Kejadian beberapa tahun ke belakang mengenai peretasan system di layanan besar seperti Yahoo Mail, Dropbox, Equifax, dan layanan public lainnya, mengingatkan kita pada satu kesimpulan bahwa tidak ada system yang benar-benar aman di dunia maya ini.

Mungkin saat ini layanan seperti Google, Amazon, Apple, dan Microsoft masih aman, namun siapa yang bisa memprediksi jika layanan dari mereka suatu hari nanti dapat diretas oleh hacker jahat.

Imbas terbesar yaitu kepada pengguna dari layanan tersebut. Faktanya sangat sedikit user yang benar-benar aware terhadap keamanan data.

Misalnya saja seperti mengganti password akun secara berkala, menggunakan kata sandi yang kuat dan sulit untuk ditebak, mengaktifkan layanan 2FA, dan menggunakan kata sandi yang unik untuk setiap akun.

Umumnya pengguna internet di Indonesia, masih menggunakan satu password untuk seluruh akun online miliknya. Contoh password Facebook, bisa saja sama dengan password Twitter, Email kampus, Kaskus, Path, internet banking, dan seterusnya.

Then itu berarti jika salah satu dari layanan yang digunakan diretas, maka bisa disimpulkan seluruh akun yang dimiliki oleh user tersebut berada pada kondisi yang tidak aman.

Si attacker bisa saja jadi menguasai seluruh akun online yang dimiliki, dia tinggal membobol akun email. Setelahnya tinggal reset password untuk akun-akun online yang terhubung atau bisa juga menggunakan kata sandi yang sama untuk menyerang akun online yang terhubung.

Nah gimana caranya agar hal tersebut bisa dicegah ya? Caranya cukup mudah dan sederhana, kita tinggal perlu menggunakan password manager, seperti KeePass.

Aplikasi ini gratis, bisa digunakan untuk menyimpan seluruh kata sandi yang kita punya. Kelebihannya kita bisa menyimpannya secara offline.

Sebaiknya memang file-file sensitive tidak disimpan di system cloud. Media penyimpanan portable seperti Harddisk Eksternal, Flashdisk, SD Card bisa menjadi solusi untuk menyimpan file penting yang bersifat rahasia (very-very secret).

Atau ada juga layanan gratis untuk password manager yang menggunakan system cloud untuk proses sinkronisasi data saja, seperti Lastpass.

Jadi anda tidak perlu report jika harus menggunakan laptop, lalu berpindah menggunakan smartphone, dan begitu sebaliknya. Semua bisa di sinkronisasi dengan mudah.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca. Artikel ini ditulis terinspirasi dari Situstarget.com, dengan artikel berjudul Cara Membuat Password yang Sangat Aman dan Kuat.