Salah satu cara menghemat pengeluaran yaitu dengan cara membeli sebuah smartphone bekas.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membelinya agar tidak menyesal di kemudian hari.

Sebagai pembeli anda juga harus tahu mengapa seseorang menjual smartphone-nya, umumnya karena tiga hal berikut ini:

  • Orang tersebut mau mengganti ke smartphone yang lebih terbaru.
  • Si penjual lagi butuh duit, sehingga menjual hp menjadi solusi baginya.
  • Smartphone yang dijual sudah rusak dan si penjual tidak ingin memperbaikinya lagi.

Jika anda berhasil mendapatkan penjual dengan tipe pertama dan kedua, kemungkinan smartphone bekas tersebut masih berkualitas.

Tapi kalau mendapatkan smartphone karena alasan yang ketiga, anda harus berhati-hati. Artikel ini akan memberitahu bagaimana cara mengecek kondisi smartphone second apakah masih layak dibeli atau tidak.

Berikut ini adalah tujuh hal penting yang perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah smartphone bekas.

1. Jangan Membeli Smartphone Bekas yang Sudah Terlalu Ketinggalan Zaman

Sebelum membeli smartphone preloved, cek terlebih dahulu kapan smartphone tersebut launching dan diproduksi

Alasan sebaiknya Anda tidak membeli smartphone yang ketinggalan zaman, yaitu meskipun kondisi perangkat kerasnya masih bagus, akan tetapi dukungan software sangat terbatas karena adanya sistem operasi yang lebih baru.

Smartphone yang dibilang ketinggalan zaman ini bisa dikatakan yang sudah berusia di atas tiga sampai lima tahun ke atas. Kekurangan dari sistem operasi yang sudah out-of-date, Anda tidak bisa menginstal aplikasi populer saat ini.

Baca juga: Tips Mengatasi Kemacetan dengan Menggunakan Smartphone

Salah satu contoh hilangnya dukungan terhadap OS yang jadul adalah pemberhentian dukungan aplikasi WhatsApp terhadap sistem operasi Blackberry OS 7 dan 10, Symbian, dan Windows Phone 7.1.

Padahal aplikasi WhatsApp saat ini adalah pemimpin dari seluruh aplikasi chatting. Sangat sayang jika smartphone yang dibeli tetapi tidak bisa menginstal aplikasi yang satu ini karena OS-nya tidak mendukung.

2. Pastikan Smartphone Tidak Dalam Keadaan Terkunci

Pastikan hp second yang dijual proteksi keamanannya telah dinonaktifkan

Bagi mereka yang suka belanja online dengan metode Cash on Delivery atau COD-an. Pada saat transaksi pastikan smartphone yang akan dibeli dalam kondisi nyala bukan di dalam kerdus dan dalam kondisi mati.

Tujuannya adalah agar Anda mengetahui bahwa smartphone tidak dalam kondisi terkunci. Penjual terkadang suka lupa mungkin menonaktifkan fitur kunci layar dari smartphone yang hendak dijualnya.

Smartphone yang terkunci memang selalu bisa di-unlocked. Namun saya yakin, Anda tidak ingin mengeluarkan uang tambahan untuk proses unlocked tersebut bukan? 🙂

Tentu yang paling sulit adalah jika smartphone ternyata dienkripsi oleh si penjual smartphone bekas, dan belum dinonaktifkan fitur enkripsinya.

Kemungkinan besar smartphone bekas tersebut hanya akan menjadi sampah. Butuh effort besar untuk si pembeli untuk menonaktifkan fitur enkripsi tersebut.

Nah ada juga loh smartphone yang “dikunci” oleh operator telekomunikasi tertentu. Sehingga Anda tidak bisa menggunakan operator favorit Anda.

Smartphone jenis ini biasanya saat membeli sudah bundling dengan paket internet atau promo telekomunikasi dari si operator.

Proses unlock ini juga memakan biaya tersendiri. Jadi telitilah sebelum membeli.

3. Pastikan Smartphone Bukan Hasil Curian

Jangan membeli smartphone hasil pencurian

Ciri-ciri dari smartphone hasil curian yaitu tidak adanya box, kartu garansi, dan kwitansi pembelian. Sayangnya ketiga ciri tersebut belum tentu benar dan harus didukung dengan fakta-fakta lainnya.

Cara menghindari permasalahan di poin ketiga ini adalah dengan cara membeli smartphone bekas, baik di Tokopedia, Bukalapak, Kaskus FJB, maupun marketplace online lainnya yaitu pilihlah penjual yang memiliki reputasi yang baik.

Baca juga: Intip Performa Google Analytics Blog dari Smartphone

Anda bisa juga cek secara online IMEI, ESN, atau MEID dari smartphone yang hendak dibeli. Apakah ada laporan terkait pencurian dengan nomor-nomor tersebut.

Cara mengeceknya yaitu dengan memasukkan kode berikut ini *#06# di dial telepon. Maka otomatis akan muncul IMEI1, IMEI2 dan SN dari smartphone. Cek dengan kwitansi, nomor IMEI di kardus, dan cek secara online.

Bukan jaminan jika smartphone bekas itu bukan berasal dari hasil pencurian, akan tetapi adanya informasi tersebut tentunya sudah lebih baik.

