Yuk Belajar Menghemat Uang Mumpung Masih Berstatus Mahasiswa

Pertengahan hingga akhir bulan menjadi periode yang menegangkan sekaligus kritis bagi sebagian besar orang, nggak terkecuali bagi para mahasiswa. Terutama mahasiswa perantauan yang harus kos dan hidup mandiri, masa-masa itu adalah masa survival terberat yang mau nggak mau harus dihadapi.
Menemukan selembar lima ribu rupiah lusuh di dalam saku jaket merupakan suatu berkah yang wajib disyukuri. Silaturahmi ke ATM pun menjadi momen yang mendebarkan dan menyedihkan pada saat yang bersamaan.
Wajar, kok. Bahkan orang dewasa yang sudah berpenghasilan tetap pun juga terkadang masih mengalami hal tersebut. Hanya saja yang kini menjadi pertanyaannya adalah… seberapa sering kamu mengalaminya? Jarang, kah? Cukup sering? Atau bahkan selalu?
Baca juga: 11 Tips agar Menjadi Pengusaha Paling Produktif
Pada dasarnya ketika seseorang memutuskan untuk menjadi mahasiswa perantauan, tanpa disadari, survival adalah tujuannya. Survival meliputi banyak hal. Mampukah bertahan jauh dari keluarga, hidup mandiri, dan harus mengatur serta mengambil keputusan sendiri?
Sanggupkah beradaptasi dengan lingkungan baru yang mungkin sama sekali berbeda dengan lingkungan sebelumnya? Mengatur keuangan juga merupakan survival.
Bagaimana kamu bisa berhemat dan nggak kelabakan saat sepuluh hari kalender petama lewat adalah tantangan yang harus kamu hadapi. Nah, untuk kamu yang bergelar mahasiswa, khususnya perantauan, tips menghemat uang bagi mahasiswa di bawah ini bisa kamu terapkan untuk berhasil survive.

Tips Menghemat Uang untuk Mahasiswa:

  1. Bagi yang beragama muslim khususnya, puasa bisa menjadi alternatif. Kamu bisa melakukan puasa Senin Kamis atau puasa Nabi Daud. Tetapi niatkan memang untuk berpuasa, bukan justru untuk berhemat kendati memang kondisi itu yang sebenarnya terjadi.

Jika memang niat berpuasa, hati akan menjadi ikhlas. Dengan demikian, kamu akan mendapat bonus pahala dan nikmat tersendiri di samping keadaan dompet yang lebih aman dan terkendali.

  1. Jika jarak kampus dan tempat kos nggak terlalu jauh, hindari menggunakan motor atau mobil. Selain mengurangi polusi dan macet, dengan terbiasa jalan kaki, kamu juga akan lebih sehat.

Baca juga: 7 Investasi Menguntungkan untuk Mereka yang Usia 20-an
Apalagi mengingat jadwal mahasiswa yang cukup padat antara kelas, himpunan, kepanitiaan, dan lain-lain yang sering membuat mahasiswa nggak sempat untuk melakukan olahraga.
Dan jelas, jalan kaki termasuk kategori olahraga dengan segudang manfaat untuk masa kini dan masa depan.

  1. Kamu termasuk kaum mahasiswa pemalas atau yang sok peduli lingkungan dengan selalu berprinsip paperless tapi ketika mendekati ujian menjadi orang yang paling rajin menyambangi tempat fotokopi?

Mulai sekarang, ubah kebiasaan itu. Nggak akan terasa sih saat kita mengeluarkan receh demi receh. Tapi efeknya akan terasa di hari-hari selanjutnya.
Kendati demikian, kehidupan mahasiswa memang nggak pernah jauh-jauh dari tempat fotokopi. Ada juga momen saat dosen tiba-tiba meminta mahasiswa untuk memfotokopi materi atau soal-soalnya.
Maka dari itu sebaiknya kamu mulai membuat anggaran bulanan sendiri untuk keperluan fotokopi dan mencetak file kalau hal tersebut menginat selalu saja ada kemungkinan di setiap bulannya.

