematikan fitur WP-Cron dengan memasukan kode berikut ini di file WP-Config.php.

define('DISABLE_WP_CRON', true);

Setelah proses di atas kamu lakukan, sekarang tinggal membuat akun di website EasyCron,  klik pada tombol “+ Cron Job“.

Cara menggunakan EasyCron menggantikan bawaan WordPress yaitu WP-Cron untuk proses Cron Jobs.

Pada tulisan “URL to call” kamu bisa masukkan alamat situs web WordPress kamu, ubah dari http://www.example.com/wp-cron.php menjadi nama domain kamu sendiri.

Pada tulisan “When to execute“, kamu bisa masukkan durasi waktunya. Misalnya setiap menit, 30 menit sekali, 1 jam sekali, atau 1 hari sekali.

Sebaiknya jika blog WordPress banyak melakukan penjadwalan artikel, gunakan Every Minute. Sayangnya yang every minute hanya diperuntukan untuk versi yang berbayar.

Sedangkan versi gratis ada limitnya yaitu seperti tabel yang ada di bawah ini.

Harga EasyCron untuk Layanan Gratis dan Berbayar

Proses berikutnya yaitu pilih Zonasi Waktu, saya menggunakan Asia/Jakarta, lalu tinggal klik “Create Cron Job“.

Sampai di sini kamu sudah berhasil menggunakan EasyCron untuk menggantikan WP-Cron fitur bawaan dari WordPress.

Semoga tips ini bermanfaat ya!