Beberapa laptop atau desktop PC memiliki GPS dan dilengkapi dengan sistem tracking, sehingga saat ada orang yang mencuri, dapat dilacak dengan mudah melalui aplikasi tracking tersebut.

Aplikasi tracking bekerja pada saat laptop atau desktop PC dihubungkan ke internet oleh si pencuri. Misalnya pada MacBook, apabila si pencuri login melalui akun guest atau tamu, lalu ia menghubungkan MacBook dengan internet.

Maka si pemilik MacBook akan mudah melacak keberadaan dari Mac yang dicuri. Jika tidak ada koneksi internet, artinya MacBook yang dicuri tidak akan bisa dilacak. Hal ini yang menjadi kekurangan dari aplikasi tracking.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu dengan memberikan proteksi tambahan pada perangkat keras laptop atau desktop PC seperti beberapa alat berikut ini:

1. Pengunci Periferal untuk Perangkat Hardware

Pengunci periferal untuk mengamankan perangkat hardware

Pengunci periferal untuk mengamankan perangkat hardware via Kensington

Metode pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan perangkat keamanan tambahan seperti gambar di atas yaitu Desktop PC & Peripheral Locking Kits dari Kensington.

Semua perangkat hardware, baik itu Desktop PC, Mouse, Harddisk Eksternal, Printer, Modem, dsb disatukan dengan kabel besi yang tidak mudah untuk dipotong.

2. Pengunci Tambahan untuk Laptop

Menggunakan kunci tambahan untuk laptop

Menggunakan kunci tambahan untuk laptop via Kensington

Pengunci tambahan untuk laptop sebenarnya ada yang dua model, model pertama seperti gambar di atas. Kekurangannya adalah laptop menjadi tidak mudah untuk dipindah-pindahkan. Cara ini terbilang cukup aman.

Namun jika kamu menginginkan yang lebih fleksibel, bisa menggunakan jenis pengunci seperti gambar di bawah ini, yang menggunakan kabel besi dan gembok.

Umumnya yang seperti di gambar bawah ini, kamu sering lihat saat mengunjungi pameran atau toko komputer kan?

Pengunci laptop dengan menggunakan kabel besi

Pengunci laptop dengan menggunakan kabel besi via Kensington

3. Locker untuk CPU

Menggunakan locker CPU untuk melindungi dari pencurian perangkat keras

Menggunakan locker CPU untuk melindungi dari pencurian perangkat keras via computersecurity

Tips berikutnya untuk melindungi CPU dari pencurian perangkat keras yaitu dengan memberikan locker tambahan sebagai proteksi, seperti gambar di atas.

Proteksi seperti gambar di atas berguna juga untuk meminimalisir infeksi malware melalui piranti USB. Jika ingin lebih aman bisa menggunakan lemari besi kabinet untuk desktop PC seperti gambar di bawah ini.

Lemari kabinet untuk melindungi desktop PC dari pencurian perangkat

Lemari kabinet untuk melindungi desktop PC dari pencurian perangkat via globalindustrial

4. Memasang CCTV

Menjadikan webcam sebagai CCTV untuk menangkap wajah pencuri

Menjadikan webcam sebagai CCTV untuk menangkap wajah pencuri via iSpy

Banyak kasus kejahatan yang berhasil diungkap melalui video rekaman dari kamera pemantau CCTV. Pilihan pemasangan CCTV bisa menjadi salah satu opsi terbaik guna meminimalisir pencurian perangkat.

Harga CCTV ada yang mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Perbedaannya yaitu pada jumlah channel kamera, kualitas gambar dari kamera, durasi rekaman dalam bentuk HD yang bisa disimpan pada harddisk, dan fitur keamanan lainnya.

Jika tidak ingin membeli CCTV, kamu juga bisa menggunakan webcam untuk digunakan sebagai kamera CCTV dengan menggunakan software iSpy.

Dengan menggunakan software tersebut, kamu bisa menangkap wajah si pencuri dan melihat aktivitas yang dilakukan si pencuri pada layar komputer. Saat ini, software tersebut baru tersedia pada sistem operasi Windows saja.

Bagi pengguna Ubuntu alternatifnya bisa menggunakan ZoneMinder. Pengguna MacOS bisa menggunakan aplikasi semisal iSpy yaitu Shinobi CE.

5. Tips Melindungi Data dari Kasus Pencurian Perangkat

Tips melindungi data dari pencurian perangkat keras

Tips melindungi data dari pencurian perangkat keras via Apple

Dari poin satu hingga empat kita sudah membahas cara meminimalisir pencurian perangkat keras, dengan beberapa alat keamanan tambahan yang bisa digunakan.

Sekarang, bagaimana cara melindungi data yang berada di dalam perangkat keras tersebut? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan yaitu:

  1. Gunakan enkripsi data pada media penyimpanan, bisa menggunakan BitLocker pada Windows 10 Pro, FileVault pada sistem operasi MacOS. Bagi pengguna Linux bisa menggunakan aplikasi VeraCrypt.
  2. Backup selalu data penting ke penyimpanan Cloud seperti OneDrive, Google Drive, dan iCloud.
  3. Selain menggunakan penyimpanan cloud, kamu juga bisa mengandalkan media penyimpanan offline seperti USB Drive, SD Card, dan Harddisk Eksternal.

Semoga dengan kelima cara di atas, bisa melindungi perangkat keras maupun perangkat lunak penting yang kamu miliki. Jangan lupa untuk membagikan tulisan di atas melalui sosial media, untuk teman-teman kamu yang lain ya.