Apakah Anda pernah mengalami pengajuan kredit tanpa agunan ditolak karena BI checking? Ya, karena Anda punya catatan buruk ketika pihak Bank melakukan BI checking. Namun, Anda bisa mengatasinya. Dunia belum kiamat!
Bagaimana caranya?
BI checking tak jarang jadi hal yang menakutkan bagi mereka yang ingin meminjam uang ke Bank. Apalagi kalau mereka sebelumnya pernah memiliki utang kredit dan juga punya utang kartu kredit. Sebagai informasi terlebih dahulu, BI checking merupakan nama lain dari IDI Historis atau Informasi Debitur Individual Historis.
Daftar ini dipunyai hanya oleh Bank Indonesia (BI). Oleh karena itu, proses pengecekan riwayat kredit sang debitur dinamakan BI checking. Baik atau tidak catatan kredit nasabah akan terpampang jelas dalam SID atau Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia.

Mari Kenali Lebih Dalam Cara Kerjanya

Pihak Biro Informasi Kredit atau BIK yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan bank umum yang sudah memiliki aset lebih dari 10 milyar wajib memberikan informasi debitur. Tak hanya bank, beberapa lembaga keuangan lain pun dapat bergabung dalam BIK secara sukarela. Apabila Anda pernah memiliki utang kredit lewat anggota BIK maka performa Anda akan dihitung berdasarkan indeks 1 bagi kredit lancar dan sampai dengan 5 apabila kredit macet.
Nah, apabila performa kredit Anda ternyata lebih dari 3, kemungkinan besar pengajuan kredit selanjutnya akan ditoalk. Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa bank juga punya kebijakan masing-masing yang berbeda satu sama lain. Jadi, Anda dapat mencoba pengajuan kredit tanpa agunan misalnya ke bank lain apabila Anda mengalami penolakan di bank tertentu.

Cek Sendiri Histori Kredit Anda

Namun, kadang bisa jadi Anda tidak menyadari bahwa Anda sedang masuk daftar hitam tersebut. Oleh karena itu, Anda bisa cek sendiri histori kredit Anda dengan lakukan sendiri BI checking. Tidak sulit, hanya saja Anda butuh meluangkan waktu.
Berikut cara pengecekan BI checking:

  1. Akses situs resmi Bank Indonesia. Di bagian pilihan Moneter, Informasi Kredit, akan ada Permintaan IDI Historis. Kemudian, ada formulir yang harus diisi.
  2. Isi data pribadi Anda pada formulir tersebut. Setelahnya, klik Kirim dan tunggu respon dari pihak BI via surat elektronik, biasanya sekiar 4 hari sampai seminggu.
  3. Setelah terima respon dari BI, Anda akan diberi tahu apakah data Anda sudah ada pada IDI Historis. Jika tidak tercatat, itu artinya Anda belum pernah memiliki kredit atau lembaga keuangan tempat Anda lakukan kredit tidak tergabung dalam BIK.
  4. Perlu dicatat bahwa dokumen yang diperlukan bagi perorangan dan badan usaha berbeda.

Bagaimana kalau ternyata ada tercatat dalam daftar BI checking? Anda masih bisa mengurusnya. Bagi yang berdomisili di Jakarta, Anda bisa langsung datang ke Gerai Info Bank Indonesia. Jam buka adalah 08.30 WIB sampai 15.00 WIB. Sementara bagi Anda yang berada di luar Jakarta bisa datang ke Kantor Bank Indonesia kota ataupun provinsi setempat, Kantor Kelompok Kajian, Survei dan Stasistik ataupun Kantor Tim Pengawasan Bank.
Segera setelah semuanya selesai, sila cari info kredit terbaik bagi Anda. Anda pun bisa mengajukan kredit lagi, apakah masih ingin mengajukan KTA ataupun kredit lainnya. Silahkan cek info KTA yang cocok bagi Anda via CekAja. Anda pun dapat ajukan kredit dengan dibantu oleh tim CekAja. Semoga bermanfaat!