Salah satu indikator yang digunakan oleh Google saat meranking sebuah halaman website adalah kecepatan situs.

Sebagian dari pembaca mungkin sudah pernah menggunakan tools seperti Google Pagespeed, Gtmetrix, Tools Pingdom, Webpagetest dan yang terbaru yaitu Web Vitals.

Bagi yang belum mengetahui situs-situs di atas, situs tersebut memberikan kita sebuah insight mengenai hal-hal apa saja yang harus ditingkatkan agar kecepatan dari sebuah halaman website dapat meningkat.

Semakin tinggi score yang ditampilkan, hal tersebut menandakan bahwa sebuah halaman website sangat cepat saat dibuka melalui desktop maupun handphone.

Begitupun sebaliknya, jika score yang dihasilkan itu rendah, menandakan sebuah halaman website, saat dibuka terasa lambat dan memakan waktu yang lama, tentu ini tidak baik.

Proses pengindeksan yang dilakukan oleh bot Google menjadi lebih lama, pengujung web juga tidak akan betah berlama-lama. Imbasnya bounce rate akan meninggatkan dan durasi waktu kunjungan rata-rata ke website kamu juga akan mengalami penurunan.

Lantas apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan skor pagespeed tersebut?

1. Optimasi Gambar untuk Meningkatkan Skor Pagespeed

Optimasi Gambar dengan Menggunakan Gambar Dengan Ekstensi .Webp

Langkah pertama yang paling mudah dilakukan yaitu mengoptimasi gambar. Umumnya blogger mengambil gambar dari situs gambar gratisan misalnya Pixabay, Unsplash, Pexels, dsb tanpa dilakukan optimasi lebih lanjut.

Alhasil gambar yang di download dari situs gambar gratisan tersebut, diunggah langsung ke dalam tulisan blog. Kualitas gambar yang terbaik, otomatis ukuran file gambar juga besar.

Hal inilah yang membuat sebuah halaman web menjadi lambat atau berat saat dibuka. Optimasi gambar bisa menggunakan aplikasi semisal Photoshop untuk mengurangi ukuran file gambar.

Selain itu, bisa juga gambar dikonversikan ke dalam ekstensi .webp, dengan ekstensi ini sebuah gambar memiliki kualitas yang baik, namun dengan ukuran yang lebih ringan dibandingkan JPG dan PNG.

Cara convert gambar ke webp, bisa menggunakan tools online seperti online-convert, convertio, ezgif, dll  atau bisa juga menggunakan plugin WordPress berikut ini Imagify – WebP & Image Compression and Optimization, WebP Converter for Media, EWWW Image Optimizer, dan WebP Express.

Poin berikutnya untuk meningkatkan skor PageSpeed yaitu dengan menggunakan plugin cache.

2. Gunakan Plugin WordPress Cache Terbaik

Salah satu upaya meningkatkan kecepatan blog WordPress yaitu menggunakan plugin cache. Apa itu cache? Cache adalah data temporer yang dapat diakses dengan cepat saat ada sebuah request, biasanya disimpan pada harddisk atau memori.

Plugin cache wajib digunakan karena dapat mengurangi load beban pada server hosting dan juga membuat situs kamu menjadi lebih cepat. Beruntungnya banyak plugin WordPress gratisan yang bisa digunakan untuk optimasi.

Berikut ini beberapa plugin dari yang paling recommended untuk digunakan:

  1. WP-Rocket (ini plugin berbayar, soal hasil tentu bukan kaleng-kaleng, punya budget? Beli plugin yang satu ini.)
  2. WP Super Cache (plugin ini gratisan, cukup powerful sayangnya ada masalah kompabilitas pada beberapa tema.)
  3. Autoptimize (kalau plugin WP-Super Cache bikin situs berantakan, coba pakai plugin yang satu ini, dijamin ngacir!)
  4. W3 Total Cache (Ini salah satu plugin dengan rating tertinggi, kalau konfigurasinya benar situs kamu bakal ngacir)
  5. LiteSpeed Cache (pengguna LiteSpeed wajib menginstall plugin ini, baik yang  shared hosting maupun VPS)
  6. WP Fastest Cache (Rating kedua terbanyak setelah W3 Total Cache, versi gratisannya juga cukup powerful)

Page cache saja tidak cukup, database juga perlu dioptimasi agar situs bisa bertambah cepat saat dibuka. Optimasi database WordPress untuk meningkatkan skor PageSpeed diperlukan, bisa menggunakan beberapa plugin di atas juga.

Selengkapnya mengenai optimasi database ada di poin ketiga.

3. Optimasi Database WordPress

Database WordPress juga perlu dioptimasi agar situs web dapat diakses dengan lebih cepat, aktivitas blogging meninggalkan “sampah” pada database, sehingga perlu dibersihkan secara rutin.

Misalnya kamu jarang menghapus artikel atau halaman yang sudah tidak digunakan pada tong sampah, belum lagi setiap auto draft dan revisi artikel. Itu baru dari segi kepenulisan, belum terkait hal lain seperti komentar.