Ketimbang Anda sudah membeli dan baru sadar bahwa itu smartphone hasil pencurian setelah proses transaksi dilakukan dan penjual sudah entah berada di mana.

Sekali lagi, telitilah sebelum membeli barang.

4. Cek Kondisi Fisik dari Smartphone Luar dan Dalam

Cara Mengecek HP Bekas yang Berkualitas

Jangan terkesima dengan penampilan luarnya saja. Seperti layar yang masih mulus, kerangka body yang terlihat tidak ada goresan, baterai yang terlihat masih baru, dan hal-hal menarik luar lainnya.

Anda juga harus mengecek performa jeroannya. Apa yang harus dicek? Cek misalnya apakah smartphone tidak hang atau restart sendiri, aplikasi yang sudah terinstal di dalamnya, apakah masih ada file-file penting dari penjual yang belum dihapus atau dipindahkan seperti file foto, video, kontak, dan seterusnya.

Cek fungsi smartphone dengan tools berikut ini:

  • Ketik dial masukkan kode berikut ini *#0*# untuk pengguna android, cek satu per satu setiap button yang muncul, seperti warna merah, hijau, getar, kamera, speaker, dll.
  • Cek fungsi hardware smartphone menggunakan aplikasi Test Your Android – Hardware Testing & Utilities & Phone Doctor Plus dengan dua test ini kamu bisa mengetahui apakah ada komponen hardware yang tidak berfungsi dengan baik, masih berfungsi, atau rusak total.

Intinya cek bagian luar dan dalam smartphone yang hendak dibeli dengan cermat. Berikut ini video terkait yang bisa anda tonton:

5. Cari Harga Terbaik dari Smartphone yang Hendak Dibeli

Cari Harga Terbaik dari Smartphone Second yang Hendak Dibeli

Ini salah satu poin penting yang perlu Anda ketahui sebelum membeli smartphone bekas. Informasi mengenai harga terkini di pasaran bisa Anda ketahui melalui koran, majalah, maupun dari situs-situs online.

Soal harga ini memang tidak semua sama. Informasi tersebut bisa Anda jadikan bahan negosiasi harga dengan penjual untuk mendapatkan harga yang terbaik.

Baca juga: Mudahnya Tuning Gitar dengan Smartphone Android

Adapun perbedaan harga dari situs online yang satu dengan yang lainnya biasanya tidak terlalu signifikan. Beberapa hal bisa mengurangi harga jika pada poin keempat Anda lebih teliti.

Contoh baterai yang sudah bocor, segel garansi yang sudah rusak (artinya pernah dibongkar),  layar yang mengalami keretakan, dan kamera yang blur (rusak), dan masih banyak hal lainnya.

6. Garansi Toko vs Garansi Resmi

Cek Apakah ada Garansi Toko atau Garansi Resmi dari smartphone second tersebut

Ada perbedaan antara garansi toko dengan garansi resmi. Mana yang lebih baik? Tentu saja garansi resmi lebih baik. Sayangnya perbaikan yang menggunakan garansi resmi, waktu yang dibutuhkan lebih lama.

Baca juga : 7 Cara Aman Menggunakan Charger yang Perlu Kamu Tahu!

Garansi toko apabila smartphone yang dibeli rusak. Toko akan menggantikan part yang rusak atau menggantikannya dengan benda yang sama. Keunggulannya yaitu waktunya yang lebih cepat.

7. Beli di Toko vs Beli Smartphone Bekas di Perseorangan

Beli HP Bekas di Perseorangan atau di Toko HP

Dua-duanya memiliki keuntungan dan kelebihan masing-masing. Jika Anda membeli di toko, biasanya ada garansi toko sedangkan apabila beli smartphone second di perseorangan hal ini jarang atau hampir tidak ada garansi.

Keuntungan membeli di perseorangan yang Anda kenal dengan baik. Anda bisa mengetahui apakah barang tersebut benar-benar masih dalam kondisi baik atau tidak. Jadi minim penipuan, ini keuntungan ekslusif.

Selain itu smartphone bekas terkadang memiliki kendala dengan charger yang rusak. Sebaiknya anda juga memikirkan untuk membeli charger original dibandingkan charger palsu demi keselamatan anda.

Karena faktanya charger palsu, banyak loh yang membuat baterai smartphone jadi mudah bocor, bengkak, bahkan membuat kebakaran karena korsleting listrik. Karena anda tidak pernah tahu bagaimana charger palsu itu diuji keamanannya oleh produsen.

Beberapa poin di atas bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli smartphone bekas. Mungkin dari para pembaca ada yang memiliki tips lain. Silahkan berikan komentarnya di sini.

Bagikan tulisan di atas melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn dan Path dengan cara mengklik tombol share yang ada di bagian kiri jika menggunakan desktop.

Atau bagian bawah jika menggunakan smartphone untuk teman-teman Anda yang ingin membeli smartphone second.

Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari Situstarget.com? Daftarkan nama lengkap dan alamat email Anda di kotak berlangganan artikel yang ada di bawah tulisan ini.

Lakukan konfirmasi pendaftaran dengan cara mengecek email Anda dan mengklik link yang telah kami kirimkan ke email tersebut.