Apa sih investasi itu? Ingin mencoba berinvestasi, tapi sepertinya sulit. Nah, pernahkah pertanyaan dan pernyataan tersebut mampir di benak Anda? Jika ya, itu tandanya Anda perlu mempelajari seluk-beluk investasi terlebih dahulu.
Dengan demikian, pemahaman Anda tentang investasi menjadi lebih jelas, tidak hanya berupa “kata orang” atau pendapat pribadi yang belum tentu benar.
Berikut ini adalah informasi seputar investasi, mulai dari pengertian investasi, manfaat, hingga jenisnya.

1. Pengertian Investasi

Investasi adalah kegiatan mengalokasikan uang yang Anda miliki ke dalam aset finansial atau aset riil, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Aset finansial berupa deposito, obligasi, saham, dan reksa dana.
Sedangkan aset riil berupa logam mulia dan properti. Keuntungan yang diperoleh dari investasi dapat berupa capital gain, yaitu selisih dari harga jual yang lebih tinggi daripada harga beli.
Baca juga: Yuk, Cerdas Berinvestasi dengan Memahami Profil Risiko Diri Anda!
Untuk investasi pada instrumen keuangan, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan berupa dividen (bagian dari laba perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham), kupon (bunga pinjaman obligasi), dan bunga deposito.
Berbeda dengan trading, investasi dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, investor tidak memusingkan harga pasar yang berfluktuasi setiap harinya selama tren jangka panjang menunjukkan arah yang positif.

2. Manfaat berinvestasi

Mungkin Anda berpikir bahwa mempersiapkan hari tua bisa dilakukan dengan menabung. Namun, ternyata menabung saja tidak cukup karena tingkat inflasi lebih tinggi dibandingkan dengan bunga tabungan yang Anda terima.
Akibatnya, tanpa Anda sadari nilai uang di tabungan malah semakin menyusut. Itu berarti, menabung tidak menambah kekayaan Anda, tetapi hanya sebagai sarana untuk menyimpan kekayaan.
Oleh karena itu, jangan hanya menabung jika Anda ingin berhasil dalam hal finansial. Anda perlu menempatkan uang yang Anda miliki pada sesuatu yang bisa memberikan keuntungan lebih besar melampaui tingkat inflasi. Nah, keuntungan yang seperti demikian dapat Anda peroleh melalui berinvestasi.

3. Jenis-jenis investasi

Setiap jenis investasi menawarkan tingkat risiko dan tingkat pengembalian yang berbeda-beda. Investasi yang terbaik bergantung pada kemampuan Anda masing-masing.
Investasi yang berisiko tinggi bisa menjadi investasi terbaik bagi orang yang memang sudah terlatih dan menggunakan strategi yang matang, sehingga mereka bisa meminimalkan risiko dan memetik keuntungan yang maksimal.
Berikut ini jenis-jenis investasi yang dapat Anda pilih:

A. Berinvestasi Aman pada Deposito

Berinvestasi di deposito mirip dengan menabung di bank. Namun, jika tabungan di bank dapat ditarik kapan saja, deposito tidak demikian. Uang Anda di deposito tidak bisa ditarik dalam jangka waktu tertentu.
Umumnya bank mengatur jangka waktu deposito selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Lalu apa keuntungan deposito dibandingkan tabungan bank? Deposito menawarkan bunga yang lebih tinggi dan tidak berfluktuasi.
Baca juga: Wajib Anda Baca Mengenai Serba-serbi Investasi Perak
Anda akan menerima bunga deposito pada saat jatuh tempo (untuk deposito jangka pendek) atau pada waktu akhir tahun (untuk deposito jangka panjang). Bunga deposito berbeda-beda untuk tiap jangka waktu.
Selain bunga yang lebih tinggi, Anda tidak akan dikenakan biaya adminitrasi saat berinvestasi di deposito. Keuntungan lainnya, Anda juga bisa menjaminkan deposito saat mengajukan kredit.