  1. Laki-laki atau perempuan, bisa memasak itu seharusnya menjadi kewajiban semuanya. Nggak perlu harus bisa membuat menu dengan resep ribet dan teknik tinggi, minimal cukup untuk memuaskan diri sendiri.

Baca juga: 7 Hal yang Jika Anda Lakukan di Usia 20-an Akan Menjadikan Anda Miliarder Muda di Usia 30
Nggak mungkin dong terus-terusan beli dan mengandalkan orang lain? Lagipula, memasak masakan dengan bahan-bahan alami yang sedikit lebih repot dibandingkan sekedar membuat mie atau bubur instan akan memberi kepuasan tersendiri.

  1. Buatlah skala prioritas. Tanpa diingatkan pun, sebagai mahasiswa kamu juga sudah harus melakukan ini, termasuk prioritas dalam pengeluaran.

Selektif dalam menentukan prioritas barang-barang apa saja yang memang benar-benar kamu butuhkan selama satu bulan, lalu anggarkan untuk beberapa keperluan lain yang mungkin akan dibutuhkan.
Karena kamu juga perlu refreshing, kamu boleh menganggarkan dana untuk keperluan refreshing. Bijaknya, kamu nggak membuat budget untuk refreshing dengan jumlah yang lebih besar daripada keperluan pokok.

  1. Selalu sisihkan di awal nominal untuk tabungan. Kalau ini nggak dilakukan, sudah bisa dipastikan kamu nggak akan berhasil membuat tabungan. Karena nggak akan ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, bersiap-siap mulai sekarang nggak ada salahnya. Selain menghemat, kamu juga jadi punya bekal untuk masa depan.

  2. Kalau kamu bisa mencuci dan menyetrika sendiri, kamu nggak perlu keluar uang untuk menggunakan jasa laundry. Sesibuk-sibuknya kamu dalam sepekan, selalu sediakan waktu untuk mengurusi kegiatan domestik, termasuk mencuci dan menyetrika. Laki-laki atau perempuan, semua sama. Toh yang butuh berhemat juga dua-duanya.

  3. Cerdas dalam mengatur penggunaan pulsa juga nggak bisa kamu abaikan. Zaman sekarang, sebagai mahasiswa khususnya, nggak bisa lagi menghindari keberadaan internet.

Baca juga: Cara Cerdas Mengatur Keuangan Ala Mahasiswa
Mulai dari informasi di grup WhatsApp sampai mencari jurnal untuk referensi, semua menggunakan internet. Pilih paket data sesuai dengan kebutuhanmu dan juga sisakan pulsa sesuai estimasi untuk menjaga kemungkinan kebutuhan telepon atau SMS.

  1. Nggak perlu adu gengsi lewat pamer gaya hidup. Sebagai mahasiswa, gengsi itu ditunjukkan dengan IPK dan keaktifan di organisasi dan masyarakat.

Kalau menolak makan di warung nasi biasa karena tempatnya yang nggak elite dan ‘kekinian’, mungkin kamu masih belum mengerti esensi kuliah.
Kuliah itu ajang gengsi dalam prestasi, bukan malah ajang gengsi dalam pamer diri. Yah, kecuali kamu memang sudah bisa berpenghasilan sendiri dan nggak pernah mengalami krisis keuangan sih… Terserah saja.
Baca juga: Mahasiswa, Terapkan 6 Tips Ini Jika Anda Ingin Mendapat Uang Saku Tambahan
See? Tips menghemat untuk mahasiswa di atas sebetulnya nggak hanya berlaku bagi mahasiswa perantauan sih, tapi juga bisa dilakukan oleh kamu mahasiswa yang mendapat jatah bulanan dan masih stay bersama orang tua.
Tantangannya memang tentu nggak seberat mahasiswa perantauan, tapi bukan berarti kamu nggak perlu melakukan penghematan, kan? Yuk, mulai berhemat!