Berbeda halnya dengan emas (perhiasan), mayoritas perak cenderung dimanfaatkan sebagai bahan perkakas dan koin sejak zaman kuno.
Selama ribuan tahun, bahkan hingga kini, kita mengenal koin perak sebagai alat pembayaran pun bahan dasar banyak perkakas rumah tangga, seperti pisau, mangkuk, cangkir, dan lain sebagainya.
Setidaknya, beragam artefak berbahan perak pun telah banyak ditemukan di beragam peradaban kuno, salah satunya Peradaban Sumeria yang ada sejak 3.000 SM.
Baca juga: Wajib Anda Baca Mengenai Serba-serbi Investasi Perak
Ketimbang logam, perak sendiri sangat reflektif dan punya konduktivitas listrik yang tinggi. Inilah sebabnya, selain uang–dewasa ini, perak juga banyak digunakan dalam industri elektronik, salah satunya perangkat seluler (handphone). mulai dari hardware hingga baterai.
Beberapa jenis olahan perak lainnya, bisa kita temukan dalam alat musik, bahan penambal gigi, perkakas rumah tangga, cermin, bahkan reaktor nuklir.
Baca juga: Ini Dia Beberapa Tempat Pengrajin Perak di Indonesia
Di sisi lain, perak juga bersifat sangat elastis dan lunak. Dua sifat tersebut memungkinkan perak dapat ditempa menjadi lembaran datar atau justru “ditarik” menjadi rangkaian kawat.
Memang, meski dikatakan “perak murni”, perak yang ada sekarang sebenarnya merupakan paduan dari 92,5% perak (biasanya diketahui dari tulisan 925 pada batang/koin perak) dengan sisanya–sebanyak 7,5%–tembaga.
Adapun sebagai informasi, berikut adalah manfaat lain logam yang dikenal dengan lambang Ag, bernomor atom 47 ini:

  1. Diolah menjadi perhiasan — sebagai salah satu logam mulia, perak bersifat antikorosi. Inilah yang mengakibatkan, perak kerap diolah sebagai perhiasan pengganti emas, juga bahan baku pembuatan medali, koin, dan justru hiasan/pembuatan ornamen–tentu saja dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang emas.
  2. Investasi — memang, nilai investasinya tidaklah sebesar emas. Namun, pergerakan harga perak yang cenderung lebih stabil dapat Anda jadikan nilai plus untuk memperlancar peluang investasi. Nah, tertarik untuk ikut berinvestasi perak? Selain membelinya pada penjual/toko tepercaya, inilah empat hal dasar yang harus Anda pertimbangkan:
    a. Memeriksa cap — cap mengindikasikan isi dan persentase perak halus (925, 900, dan 800) yang menentukan, apakah murni asli atau justru campuran dengan logam lain. Memang, pada banyak kasus, perak yang dijual oleh produsen atau pengrajin tertentu tidak memiliki cap ini. Karenanya, Anda bisa mencoba mengujinya dengan cara berikutnya.
    b. Menguji dengan magnet — biasanya menggunakan magnet berbahan neodimium. Jika magnet menempel kuat, berarti potongan tersebut punya inti feromagnetik dan bukan merupakan perak. Anda juga bisa membuat sudut pada salah satu bar perak sebesar 45 derajat, dan geserlah magnet ke arah bawah secara perlahan.
    c. Mencairkan es — letakkan sepotong es langsung di atas batangan/koin perak. Biasanya, es akan mulai mencair, seolah-olah sudah diletakkan pada tempat yang panas dan bukan pada suhu kamar.
    d. Bunyi nyaring — bunyi perak cenderung seperti dering bel (bernada tinggi dan nyaring), terutama ketika dijatuhkan atau diketuk/dibenturkan dengan logam lain.
  3. Peralatan rumah tangga — perak kerap dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama peralatan rumah tangga, seperti halnya peralatan makan (garpu, sendok, mangkuk, gelas, dsb). Adapun biasanya, peralatan berbahan perak cenderung lebih kuat dan berkualitas ketimbang bahan lainnya, semisal stainless steel.
  4. Antimikroba — secara alami, perak memiliki sifat antimikroba dan antiiritasi. Ini artinya, seluruh perhiasan berbahan dasar perak umumnya tidak akan membuat kulit Anda iritasi maupun infeksi lantaran alergi.
  5. Penghantar listrik yang baik — perak punya konduktivitas listrik tinggi yang rupanya jauh lebih baik ketimbang tembaga. Inilah sebabnya, perak bisa dimanfaatkan sebagai pengganti kawat listrik atau justru mata busi kendaraan bermotor. Adapun hambatan yang lebih kecil, membuat kawat listrik berbahan perak mampu mengalirkan listrik dengan lebih baik dan lancar.
  6. Suplemen kesehatan — tahukah Anda, sesungguhnya perak juga dapat bermanfaat bagi kesehatan?
    Salah satu hasil olahan perak, yakni ion perak, bisa Anda jadikan air sehingga dapat dikonsumsi. Beberapa manfaatnya, yakni:
    a. Melancarkan proses pencernaan — menghindarkan Anda dari banyak gangguan pencernaan seperti diare, wasir, sakit perut, dan sulit BAB.
    b. Mencegah infeksi dan membantu proses penyembuhan luka — di sisi lain, perak membantu tubuh meregenerasi dan mengaktifkan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.
    c. Menangkal radikal bebas — menghindarkan Anda dari risiko penyakit seperti kanker, sekaligus mencegah penuaan dini dengan meningkatkan imun tubuh.
    d. Mencegah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh – seperti halnya flu dan batuk.

Secara umum, logam mengilat ini jarang ditemukan di lapisan kerak bumi. Adapun kebanyakan tambang perak umumnya menghasilkan perak dalam bentuk bebas atau justru mineral (argentite).
Ini artinya, penambangan perak sering kali mengikutsertakan beberapa bijih logam lain, di antaranya timah, seng, tembaga, dan emas. Kita pun mengenal beberapa tambang perak besar sekaligus produsen utama di dunia, mulai dari Nevada, Peru, Tiongkok, dan Meksiko.
Baca juga: Pengusaha Sukses Memiliki 10 Kebiasaan Baik Ini
Bagaimana dengan di Indonesia? Mayoritas dari Anda tentu mengenal salah satu tambang perak terbesar, yang dikelola oleh PT. Freeport di Tembagapura, Papua.
Namun, tidak hanya itu saja. Sebagai salah negara yang kaya akan hasil bumi dan tambangnya, Indonesia sendiri memiliki banyak daerah penghasil perak terbesar, meliputi:

  1. Batu Hijau (Nusa Tenggara Barat)
  2. Tasikmalaya dan Jampang (Jawa Barat)
  3. Simao (Bengkulu)
  4. Logos (Riau)
  5. Meulaboh (Nangroe Aceh Darusalam)

Itulah seluk-beluk tentang perak, meliputi industri, pemanfaatan, keuntungan, serta lokasi tambang perak di Indonesia maupun dunia. Semoga bermanfaat!