Komentar spam dan komentar sampah yang tidak dihapus secara permanen juga bikin blog  jadi tambah berat. Salah satu plugin gratisan yang bisa digunakan untuk optimasi database yaitu dengan menggunakan plugin WP-Optimize.

Plugin WP-Optimize tidak hanya mengoptimasi pada database saja, versi premiumnya juga memberikan dukungan berupa optimasi gambar, dan page cache. Secara tidak langsung, poin satu sampai tiga, cukup instal satu plugin saja.

Walaupun kalau kamu menggunakan WP-Rocket misalnya, plugin tersebut juga termasuk yang All-in-One.

4. Optimasi Website dengan Cloudflare

Gunakan CDN Cloudflare untuk meningkatkan kecepatan situs dan menaikkan skor pagespeed dan skor web vitals

Tulisan mengenai manfaat menggunakan Cloudflare di situs blog.situstarget.com, sudah banyak. Buat kamu yang merasa situsnya lambat saat dibuka. Salah satu optimasi yang bisa digunakan yaitu dengan menggunakan Cloudflare ini.

Cloudflare tidak hanya membuat situs semakin cepat saat diakses, CDN dari Cloudflare juga membantu menghemat bandwidth server. Bahkan di versi gratisan sekalipun, situs web bisa terlindungi dengan fitur Cloudflare Firewall.

Serangan seperti DDOS pun bisa diminimalisir. Pada fitur yang berbayar, kamu akan mendapatkan layanan Web Application Firewall ditambah beberapa fitur yang bisa meningkatkan kecepatan situs web.

Kecepatan situs sangat penting untuk meningkatkan ranking pada hasil pencarian di Google, Bing, Yandex, dst. Bahkan pada Web Vitals, indikator terbaru tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga keamanan, aksesibilitas, dan SEO sebuah halaman situs.

Nanti kita akan bahas juga mengenai cara meningkatkan skor Web Vitals, yaitu Keamanan, Aksesbilitas, dan SEO. 

5. Server Hosting Mempengaruhi SEO?

Saat kamu asal-asalan dalam memilih perusahaan hosting untuk situs web, bisa jadi nilai SEO situs juga akan berpengaruh. Misalnya berkaitan dengan server downtime.

Ketika server sering mengalami gangguan, otomatis situs tidak akan bisa diakses dengan baik oleh pengunjung. Mesin pencari langsung menurunkan SERP (Halaman Hasil Mesin Pencari) dan bounce rate pun akan meningkat.

Teknologi yang digunakan pada server jika masih menggunakan teknologi yang jadul. Misal pada media penyimpanan yang masih menggunakan teknologi harddisk, bukan SSD, apalagi NVMe SSD.

Perbedaan ketiganya yaitu pada kecepatan akses, yang paling cepat pada saat proses baca dan tulis yaitu NVMe SSD. Sedangkan yang paling lambat yaitu harddisk. Pastikan server hosting sudah menggunakan teknologi yang terbaru.

Hal lain yang mempengaruhi performance dari sebuah situs web yaitu pemilihan lokasi server. Misalnya target pengunjung situs berasal dari Indonesia, maka sebaiknya pemilihan lokasi server juga di Indonesia.

Jangan pilih server yang berada di Eropa atau Amerika karena mengejar harga murah misalnya. Sehingga mengorbankan performance dari situs web.

Terakhir, yang tidak kalah penting yaitu data loss (kehilangan data), perusahaan hosting yang baik memiliki fitur backup harian, mingguan, dan bahkan bulanan. Sehingga ketika ada “sesuatu yang buruk”, misal situs terkena hack.

Server mengalami gangguan atau adanya kerusakan pada harddisk secara permanen. Situs kamu masih aman karena adanya fitur backup tersebut. Kalau data situs ikutan hilang, ya wassalam! 

Secara SEO dan SERP sudah otomatis bakal sangat berdampak buruk. Pada poin berikut, kita akan berbicara lebih banyak mengenai cara meningkatkan skor Web Vitals, pembahasan mengenai cara meningkatkan kecepatan situs sudah usai.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, lebih banyak mengenai cara meningkatkan skor PageSpeed, padahal Web Vital memiliki empat indikator utama yaitu Kecepatan, Aksesbilitas, Keamanan (Best Practice), dan SEO.

Pada poin berikutnya yaitu mengenai cara meningkatkan skor Web Vitals pada Keamanan (Best Practice).

6. Gunakan SSL atau HTTPS

Gunakan SSL atau HTTPS pada situs web untuk meningkatkan keamanan dan kepercayaan dari pengunjung dan mesin pencari.

Saat mengakses situs HTTP pada browser versi terbaru, akan ada peringatan dari browser yang menyatakan bahwa situs web tidak aman. Berbeda jika situs yang diakses menggunakan HTTPS tidak ada peringatan seperti itu.

Jika pengunjung situs mendapatkan peringatan seperti “not secure” dari browser, otomatis pengunjung juga akan menjadi ragu saat hendak bertransaksi jika situs kamu adalah toko online atau e-commerce.

