Cara Memilih Nama Domain yang Baik untuk Blog Baru

Menjadi blogger adalah hobi sekaligus profesi yang semakin banyak dilirik. Selain untuk menyalurkan hobi menulis, aktivitas blogging juga bisa menjadi sumber pendapatan.

Agar blog dikenal luas, Anda harus memilih nama domain untuk blog dengan tepat. Nama domain merupakan salah satu penentu kesuksesan seorang blogger.

Saat ini ada banyak platform blogging yang bisa anda pergunakan seperti Joomla, Drupal, WordPress, Blogspot, Medium, dll. Tinggal anda menyesuaikan saja lebih asik dan nyaman menggunakan layanan yang mana.

Jika anda memilih wordpress, drupal, dan joomla yang self hosted, berarti anda akan membutuhkan biaya tambahan tidak hanya domain, tetapi juga hosting untuk blog anda.

Pengertian Domain

Meskipun bukan istilah yang asing, masih banyak yang bingung dengan pengertian domain. Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi alamat sebuah server, seperti web server atau email server di internet.

Domain memiliki tiga tingkatan, yaitu Top Level Domain (TDL), Second Level Domain (SLD), dan Third Level Domain. Top Level Domain (TLD) adalah deretan kata di belakang nama domain, SLD adalah nama domain yang didaftarkan, dan Third Level Domain adalah tambahan nama lain setelah SLD.

Contoh alamat domain adalah mail.situstarget.com. Pada alamat tersebut, yang disebut TDL adalah .com, SDL adalah “situstarget”, dan Third Level Domain adalah “mail”. Nama domain dikenal juga dengan istilah URL atau alamat website.

Fungsi Domain

Domain merupakan pengganti Internet Protocol (IP) address yang terdiri dari deretan angka, misalnya 123.456.789.112. Siapa pun bisa mengakses blog dengan mengetikkan deretan angkat tersebut di browser.

Namun, menghafalkan deretan angka sangat sulit, bukan? Karena itu, dibuatlah domain yang terdiri dari satu atau beberapa kata sehingga lebih mudah diingat.

Selain memudahkan akses menuju blog, nama domain juga memiliki fungsi lain, yaitu optimasi mesin pencari. Nama domain menggambarkan karakter blog yang diwakilinya.

Baca juga : Apa Itu WordPress Managed Hosting?

Hal ini akan membantu mesin pencari seperti Google untuk menemukan topik atau jenis website yang dicari dan kemudian ditampilkan pada halaman hasil pencarian.

Nama domain juga berfungsi sebagai identitas dan sarana branding yang merepresentasikan karakter personal atau sebuah bisnis. Blog dengan nama domain yang tepat akan terlihat lebih profesional dibandingkan yang berdomain asal-asalan.

Dengan alamat yang tepat, blog juga akan menjadi lebih kompetitif. Tak heran, bagi seorang blogger nama domain merupakan aset penting.

Panduan Memilih Nama Domain untuk Website Baru

Memilih nama domain tidak bisa dilakukan asal-asalan. Seorang blogger harus tahu tips apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat nama domain.

Sebuah nama domain sebaiknya dibuat sependek mungkin, mudah diingat, diucapkan, dan dieja, brandable, serta unik dibandingkan nama domain lain.

Sebaliknya, ada pula hal-hal yang harus dihindari dalam pemilihan nama domain, yaitu menggunakan angka, memakai tanda strip (-), mengikuti tren, memuat unsur SARA, dan menggunakan merek tertentu.

Untuk memilih nama yang terbaik untuk blog Anda, ada tujuh tips penting yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Tentukan Jenis dan Tujuan Blog Sebelum Membeli Domain

Terdapat beberapa jenis blog, yaitu personal blog, corporate blog, project/product blog, dan niche blog. Nama domain blog pribadi sebaiknya menggunakan nama diri, baik nama lengkap maupun mengombinasikannya dengan ciri khas, nick name, atau lainnya.

Baca juga : Dilema Memilih SharedHosting atau VPS

Sedangkan untuk niche blog, pilih nama dengan kata kunci topik bahasan yang menjadi spesialisasi blog. Nama domain menggambarkan topik bahasan yang diulas di dalam blog. Hal ini akan membuat pembaca memilih blog Anda sebagai sumber rujukan.

2. Nama Domain Harus Original

Buatlah nama domain seasli mungkin. Hindari memberi nama domain dengan cara meniru atau mirip dengan situs atau blog ternama. Nama seperti ini akan terbaca sebagai hal negatif dari kacamata SEO. Yang lebih bahaya lagi, Anda bisa dituntut karena dianggap menjiplak.

