Sebelumnya kita sudah membahas bahwa yang namanya proses berpikir seorang manusia itu diawali dari peran ke dua orangtuanya. Pada artikel ini (Peran keluarga terhadap perkembangan proses berpikir) yang tidak kalah menariknya adalah mengenai ternyata keluarga juga memiliki peranan terhadap perkembangan proses berpikir seseorang. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Pada artikel ini akan membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Artikel ini juga termasuk lanjutan dari artikel Bagaimana pikiran seseorang bisa terbentuk. Tentunya setelah orangtua pasti yang memiliki peranan yang penting terhadap perkembangan proses berpikir seorang manusia adalah keluarganya sendiri, karena sosialisasi pertama bagi seorang anak tidak lain dari lingkungan kecil yang berada di dalam rumahnya. So bagaimana peran keluarga tersebut?

Peran keluarga terhadap perkembangan proses berpikir via mustangcorps.com

Peran keluarga terhadap perkembangan proses berpikir via mustangcorps.com

Sebelum kita melihat dunia luar, interaksi yang kita lakukan setelah orangtua adalah keluarga. Di keluarga sendiripun ada saudara laki-laki, saudara perempuan, kakek, nenek. paman, bibi, dan anak-anak mereka. Nah dari interaksi dengan mereka, akal pikiran manusia menangkap suatu informasi baru dan menggabungkannya dengan informasi yang telah ada. Sehingga proses pembentukan pikiran akan semakin kuat.

Lingkungan keluarga yang sehat akan membentuk pribadi anak tersebut menjadi anak yang sehat secara jasmani, maupun rohaninya. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan proses berpikir tersebut yaitu mind, body, and soul.

Pikiran bisa menjadikan seseorang sebagai seorang yang berjiwa sehat atau sakit. Pikiran dapat membuat seseorang mampu membangun tata kehidupan yang sehat atau sebaliknya. Klo menurut Anda sendiri apa peran keluarga terhadap proses berpikir Anda sendiri? Share opini Anda di kotak komentar di bawah ini.