Situs yang menggunakan HTTPS juga berpeluang mendapatkan peringkat yang lebih baik di halaman hasil mesin pencari. Kamu bisa membeli sertifikat SSL berbayar atau menggunakan yang versi gratisan.

Sertifikat SSL gratisan bisa didapat melalui situs berikut ini: Cloudflare, SSLForFree, ZeroSSL, dan Certbot. Perhatikan juga fitur SSL atau HTTPS saat membeli sebuah layanan hosting, pastikan fitur ini tersedia dan gratis!

7. Upgrade Versi jQuery yang Terbaru di WordPress

Web Vitals juga menginformasikan bahwa versi jQuery yang digunakan pada WordPress masih menggunakan versi yang lama. Meskipun pada versi jQuery yang digunakan oleh WordPress tidak mengandung bug.

Namun Web Vitals menganggap pada versi yang digunakan oleh WordPress itu bermasalah. Cara mengupgrade versi jQuery yang digunakan oleh WordPress bisa menggunakan dua plugin berikut ini: jQuery Updater dan Use Google Libraries.

Buat mereka yang tidak terlalu suka instal banyak plugin, bisa menggunakan code di bawah ini untuk menonaktifkan jQuery pada WordPress dan menggantikannya ke versi jQuery yang terbaru.

Cara ini memerlukan child theme dan masukkan kode berikut pada file functions.php:

/** * Hapus jQuery Dari WordPress */
function my_init() {
if (!is_admin()) {
wp_deregister_script(‘jquery’);
wp_register_script(‘jquery’, false);
}
}
add_action(‘init’, ‘my_init’);

/** * Hapus jQuery Dari Dashboard Admin WordPress */
add_action(‘wp_enqueue_scripts’, ‘no_more_jquery’);
function no_more_jquery(){
wp_deregister_script(‘jquery’);
}

/** * Instal jQuery versi terbaru 3.5.1. */
if (!is_admin()) {
wp_deregister_script(‘jquery’);
wp_register_script(‘jquery’, (“https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.5.1/jquery.min.js”), false);
wp_enqueue_script(‘jquery’);
}

Sampai ditahapan ketujuh ini, jika langkah yang dilakukan benar. Seharusnya sudah ada improvement yang signifikan pada skor Web Vitals. Tips berikutnya yaitu menaikkan skor Web Vitals pada poin aksesbilitas.

8. Meningkatkan Skor Aksesbilitas Web Vital

Contrast Checker

Masalah yang sering terjadi yaitu Background and foreground colors do not have a sufficient contrast ratio. Hal ini mengindikasikan bahwa pemilihan warna pada text, tautan, dan backgroud situs tidak cukup kontras.

Untuk meningkatkan poin contrast rasio kamu mungkin membutuhkan tools seperti contrast checker dan contrast ratio. Cara menggunakannya cukup mudah tinggal masukkan warna backgroud situs dalam bentuk kode warna HTML.

Misalnya saya ingin melakukan improvement pada visibilitas warna tautan, latar belakang blog saya menggunakan warna putih (#FFFFFF) maka agar visibilitas tautan atau link lebih terbaca, saya harus menggunakan warna biru ini (#0000FF).

Indikator yang berwarna hijau bertuliskan Pass bisa menjadi acuan dalam memilih warna. Kamu tinggal mengubah foreground color sesuai dengan kebutuhan.

Kalau menggunakan background selain putih, berarti value background harus diubah sesuai dengan tampilan warna dari situs web. Intinya selama hasil yang ditampilkan itu berwarna hijau bertuliskan Pass (lolos), silahkan gunakan warna tersebut.

9. Gunakan Theme WordPress Terbaik

Poin penting dari skor Web Vitals yaitu SEO (Optimisasi Mesin Pencari), ini ada kaitannya dengan theme atau tema WordPress yang digunakan. Sebaiknya jika blog sudah banyak pengunjungnya atau kalau mau diseriusin dari awal.

Sebaiknya menggunakan tema WordPress premium. Mengapa tidak menggunakan tema WordPress gratisan? Beberapa tema gratisan tentu kualitasnya tidak sebanding dengan yang premium. 

Tema yang premium dirancang secara khusus dan dibuat agar kompatibel dengan kaidah SEO terbaru. Tidak hanya itu, tema premium juga telah ditinjau dari segi keamanannya, dan diperbaharui secara berkala, baik fitur, fungsi, keamanan, dst.

Berikut beberapa tema premium terbaik untuk WordPress:

  1. Elegant Themes
  2. Genesis Pro

Pemilihan tema yang baik tidak hanya meningkatkan skor SEO pada Web Vitals, tetapi juga skor PageSpeed.

Sebagai poin tambahan, gunakan plugin minimalis. Semakin banyak plugin, semakin berat situs web saat dibuka.

Semoga tips di atas bisa bermanfaat dan menaikkan skor PageSpeed maupun skor Web Vitals situs kamu. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan kirimkan pertanyaan di kotak komentar yanga ada di bawah artikel ini ya.

0 0 vote
Bantu berikan rating untuk artikel Ini...