Tips Sederhana Mengubah Passion Menjadi Penghasilan Tambahan atau Utama

Pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar.” –Anonim
Pembaca semua tentu sudah tidak asing lagi dengan kutipan di atas, bukan? Ya, menjalani profesi atau pekerjaan yang sudah menjadi minat kita memang akan sangat menyenangkan.
Bayangkan saja, betapa indahnya hidup kita kalau bisa menekuni hobi setiap waktu tanpa harus diganggu oleh kewajiban bekerja, karena hobi itu sendiri sudah bisa menghasilkan rupiah!
Siapa yang tidak mau, bersenang-senang dan dibayar? Berbeda dengan pekerjaan yang tidak didasari passion (minat), bekerja dengan dorongan minat akan membuat kita semakin semangat karena adanya rasa cinta kita pada pekerjaan yang kita lakoni.
Memang, tidak semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk bekerja sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punya, akibatnya pekerjaan seringkali dijalani setengah hati.
Tak heran, banyak orang yang sudah bekerja bertahun-tahun tapi masih merasa tidak puas dan mengeluhkan apa yang sudah mereka kerjakan. Hal ini sebetulnya tidak terlalu mengherankan, sebab bekerja sesuai dengan passion memang bukan perkara yang mudah.
Betul, memanfaatkan passion menjadi sumber penghasilan memang tak bisa dilakukan sembarangan. Ada “rahasia” yang harus Anda perhatikan baik-baik. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan agar passion yang kita miliki bisa dikonversi ke rupiah? Nah, simak tips-tips berikut ya.

1. Temukan Bakat dan Minatmu

Syarat nomor wahid yang harus dikerjakan adalah mencari tahu bakat Anda. Bagaimana caranya? Hal yang paling mudah adalah mengamati kembali hobi, kegiatan apa sih yang sekiranya menyenangkan buat Anda?
Baca juga: Cara Mudah Investasi Emas Syariah
Hobi saya menggambar, memang bisa dikomersilkan? Sangat bisa! Coba saja menggambar objek tertentu, dibingkai, lalu dijual. Nah, jadi duit kan? Pada dasarnya, hobi apa pun sangat bisa mendatangkan penghasilan kok, asal ditekuni dengan serius.

2. Menggali Bidang yang Kita Minati

Setelah yakin dengan passion yang dimiliki, tugas selanjutnya adalah menggali bidang yang kita minati. Galilah sedalam mungkin sampai kita tahu akar-akarnya.
Apanya yang digali? Tentu saja hal apa pun yang berhubungan dengan passion kita tersebut. Misalnya, passion kita pada bidang menggambar sangat mungkin dikembangkan pada ranah yang lebih luas atau bahkan lebih spesifik, seperti mendesain, menggambar indah, melukis, typography, dan lain-lain.
Nah, cobalah untuk menggali informasi-informasi tentang hal-hal tersebut sebanyak mungkin sampai kita tahu celahnya, paham medannya, dan lain sebagainya.

3. Cari Tahu Sumber Uangnya

Ya, sekuat apa pun minat kita, passion akan tetap menjadi passion jika kita sendiri tidak tahu bagaimana cara mengubahnya menjadi lembaran-lembaran rupiah. Karenanya, cobalah untuk mencari tahu “sumber uangnya” agar hobi yang kita salurkan itu bisa disulap menjadi rupiah.
Baca juga: 7 Cara Investasi Emas Batangan
Eits, tidak perlu khawatir kalau passion kita tidak mendapat tempat di hati orang-orang. Faktanya, di dunia ini akan selalu ada orang yang bersedia membayar hobi kita, asal kita tahu celahnya. Carilah sasaran yang potensial dan bisa memuluskan usaha kita.

4. Temukan Pasarnya

Setelah sudah yakin dengan sasaran, langkah selanjutnya adalah menemukan pasar. Pasar ini sangat penting. Bayangkan saja, bagaimana kita mau mendapatkan uang kalau kita saja tidak paham dengan kondisi pasar? Memahami kondisi pasar dengan baik akan memperlancar kita dalam menekuni hobi (yang dibayar) itu.
Ambil contoh saja, minat kita di bidang menggambar bisa dicarikan pasarnya dengan mudah. Umumnya gambar identik dengan desain dan percetakan, maka kita bisa menawarkan jasa kita untuk bekerjasama dengan pengusaha desain dan percetakan. Atau menjual lukisan-lukisan karya kita di galeri seni.
Intinya, carilah orang-orang yang sekiranya membutuhkan jasa kita. Perlu diingat, semua orang sangat potensial menjadi klien kita, jadi tetap jaga hubungan baik dengan orang lain ya.

5. Buka Lapak, Buka Toko

Nah, ini yang perlu digarisbawahi. Jika sudah berhasil “menggenggam” pangsa pasar kita, segera buka lapak dan gelar dagangan Anda. Jangan malu dan tidak perlu khawatir dibilang narsis, toh niat kita semata mencari penghasilan, bukan?
Baca juga: 7 Fakta Menarik tentang Emas
Buka lapak dan kabarkan kepada seluruh dunia tentang “bisnis” kita. Beri tahu mereka tentang produk dan jasa yang kita tawarkan. Di era digital seperti sekarang ini, mempromosikan barang dan jasa sangat mudah dilakukan. Tak perlu repot-repot bertemu dengan calon pembeli, kita cukup mengandalkan akses internet, maka kelar semua urusan.

6. Beri Kesan Mendalam pada Pelanggan

Setelah sudah berhasil membuka “toko”, hal selanjutnya adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Menjaga hubungan baik tidak melulu berkutat pada respon-respon manis yang kita beri sewaktu bertransaksi dengan mereka lho ya.
Konsisten dengan kekhasan produk, menjaga kualitas, beri kesan unik dan berbeda pada barang atau jasa yang kita tawarkan. Meskipun terkesan remeh, hal-hal seperti inilah yang justru bisa membuat pembeli merasa senang. Pembeli atau pemakai jasa yang merasa senang dengan pelayanan kita biasanya akan kembali lagi.

7. Terus Belajar

Sudah sukses membangun karier dengan passion tidak lantas membuatmu boleh lalai dan melupakan kewajiban belajar lho ya. Belajar yang bagaimana maksudnya?
Tentu saja mempelajari apa yang selama ini menjadi passion kita. Zaman terus berkembang, jangan sampai kita karier yang susah payah dibangun jadi runtuh hanya gara-gara kita enggan belajar dan kurang informasi.
Belajarlah tanpa kenal lelah, terus perdalam passion Anda. Manfaatkan kecanggihan teknologi, berinovasilah, buat gebrakan-gebrakan baru yang tidak pernah terlintas di pikiran orang lain sebelumnya.
Selamat belajar dan selamat mengubah passion menjadi rupiah!

Sebarkan tulisan di atas melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path untuk teman-teman Anda yang sedang atau ingin merintis usaha, yang berangkat dari passion mereka masing-masing.
Gabung dengan pembaca lainnya di blog ini dengan cara berlangganan artikel melalui kotak subscribe artikel di bawah tulisan ini. Cukup masukan alamat email dan nama lengkap Anda, lalu lakukan konfirmasi pendaftaran.