Persiapan Sebelum Membuka Restoran Baru

Beberapa hari yang lalu saya sempat berdiskusi dengan salah seorang pengusaha pemilik restoran, yang usahanya berada di daerah Jalan Margonda, kota Depok. Ceritanya saya baru pulang kuliah dan perut sudah keroncongan.
Sebelum pulang ke rumah saya menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah restoran. Singkat cerita, saya dilayani oleh mbak-mbak yang rada jutek. Setelah itu makanan datang, ntah bagaimana ceritanya.
Saya berkenalan dengan seorang pemuda yang ternyata pemilik dari restoran tersebut. Saya suka sekali diskusi ringan yang bisa menambah wawasan. Belajar kan bisa di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Betul ya?
Baca juga: 5 Kebiasaan Warren Buffett yang Ia Lakukan Seusai Bekerja
Jurus kepo-pun saya keluarkan. Mulai bertanya bagaimana ia merintis usahanya, sejak kapan ia memulai usaha, bagaimana perjalanan bisnisnya hingga punya lokasi strategis di Jalan Margonda, dan seterusnya.
Saya jadi terinspirasi dari wejangan beliau. Lalu saya coba kumpulkan untuk menjadi tulisan yang semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin membuka restoran baru.

Tips Membuat Restoran Baru untuk Para Pengusaha Pemula

1. Sebelum Memulai Bisnis Perkaya Diri Terlebih Dahulu Dengan Bekerja dengan Orang Lain

Ia menceritakan sebelum membuka restoran miliknya sendiri. Ia memulai semuanya dari nol, bekerja dengan orang lain di bagian produksi makanan. Jenis usahanya pun tidak jauh-jauh dari tempat ia bekerja sebelumnya.
Artinya ada kesamaan. Contoh sebelumnya bekerja di restoran korea, setelah paham bagaimana meracik bumbu, membuat makanan korea, menyajikannya, dan seterusnya. Setelah itu, ia keluar dan mendirikan usaha sendiri.
Waktu yang dibutuhkannya untuk mempelajari itu semua sekitar satu setengah tahun. Kebetulan istrinya juga dari orang bagian produksi, beda perusahaan, tapi masih satu jenis usaha yang sama, yaitu kuliner.
Menurutnya bekerja dengan orang lain selain bisa menambah pengalaman. Ia juga bisa sekalian mengumpulkan modal untuk usaha. Apa lagi tips sebelum membuka restoran baru dari beliau? Oke yuk kita lanjutkan. 🙂

2. Belajar dari Kegagalan Usaha Bersama Teman

Sebelum membuka restoran baru miliknya sendiri. Ia pernah membuka usaha bareng teman. Jadi ceritanya temannya ini yang akan memodali, singkat cerita usahanya pun kandas hanya bertahan satu tahun saja.
Penasaran dengan kegagalan usaha yang join bersama temannya ini. Saya beranikan diri untuk bertanya mengapa hal itu bisa terjadi? Ia menjelaskan bahwa faktor lokasi usaha tidak mendukung (tidak terlalu ramai, tidak ada ruang untuk parkir, dan seterusnya).
Selain itu ada faktor lain yang krusial adalah keterbatasan pendanaan yang diberikan oleh temannya tersebut. Dua faktor tersebut ditengarai menjadi penyebab kegagalan usaha bersama temannya saat itu.

3. Tips Membuka Restoran Baru dan Proses Akselerasinya

Ia bercerita juga mengenai rahasia bagaimana restoran yang baru dibuka bisa ramai pengunjung. Jadi pada saat yang sama ia bekerja dengan orang lain sambil membuka usaha kecil-kecilan di dekat restoran tempat ia bekerja.
Karena restoran tempat ia bekerja itu ramai sekali pelanggannya. Tempat usahanya juga kecipratan pelanggan, beruntung ia memiliki bos yang memperbolehkannya bekerja sambil membuka usaha.
Semakin lama ternyata banyak juga pelanggan baru yang berasal dari restoran tempatnya bekerja. Pada akhirnya pelanggan baru ini menjadi pelanggan setia restoran milik usahanya sendiri.
Baca juga: Berniat Memanfaatkan Bakat? Ini 7 Tips Mengubah Passion Menjadi Rupiah yang Bisa Anda Coba
Setiap hari ada saja pelanggan baru yang membeli dan pada akhirnya ia memutuskan keluar dan fokus membangun usahanya sendiri.
Ia memutuskan untuk menyewa sebuah ruko di samping restoran tempat ia bekerja sebelumyna. Sekarang usahanya sudah berjalan tujuh tahun dari tahun 2009.
Ia juga bercerita bahwa kunci keberhasilan dari usahanya adalah konsistensi dan persistensi.

4. Sharing dengan Mentor Bisnis Dikala Kegalauan Datang

Ia bercerita memiliki seorang mentor bisnis yang lebih senior. Seorang pengusaha yang lebih dahulu terjun di dunia kuliner. Setiap kali ia mendapatkan masalah dalam bisnisnya, ia bisa sharing dengan mentornya ini.
Saya bertanya apakah ia memiliki latarbelakang dari keluarga yang memang sama-sama berbisnis atau tidak. Jawabannya tidak. Kedua orangtuanya hanya seorang petani saja.
Mentornya ini yang memberikan arahan bagaimana seharusnya memulai usaha, memperkenalkan usaha ke pelanggan, menjaga kualitas, berinovasi untuk menemukan resep yang pas, manajemen keuangan, bagaimana merekrut karyawan, dan seterusnya.

Kesimpulan

Bagi Anda yang ingin membuka restoran baru tapi belum memiliki pengetahuan dan pengalaman. Tidak ada salahnya untuk bekerja di tempat restoran orang lain terlebih dahulu.
Bekerja dengan orang lain memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman yang meminimalisir kegiatan trial error. Karena proses trial error di usaha sendiri bisa berdampak pada kesehatan keuangan usaha Anda.
Lokasi usaha menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti yang dikatakan sebelumnya bagaimana parkir, kondisi di sekitar usaha, bahkan jika ada restoran yang sangat ramai, bisa menguntungkan usaha yang baru juga.
Baca juga: 7 Hal yang Jika Anda Lakukan di Usia 20-an Akan Menjadikan Anda Miliarder Muda di Usia 30
Terakhir yaitu menemukan mentor. Mentor itu bisa siapa saja, yang jelas mereka adalah orang yang berpengalaman dan berkomepeten di bidangnya, yang mau mengajarkan dan membimbing Anda.
Sehingga proses belajar Anda bisa semakin cepat, pada track yang benar, dan mengurangi risiko kegagalan pada proses perencanaan atau eksekusi yang salah langkah. Semoga tips di atas bermanfaat untuk Anda. 🙂

Bagikan juga tulisan di atas untuk teman-teman Anda yang ingin membuka restoran baru atau yang berencana bisnis di bidang kuliner dengan cara mengklik tombol share untuk membagikan tulisan di atas.
Tidak ingin ketinggalan tulisan terbaru dari TheGold.Asia? Daftarkan alamat e-mail dan nama lengkap Anda di kotak berlangganan (form subscribe) artikel yang ada di bagian kanan web atau di bawah tulisan ini. Gratis!