B. Pilihan Investasi Kedua, yaitu Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan dan pemerintah. Jika Anda membeli obligasi, berarti Anda meminjamkan dana kepada perusahaan atau pemerintah penerbit obligasi.
Sebagaimana halnya utang, Anda akan menerima bunga dari penerbit obligasi yang dinamakan kupon. Selain mendapatkan bunga, Anda akan menikmati keuntungan berupa capital gain jika harga obligasi saat dicairkan lebih tinggi dari harga saat Anda membeli obligasi.
Imbal hasil yang diperoleh dari obligasi sedikit lebih tinggi daripada deposito. Jika Anda enggan menanggung risiko, silakan beli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah (Obligasi Ritel Indonesia).
ORI menawarkan obligasi dengan risiko gagal bayar yang rendah, karena telah dijamin oleh Undang-Undang No.24 Tahun 2002. Namun sesuai prinsip investasi high risk high return, keuntungan yang didapatkan dari ORI tidak jauh berbeda dari deposito.
Nah, jika Anda mau mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, Anda bisa memilih obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Namun, Anda harus mencermati tujuan perusahaan dalam menerbitkan obligasi.
Pilih obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang sedang mengembangkan usahanya, bukan sedang mengalami kesulitan keuangan. Dengan demikian, risiko gagal bayar dapat Anda minimalkan.

C. Investasi yang Naik Daun Adalah Reksa Dana (Mutual Fund)

Berinvestasi di reksa dana merupakan solusi bagi Anda yang tidak memiliki waktu atau keahlian yang cukup. Di reksa dana, dana yang Anda investasikan akan dikelola oleh manajer investasi. Manajer tersebut yang memilih dan mengelola instrumen investasi. Anda tinggal menerima hasilnya dan melakukan evaluasi.

D. Investasi  Saham bisa Jadi Pilihan Lain

Memiliki saham berarti Anda mempunyai kepemilikan pada perusahaan yang menerbitkan saham. Berbeda dengan reksa dana, berinvestasi pada saham menuntut waktu dan keahlian yang cukup dari Anda karena risikonya lebih tinggi dibandingkan jenis investasi yang lain.
Namun, tingkat pengembalian yang Anda dapatkan juga sebanding dengan risiko tersebut. Agar sukses berinvestasi pada saham, Anda harus menganalisa kondisi dan kinerja keuangan perusahaan terlebih dahulu.
Pastikan bahwa kinerja perusahaan menunjukkan tren yang positif. Selain itu, pilihlah saham yang memiliki nilai wajar lebih tinggi daripada harga pasarnya.

E. Investasi Emas dan Investasi Properti

Berinvestasi pada emas dan properti sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat Indonesia lebih suka berinvestasi pada kedua aset ini karena mudah dan risikonya rendah.
Aset seperti tanah, bangunan, dan emas memang memiliki nilai yang cenderung meningkat karena permintaannya cukup tinggi. Namun, dibutuhkan modal yang cukup besar untuk berinvestasi pada properti.
Nah, itu tadi informasi mengenai investasi. Sekarang Anda pasti sudah paham mengenai pengertian investasi, manfaat, dan jenisnya. Saatnya untuk mempersiapkan masa depan dengan berinvestasi!
Tulisan-tulisan tentang Investasi yang Terkait:

  1. 7 Investasi Menguntungkan untuk Mereka yang Usia 20-an
  2. Kelemahan Emas Sebagai Instrumen Investasi
  3. 7 Kesalahan Berinvestasi Emas yang Sering Pemula Lakukan
  4. Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Berinvestasi Koin Perak Dirham
  5. Menguak Cerita di Balik Kemilau Investasi Emas Batangan


Yuk bagikan tulisan di atas melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path. Klik tombol share yang ada di bawah artikel ini. Semoga semakin banyak orang yang melakukan aktivitas investasi.
Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari TheGold.Asia? Daftarkan alamat email dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan artikel di bawah tulisan ini. Jangan lupa konfirmasi pendaftaran usai proses registerasi. Simpel!