3. Nama Domain Sebaiknya Singkat dan Mudah Diingat

Sebagai blogger, Anda tentu ingin blog selalu ramai pengunjung, bukan? Karena itu, buatlah calon pengunjung mudah menemukan blog Anda.

Caranya, pilihlah nama yang sederhana, singkat, dan mudah diingat. Konten yang menarik dan nama blog yang mudah diingat akan memperbesar peluang pembaca untuk selalu kembali mengunjungi blog Anda.

4. Pilih Nama Domain yang Unik dan Spesifik

Segala hal yang unik pasti akan lebih menarik perhatian. Begitu juga dengan nama domain. Pilihlah nama yang unik sekaligus mencerminkan ciri khas yang ingin ditonjolkan.

Baca juga : Web Proxy Gratis Indonesia

Untuk memilih nama yang spesifik, lakukan riset untuk menemukan keyword yang sesuai. Anda bisa memanfaatkan fasilitas Google Keyword Planner atau lainnya.

5. Pilihan Kata Jelas

Pemilihan kata yang jelas akan menghindarkan pengunjung dari kesalahan pengetikan nama blog. Jika sampai terjadi kesalahan seperti ini, tentu Anda yang rugi.

Bukan tidak mungkin pengunjung akan diarahkan ke blog lain yang kebetulan memiliki kemiripan nama. Untuk itu, hindari penggunaan angka dan tanda hubung karena sering menimbulkan kesalahan.

6.  Pilih Ekstensi Domain yang Tepat

Pada bagian awal tulisan ini telah disinggung mengenai tingkatan nama domain. Jika Anda ingin menekuni dunia blogger secara serius, memilih ekstensi TLD sangat dianjurkan, dengan tetap memperhatikan kesesuaian dengan jenis blog.

Ekstensi .com (dotcom) adalah pilihan yang paling banyak digunakan oleh situs web dan blog profesional. Salah satu alasannya adalah karena ekstensi ini sudah sangat dikenal dan lebih melekat dalam ingatan banyak orang.

7. Nama Domain Harus Baru

Pastikan domain yang dipilih benar-benar baru, bukan domain bekas. Domain bekas adalah domain yang pernah digunakan oleh blogger yang kemudian tidak aktif lagi sehingga bisa dipakai oleh orang lain.

Bisa jadi, blog tersebut terkena black list atau di-banned karena suatu alasan. Hal ini tentu akan sangat merugikan Anda. Tetapi ada juga lho domain bekas yang berkualitas, namun ini perlu penilaian dengan kaidah SEO tersendiri.

Baca juga : Mengenal Berbagai Jenis Sertifikat SSL Web

Setelah memilih nama domain dengan mengikuti tips di atas, lakukan pengecekan ketersediaan nama tersebut pada situs yang menyediakan pendaftaran nama domain.

Jika masih tersedia, segera lakukan pemesanan sebelum digunakan oleh pihak lain. Dengan begitu, nama tersebut resmi menjadi milik blog Anda.

8. Beli Domain Jangan Asal Murah Karena Ada Promo!

Sebaiknya juga anda membeli domain jangan asal murah karena promo. Domain promo biasanya tidak bisa ditransfer ke penyedia jasa jual beli domain lainnya dan kemungkinan domain anda juga bisa terkena hack.

Hack gimana? Beberapa penyedia jasa domain yang kurang memperhatikan keamanan data kliennya sering jadi bulan-bulanan hacker. Contoh kasusnya hacker berhasil meretas si penyedia jasa domain, selanjutnya mengubah dns domain anda sebagai klien menjadi dns situs lain, dan ini fatal kalau sampai terjadi pada blog anda.

Sebaiknya pilih lah penyedia jasa domain yang memiliki reputasi yang baik, baca-baca dahulu review dari netizen yang telah menggunakan jasa dari perusahaan tersebut. Jika ada pertanyaan mengenai topik pembahasan di atas, silahkan anda kirimkan pertanyaan tersebut di kotak komentar yang ada di bawah artikel ini. Yuk sharing!

Apakah artikel di atas bermanfaat untuk anda bagikan di jejaring sosial untuk teman-teman Anda di sana? Bantu sebarkan dengan cara mengklik tombol share untuk membagikannya di Facebook, Twitter, Google Plus, dll.

Jangan lupa untuk subscribe Situstarget.com untuk mendapatkan artikel terbaru dari kami. Caranya masukkan alamat email anda di kotak berlangganan artikel yang ada di bawah artikel ini atau di sebelah kanan blog ini.