Di tengah-tengah penguatan dollar per hari ini 12 Agustus 2015 yang sudah menembus angka Rp. 13.907,- sebagian orang yang menyimpan uangnya dalam bentuk rupiah untuk investasi jangka panjang, nampaknya mulai khawatir dengan kondisi ini.
Apakah kondisi ini sebaiknya kita merubah tabungan untuk investasi jangka panjang ke dalam bentuk dollar? Si mata uang yang sedang kuat-kuatnya saat ini? Atau kedalam bentuk yang lain? Seperti misalnya emas batangankoin emas dinar atau emas perhiasan?
Memang sekilas terlihat dollar sedang perkasa untuk beberapa saat dan lebih unggul dibandingkan rupiah. Tetapi tahukah Anda bahwasannya dollar dan rupiahpun mengalami penurunan daya beli akibat inflasi? Berikut adalah data yang saya ambil dari website MacroTrends dan sumber data dari: Federal Reserve, LBMA, EIA.

Dollar vs Oil vs Gold Selama 10 Tahun Kebelakang

Dollar vs Oil vs Gold Selama 10 Tahun Kebelakang


Jika kita lihat dari tahun 2004 hingga 2014, nilai minyak dan emas lebih seiring seirama dibandingkan nilai dollar yang naik dan turunnya lebih tajam. Memang dalam jangka waktu pendek bisa dilihat di tabel dalam waktu yang pendek dollar terlihat lebih perkasa dibandingkan emas.
Namun jika kita lihat dengan angka yang tertera di atas dalam kurun waktu sepuluh tahun kebelakang. Dibandingkan dollar, emas memiliki nilai stabilitas yang lebih baik.
Kesimpulan yang bisa kita ambil, yaitu adalah apabila Anda menginginkan harta Anda tidak tergerus dengan namanya inflasi seperti yang biasa menjangkiti mata uang kertas, baik itu dollar maupun rupiah. Anda dapat menyimpan emas untuk investasi jangka panjang Anda.
Lain hal, apabila Anda ingin mendapatkan keuntungan cepat dalam waktu singkat. Anda dapat menyimpan mata uang dollar sebagai investasi jangka pendek. Lantas dikemanakan rupiah yang ada? Anda dapat mempergunakan rupiah saat ini sebagai alat transaksi sehari-hari atau Anda dapat menyimpan rupiah sebagai dana darurat untuk keluarga Anda.